Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
aku pasti memilih abangku


__ADS_3

kini zee duduk di teras belakang rumahnya,tak berapa lama zuu datang.


" Tara" kata zuu yang memberikan boneka Minion kesukaan adiknya itu.


Zee terkejut saat dia tahu abangnya memberikan boneka Minion yang tak seperti biasanya,Boneka itu begitu besar seukuran badannya.


" wah,besar sekali" kata Zee yang masih tak percaya,abangnya memberikan boneka yang begitu besar.


" kamu suka" tanya zuu dan Zee menganggukkan kepalanya.


" abangku paling the best" kaya Zee yang menerima boneka itu,dia kesulitan mengendong boneka itu.karena ukuran Boneka yang hampir seukuran dia.


" abangnya siapa dulu dong" kata zuu,


" abangnya aku dong" kata Zee yang langsung memeluk abangnya itu.


" Abang rindu kamu dek" kata zuu yang masih memeluk adiknya itu.


" aku juga,abangku yang paling baik sedunia" kata Zee setelah itu dia melepas pelukan kakaknya itu.


tanpa Zee sadari,ada sepasang mata.yang kini sedang melihat Kakak beradik itu.


.


.


.


.


.kini zee dan Rakka sedang berada di dalam mobil,sesekali Zee melihat ke kursi penumpang yang memperlihatkan boneka yang kini sedang duduk itu.


Rakka menjadi kesal,karena istrinya itu sering melihat ke arah boneka yang kini berada di kursi penumpang itu.


" tenang aja,boneka itu gak akan hilang.jadi gak usah di lihatin terus" ketus Rakka sambil fokus menyetir.


" aku tahu,tapi aku ingin aja ngeliatin terus" kata Zee yang membuat Rakka semakin kesal.


karena sedari pulang,Zee terus menatap rakka.hingga dia memohon ke Rakka agar bisa membawa boneka itu pulang.


" aku juga bisa beliin seribu boneka kayak gitu" kata Rakka,mampu membuat pandangan Zee kini teralih ke arahnya.

__ADS_1


"kamu mau berapa,mau model seperti apa,atau mau beli sekalian tokonya.aku bisa beli" kata Rakka,mampu membuat Zee tersenyum getir ke arahnya.


" kamu pikir,setelah kamu membeli sekalian tokonya.aku bakal senang gitu"kata Zee dengan nada sedikit getir,dia tak percaya jika suaminya bisa bicara seperti itu.


"kamu tahu,kenapa aku menyukai boneka minions" kata Zee lagi,yang kini sudah menangis.


Rakka melihat ke arah istrinya itu,karena mendengar suara istrinya yang nampak berbeda.


dia kaget saat melihat mata istrinya itu sudah memerah,dia langsung meminggirkan mobilnya dan menghentikannya.


" kamu kenapa?" tanya Rakka yang masih tak tahu kesalahannya.


" kamu tahu,kenapa aku sangat menyukai boneka itu apalagi pemberian abangku" kata Zee yang kini menghapus air matanya yang menetes.


" karena boneka Minion pertama itu pemberian abangku,dan dia membelikan boneka itu dengan gaji pertamanya saat bekerja paruh waktu" kata Zee yang kini kembali menangis.


Rakka yang mendengar perkataan istrinya itu hanya terdiam,dia baru menyadari perkataannya tadi memang menyakiti hati istrinya.


" ya,kamu bisa membeli seribu boneka seperti itu.tapi kamu gak bisa membeli perjuangan dan kasih sayang yang abangku berikan" kata Zee yang kini tubuhnya semakin bergetar karena menangis.


"maaf,aku gak bermaksud.." kata Rakka terpotong karena perkataan Zee.


" aku pikir kamu adalah orang yang pengertian,tapi nyatanya kamu egois" kata Zee lagi


Zee mencoba meronta-ronta saat Rakka memeluknya,tapi dengan sekuat tenaga Rakka menahannya.


" maafkan aku" kata Rakka yang masih memeluk istrinya itu,


" kamu jahat" kata Zee di sela-sela tangisannya.


" maafkan aku,aku salah.maafkan aku,kamu bisa memukulku,menamparku atau yang lain.tapi tolong,jangan tinggalkan aku" kata Rakka yang kini juga meneteskan air matanya,


setelah Zee terdiam,Rakka melepas pelukannya.rakka memegang tangan istrinya.


dia menuntun tangan Zee untuk memukulnya.


"pukul aku,pukul sepuasmu.tapi tolong maafkan aku,dan jangan tinggalkan aku" kata Rakka yang masih menuntun tangan Zee untuk memukul pipinya.


Zee yang terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya itu,dengan cepat dia melepas tangannya dari genggaman suaminya itu.


" kamu gila" kata Zee yang kini melihat ke arah suaminya,dia terkejut saat melihat mata suaminya itu yang sudah memerah.

__ADS_1


"ya,aku gila.kalau kamu ninggalin aku" kata Rakka yang kini menatap mata istrinya itu.


" maafkan aku,perkataan ku menyingung kamu.maafkan aku" kata Rakka yang kini memegang tangan istrinya itu.


" aku janji,aku gak akan bilang seperti itu lagi" kata Rakka lagi


" janji" kata Zee yang kini menatap mata suaminya itu.


" aku janji" kata Rakka,tapi Zee masih terdiam tak berkata apa-apa.


" sayang,maafin aku" kata Rakka lagi,karena istrinya itu tak berbicara


" aku tahu kamu cemburu,kamu juga boleh cemburu ke orang lain.tapi bisakan gak cemburu ke bang zuu.dia itu kakak kandungku,dia bukan orang lain" kata Zee,


"aku tahu,maafin aku sayang" kata Rakka yang kini benar-benar memelas.karena dia tahu salah.


" aku janji,aku gak bakal cemburu lagi ke bang zuu.aku janji" kata Rakka,sambil menunjukkan jarinya membentuk huruf v.


" ya,aku maafin" kata Zee,membuat senyum mengembang di wajah Rakka.


" beneran" tanya lagi,Zee hanya menganggukkan kepalanya.


Rakka langsung memeluk istrinya itu,Zee tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


seorang lelaki dingin dan tak banyak bicara ke orang lain,tapi begitu manja dan luluh ke Zee.


" aku janji gak bakal cemburu lagi ke bang zuu,tapi kalau ke orang lain.jangan tanya" kata Rakka yang masih memeluk istrinya itu,Zee yang mendengar perkataan suaminya itu hanya bisa tersenyum.


"iya,baiklah.tapi bisakah melepas pelukan" kata Zee,Rakka akhirnya melepas pelukannya.


" ah maaf" kata Rakka,yang masih melihat ke arah istrinya itu.


" kalau gini terus,kapan kita sampainya.pasti mama sudah nungguin" kata Zee.


" oh iya" kata Rakka yang kembali memakai sabuk pengamannya dan kembali menjalankan mobilnya lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


🙏🏻


__ADS_2