Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
keinginan seseorang


__ADS_3

" pagi semua" kataku yang kini duduk di singgasanaku,untuk sarapan pagi.


" tumben anak bunda bangun pagi" kata bunda yang mengambilkan aku nasi goreng.


" lagi pengen bangun pagi aja Bun,makasih" kataku yang Nerima nasi goreng


" nanti pulang Abang jemput dek,gak usah bareng Maya" kata Abang zuu


" tumben Abang gak kerja" kataku


" hari ini Abang libur" kata abang zuu


" beneran.yes." kataku senang,kedua orang tuaku geleng geleng kepala melihat tingkahku yang bahagia.


" senengnya anak ayah tau abangnya libur." kata ayah damar yang mengelus elus kepalaku.


" yaa seneng Lah,sejak Abang jadi polisi.Zee jarang banget jalan jalan sama Abang" kataku.


" nanti temenin Zee jalan jalan ke mall ya bang" kataku.


" gak bisa dek" kata zuu.


" kenapa...? " tanya Zee


" nanti kita di undang makan malam di rumah om Danu" kata ayah damar.


" apa??,kenapa harus hari ini? ,bukannya kemarin habis makan malam disini?" tanyaku


" yaa mereka ngundangnya hari ini dan gantian kita yang kesana" jawab ayah


" ayah" kataku tapi udah di potong bunda.


" Zee" kata bunda yang melihatku.


" ah kalian gak asyik" kataku yang meninggalkan mereka.


***


" Zee" panggil Maya yang melihatku keluar dari mobil.


" tumben berangkat pagi" tanya Maya.


" pengen aja" kataku


" siapa yang nganterin loe" tanya Maya..


" Abang gue lah,siapa lagi" kataku


" oh...biasanya pakek motor.tumben naik mobil,tapi bukan mobil bokap loe" kata Maya.


" Abang gue beli mobil baru..." kataku..


" oh...Abang loe tu udah tampan,gagah,mandiri,sukses lagi" kata Maya


" tapi sayang dia jomblo" kata Amel yang baru datang


" iya ya. sangat di sayangkan,ayo masuk" kataku yang berjalan duluan dan mereka mengikuti.

__ADS_1


***


pukul 7 malam,aku dan keluargaku udah sampai di rumah om Danu.rumah yang begitu megah bak istana,kami keluarga di sambut dengan hangat dan di persilahkan masuk. dan langsung menuju meja makan kan acaranya makan malam.


" ayo mari makan" kata Tante ana.


" iya mbak" kata bunda,aku langsung menyantap makanan yang di depanku.


" dimana Rakka mbak." tanya bunda


" Rakka masih dalam perjalanan..habis latihan" kata Tante ana.


" oh...Rakka pasti sangat sibuk yaa mbak.." tanya bunda.


" iyaa gitulah nal, itu keinginan dia jadi resiko dia" kata Tante ana.


aku yang gak peduli tentang apa yang di bicarakan para ibu ibu itu,aku lebih suka menikmati makanan yang ada di depanku.


" kenapa perasaan dari tadi kayak ada yang ngeliatin yaa" batinku yang melihat ke arah depan dan kulihat mas Arga melihatku,tatapan yang sulit di artikan.


" tatapan apa itu" gumamku lirih yang bisa di dengar orang..


" ada apa Zee" tanya Tante ana.


" oh gak papa Tante." kataku yang kembali melanjutkan makan.


" maaf saya terlambat" kata seseorang yang baru datang,yaa siapa lagi kalau bukan Rakka.


" nah ini,yang dari tadi di bicarakan.panjang umur kamu Rakka." kata bunda.


" iya kah Tante,memang membicarakan apa..?" tanya Rakka ke bunda.


" tentang pekerjaanmu dan tentang Zee yang nungguin kamu" kata bunda yang membuatku langsung tersedak.


" uhuk..uhukk..." aku tersedak saat mendengar bunda bilang begitu


" ini minum dulu" kata Abang zuu yang memberiku air minum dan aku langsung meminumnya.


" pelan pelan" kata Abang zuu lagi yang menepuk nepuk punggungku pelan.


" kamu gak papa Zee .." tanya Tante ana,yang melihatku selesai minum.


" ah gak papa Tante.aku ijin ke toilet dulu." kataku yang berjalan meninggalkan mereka.


setelah selesai dari toilet,aku kembali menemui keluargaku.yaa yang tadi di meja makan,kini mereka sudah pindah tempat ke ruang tamu.


aku melihat tempat duduk,aku duduk di dekat mas Arga.yaa gak bisa duduk dekat abangku dan pastinya si kacamata kuda gak ada lagi


aku gak tau apa yang di bicarakan para orang tua.pokok intinya tentang pertunangan ku sama Rakka,aku gak tertarik sama sekali.akhirnya aku milih ngobrol sama mas Arga.


" mas Arga udah lama jadi pengacara" tanyaku basa basi


" baru kok" kata Arga.


" baru berapa hari?" tanyaku,maklum basa basi biar gak bosen.soalnya mau ngobrol sama si Abang zuu dia malah sibuk dengan ponselnya.


" 3 tahun" kata Arga.

__ADS_1


"apa....? " kataku teriak membuat para orang tua melihatku.


" Zee": kata bunda yang menatapku tajam.


" maaf maaf" kataku yang cengar cengir dan mereka melanjutkan obrolannya lagi


" mas Arga bisa bercanda juga yaa, 3 tahun itu lama juga Lo" kataku,mas Arga hanya tersenyum dan mengusap usap lehernya.


saat aku sedang asyik berbincang bincang,si Rakka datang dan duduk di sebelahku,tapi aku cuek cuek aja.aku malah ngelanjutin ngobrol sama mas Arga.


" kenapa mas Arga pengen jadi pengacara" tanyaku,membuat semua orang melihatku.


" kenapa...?" tanyaku lagi


" gak papa sayang,Tante hanya penasaran.kenapa kamu bertanya begitu." kata Tante ana


" ya aku ingin tau aja,mungkin mas Arga jadi pengacara itu terinspirasi dari apa atau keinginan siapa.kayak Abang zuu jadi polisi karena keinginanku" kataku panjang lebar.


" oh..." kata para orang tua.


" oh atau mungkin aja keinginan mas sendiri" kataku.


" bukan..." kata Arga yang melihatku.


" itu juga keinginan seseorang" tambah Arga yang masih melihatku,membuatku terdiam.


" kamu gak tanya ke Rakka Zee." tanya Tante ana.


" oh...enggak" kataku yang melihat ke arah Rakka,yang sibuk dengan ponselnya.


" ih siapa juga yang mau di tanya sama elo..." kata Rakka.


" oh siapa yang mau tanya ke elo juga" kataku


" bentar lagi kalian tunangan,j kalian harus saling kenal satu sama lain dong" kata Tante ana.


" Rakka ajak Zee jalan jalan ke teras belakang." kata om Danu


" ngapain pa, disini aja."kata Rakka.


" Rakka( dengan suara meninggi) kalian harus ngobrol biar Deket,sana gih" kata om Danu.


" baiklah,ayo ikut" kata Rakka yang berdiri dan berjalan ke teras belakang.


" aku kesana dulu" kataku dan di angguk i para orang tua, aku berjalan menyusul Rakka ke teras.


.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak yaaa🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2