
kini Zee dan the geng sedang menikmati makan siang di kantin...Amel yang melihat kedua sahabatnya senyum senyum sendiri dari tadi membuatnya penasaran...
" kalian berdua kenapa...?" tanya Amel melihat Maya dan Zee bergantian...
" gak papa..." kata Maya dan Zee barengan...
" bohong...jujur gak..." tanya Amel...
yaa Zee sekarang sedang bahagia. hubungannya dengan Rakka membaik...dan mulai berkomunikasi dan Maya tentunya bahagia...melihat pesan terakhir yang di kirim zuu...apalagi zuu sekarang sering membalas pesan Maya dan memperhatikan Maya...meski jawabnya singkat singkat...
" kalian berdua gitu sama aku .." Amel yang ngambek...
" yehhh ngambek kan..." kata Maya yang menyenggol lengan Amel...
"udah nikmati makanan loe..." kata Zee yang menikmati bakso dan masih sambil tersenyum senyum...
"oh iya may...Abang gue nanti pulang..." kata Zee ke Maya ..
" gue tau .." kata Maya yang gembira ..
" ya kan kalian berdua kayak gitu ke aku..." Amel yang cemberut...
" ya iya gue cerita ..kalau gue bakal punya kakak ipar.." kata Zee terkekek...
" maksudnya. " kata Amel yang belum mengerti...Zee hanya mengedipkan matanya ke arah Maya...
" oh.... ciie yang udah jadian sama pak polisi..." kata Amel.
" belum jadian poni...tapi doain aja..." kata Maya yang senyum bahagia... dan mereka terkekek bersama tak berapa lama Amel terdiam...
" loe kenapa..." kata Zee yang melihat Amel yang berubah sedih...
" gak papa..." kata Amel melihat ke arah Zee .
" poni..." kata Zee yang sedikit meninggikan suaranya...
" gue beneran gak papa..." kata Amel yang tersenyum palsu ..
" loe berantem sama Randy ..." tanya Maya,Amel menggelengkan kepalanya...
" terus..." kata Maya dan Amel bersamaan.
" gue takut kalau kalian punya pacar lupa sama gue..." kata Amel yang bohong ...
" hahahaha...." tertawa Maya dan Zee bersamaan...
" kita gak bakal lupain loe poni...lagian loe yang sering lupain kita kalau loe punya pacar..." kata Zee dan Amel langsung memeluk kedua sahabatnya...
.
.
.
.
.
.
Zee dan kedua sahabatnya berjalan ke arah parkiran...
" gila kita harus pulang sore terus tiap hari..." eluh Amel...yaa satu bulan lagi mereka bakalan ujian nasional..jadi mereka mendapatkan bimbingan yang ekstra...
" iya..gue capek..." eluh Zee...tiba tiba pandangan Zee terfokus ke arah cowok yang sedang berdiri di dekat mobil...
__ADS_1
" ****** gue..." kata Zee yang langsung bersembunyi di belakang badan Maya...
" Zee loe ngapain sih..." kata Maya..
" ada si kacamata kuda..." kata Zee yang masih membungkuk di belakang Maya...
" kacamata kuda..." kata Maya dan Amel bersamaan dan menoleh ke arah depan..
" Rakka.." kata Maya dan Amel bersamaan...
" ngapain dia kesini..." tanya Maya..
" mana gue tau..." kata Zee yang mengikuti Maya berjalan...
" loe kenapa sih...kayak istri yang ketahuan selingkuh aja..." kata Maya... tak lama Rakka mendekati Maya dan Amel..
" eh Rakka..." kata Maya dan Amel bersamaan...
" keluar..." kata Rakka
" loe nyuruh kita keluar..." tanya Amel...
" bukan...tapi itu..." kata Rakka yang menunjuk ke arah belakang Maya...
" eh Rakka...." kata Zee yang masih mengintip di belakang Maya... tapi Rakka hanya mengangkat satu alisnya...
" gue nebeng Maya aja...lagian kita mau belajar bareng .."kata Zee..yang menyengol ke arah kedua sahabatnya...
" iya... kita mau belajar bareng..." kata Maya dan Amel juga mengangguk...
" jangan bohong...ayo.." kata Rakka yang berjalan ke arah mobilnya...dan memasuki mobilnya...
" ****** gue..." kata Zee yang menepuk jidatnya pakai tangan...
" loe kenapa sih...berantem....." tanya Maya Zee hanya menggelengkan kepala...
" nantangin apa...? tanya Maya dan Amel bersamaan karena penasaran...
" nanti gue ceritain..sekarang gue duluan ya. ." kata Zee yang berlari ke arah mobil Rakka dan memasukinya... dan Rakka langsung menjalankan mobilnya...
" loe ngerti gak sih maksud dia apaan tadi..." tanya Maya Amel geleng geleng kepala...
.
.
.
.
.
.
.
di dalam mobil Zee sangat gugup karena takut dengan tantangan yang ia berikan ke Rakka.... yaa tantangan Zee bakal lari keliling lapangan sekali putar dengan waktu yang di tentukan...karena berawal dari Zee yang meremehkan Rakka saat Rakka bercerita jika dia bisa berlari kencang dengan waktu yang di tentukan...membuat Rakka Esal dan akhirnya menantang Zee...
tapi Zee menyadari jika dia gak bisa lari dengan batas waktu yang di tentukan...apalagi sekarang dia sangat lelah karena pelajaran yang menguras tenaganya...
"ka kita pulang aja ya... udah sore nih...nanti Abang gue mau pulang..." kata Zee yang mencari alasan.. tapi Rakka hanya fokus menyetir...
" Rakka lagian besok loe kan mau berangkat ke China..." kata Zee yang masih mencari alasan... Rakka langsung menghentikan mobilnya...
" kenapa loe takut..." kata Rakka yang mendekatkan wajahnya ke Zee...
__ADS_1
" bukan takut...tapi ini udah sore...mana ada orang lari sore sore begini..." elak Zee yang mengalihkan pandangan..
"lagian gue pakek rok...gak pakek celana ..mana bisa lari.." tambah Zee...
" gue udah siapin di belakang.." kata Rakka yang menunjuk kursi belakang membuat Zee membulatkan matanya lebar lebar...
" oh my God ****** gue..." batin Zee yang melihat Rakka sambil senyum meringis...
" kenapa sekarang loe takut... dan mau ngaku kalah..." kata Rakka yang senyum licik melihat Zee...
" bukan gitu...tapi..." kata Zee terpotong..
" tapi apa..." tanya Rakka yang masih melihat Zee..
" tapi ini udah sore...aku juga baru pulang..bentar lagi Abang gue pulang...aku capek banget.." kata Zee mencoba malas...tapi rakka masih diam...
" kita lari setelah loe pulang kompetisi gimana...pliss..aku lelah..." ucap Zee yang manja sambil mengedipkan kedua matanya membuat Rakka luluh...
"*ya ampun imut banget sih ni anak...jadi pengen memakannya..." batin Rakka yang melihat Zee...
" oke...tapi dengan satu syarat*..." kata Rakka
" apa..." tanya Zee...
" bukan hanya menunda tantangan itu...tapi gue bakal batalin tantangan itu.." kata Rakka yang tersenyum licik...
"apa..." tanya Zee yang antusias...
" cium gue..." kata Rakka yang membuat mata Zee melebar sempurna...
" ogah...mending gue lari dah dari pada cium loe..." kata Zee memalingkan wajahnya...
" oke ..kalau gitu kita lari sekarang..." jawab Rakka yang akan menjalankan mobilnya...
" gimana nih...masak gue harus lari sih..gue gak kuat lari... tapi masak gue harus nyium dia sih...ahh gak papa lah..cium pipi doank..lagian diakan juga tunangan gue..." batin Zee...
"cup"
Zee mencium pipi Rakka saat Rakka hendak menjalankan mobilnya.. ciuman itu membuat Rakka mematung...
"udah kan...jadi deal batal..." kata Zee membuat Rakka kembali sadar...
" gak berlaku..." kata Rakka...
" maksudnya..." tanya Zee yang bingung..
" ciumnya di sini..." kata Rakka yang menunjuk bibirnya dengan jari...membuat Zee melongo...
" apa sih loe...tadi loe cuma bilang cium gue doang.." kata Zee yang pipinya mulai merah...
" kan gue belum selesai bilang...ya udah kalau gitu kita lari aja..." kata rakka.. tanpa berpikir Zee langsung mencium bibir Rakka sekilas...dan hendak melepaskannya..tapi kepala Zee di tahan oleh Rakka dengan tangannya...dan di situ Rakka berganti yang mencium Zee dan ******* bibir Zee ..awalnya Zee menolak..tapi lama kelamaan Zee membalas ciuman Rakka ..membuat Rakka semakin dalam memperdalam ciumannya....
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.