Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
patung


__ADS_3

...ke esok harinya....


Zee nampak sedang menikmati sarapan paginya bersama suaminya,sesekali dia melihat ke arah suaminya yang nampak menikmati sarapan yang hanya berupa roti itu.


" makan itu aja apa kenyang?" tanya Zee sambil menikmati makanannya,Rakka melihat ke arah Zee dan hanya tersenyum.


" benar-benar deh,ngomong sama patung" kata Zee yang membuat Rakka tersenyum lebar,pasalnya istrinya itu mulai kesal.


"pakek senyum lagi,emangnya lucu.terus aja diem" kata Zee yang mulai kesal.


" aku seneng aja,ternyata istriku bisa secerewet ini" kata Rakka yang mencubit pipi istrinya.


" jangan cubit,sakit tahu" kata Zee yang memukul tangan Rakka dengan pelan.


" habisnya,kamu lucu sih.aku makin cinta deh" gombalan Rakka,membuat Zee memutar bola matanya malas.


" mulai lagi deh gombalnya,apa dulu mantan kamu,sering kamu gombalin kayak gini" tanya Zee penasaran.


" em..." Rakka tampak sedang berpikir,membuat Zee semakin penasaran.


" ayo,buruan jawab" tanya Zee penasaran.


"kayaknya......" jawab Rakka yang gantung.


" udah deh,berangkat aja sendiri.aku gak ikut" kata Zee yang beranjak dari duduk dan hendak berjalan meninggalkan suaminya.


tapi langkahnya terhenti karena Rakka mencekal lengannya dan menarik lengan Zee hingga membuat Zee tertarik dan kini duduk di pangkuannya.


"lepas" kata Zee yang memberontak.karena suaminya mengunci tubuhnya dengan lengan kekarnya.


" cup" Rakka mengecup bibir istrinya,Zee hanya bisa diam dan membuka matanya lebar-lebar.


" aku memang pernah bicara manis ke mantanku,tapi" kata Rakka terpotong,Zee hanya diam dan terus melihat ke arah mata suaminya.


" tapi sekarang aku akan mengatakan kata manis ke istriku ini" kata Rakka,tapi Zee masih terdiam.


" hanya ke istriku saja" kata Rakka yang membuat Zee tersenyum dan langsung memeluk suaminya.


.


.


.

__ADS_1


.


beberapa jam kemudian.


Zee tersenyum dengan tangan yang mengusap air mata yang hendak keluar,karena ini pertama kalinya dia menyaksikan suaminya mengikuti kompetisi dan menyaksikan suaminya memenangkan kompetisi dengan membawa medali emas.


yang membuat Zee tak percaya lagi,kini Rakka berjalan menghampirinya dengan membawa sebuket bunga dan mendali emas di lehernya.


Rakka berjalan semakin dekat dengan Zee sambil menunjukkan senyum mataharinya membuat semua para penggemarnya semakin kagum padanya,hingga langkah Rakka terhenti tepat di depan istrinya yang nampak sedang berdiri di sebelah kursi VIP.


"ini" kata Rakka menyerahkan sebuket bunga yang tadi di terimanya.


Zee melihat sekeliling nampak memperhatikan mereka berdua,dengan malu-malu Zee menerima sebuket bunga yang Rakka beri.


" terimakasih" kata Zee yang menerima buket itu.setelah buket di terima,Rakka melepas mendali yang tadi tergantung di lehernya.


" ini buat kamu,karena telah menemaniku dan mendukungku di pertandingan ini" kata Rakka setelah itu dia memasangkan mendali di leher istrinya itu.


Zee hanya bisa diam karena dia begitu terharu,air matanya terus keluar dari tempatnya.


dengan cepat Zee memeluk suaminya itu,dan menerima banyak tepuk tangan dari para penonton.banyak penonton yang terharu,karena Rakka ternyata begitu romantis.


karena para pengemar Rakka selama ini hanya tahu jika Rakka itu lelaki tampan yang begitu dingin tapi membuat para penggemarnya tergila-gila padanya.


.


.


.


.


.


berbeda dengan Zee dan Rakka,Amel kini duduk di salah satu cafe yang tak jauh dari apartemen milik derren.


dia merasa gugup saat seseorang yang ada di hadapannya terus melihat ke arahnya dengan senyum manisnya.


"santai saja,Tante hanya ingin ngobrol sama kamu" kata Tante itu dan Amel hanya mengangguk.


" oh,Tante belum memperkenalkan diri ya.nama Tante Desi dan tante mamanya derren" kata perempuan paruh baya itu sambil mengulurkan tangannya.


" oh,saya Amel" kata Amel yang menerima uluran tangan dari Tante Desi.

__ADS_1


"Amel,nama yang cantik".


" terimakasih" kata Amel.


" jadi hubunganmu sama derren.." tanya Tante Desi.


" oh,Tante jangan salah paham.aku sama kak derren hanya teman aja kok" jelas Amel dengan cepat,karena tak ingin Tante Desi salah paham.


" oh begitu ya"kata Tante Desi,Amel hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" bukannya Tante melarang,karena ini baru pertama kalinya Tante melihat derren membawa wanita ke apartemennya" kata Tante Desi membuat Amel terkejut,pasalnya setahu Amel derren adalah seorang playboy.


"dia itu anaknya keras kepala,pekerja keras.tapi sangat penyayang,mungkin ini juga kesalahan tante.harusnya Tante gak ninggalin dia,tapi Tante udah gak bisa berlanjut sama mantan suami Tante" kata Tante Desi yang membuat Amel terdiam,


"kamu mungkin udah tahu,kalau gosip tentang derren" kata Tante Desi melihat ke arah Amel.


" dia mungkin suka bergonta-ganti pasangan,tapi Tante tahu itu cuma sandiwaranya.agar dia bisa mengindari perjodohannya" kata Tante Desi membuat Amel sedikit terkejut.tapi setelah itu dia kembali nampak seperti biasa,karena dia berpikir itu bukan urusannya.


" ah,Tante keceplosan tentan perjodohan derren ya.maaf yaa" kata Tante Desi sambil tersenyum.


" iya,gak papa Tan" kata Amel.


"emang gue peduli" batin Amel.


"ngapain kamu disini" suara seseorang membuat Amel dan Tante Desi menoleh ke arah suara itu,ternyata itu suara derren yang nampak sudah berdiri tak jauh dari meja mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


" derren,mama cuma mau ngobrol sama Amel" kata Tante Desi sambil berdiri dan berjalan menghampiri derren.tante Desi ingin memegang lengan anak lelakinya itu,tapi derren menepisnya dan kini berjalan ke arah Amel yang juga melihat kejadian itu.


" ayo pulang" kata derren yang kini sudah berdiri di sebelah Amel dan matanya menatap ke arah amel.tanpa memperdulikan mamanya yang kini melihatnya


" tapi" kata Amel terpotong karena derren langsung menarik Amel dari tempat duduknya,yang membuat Amel langsung berdiri dengan tidak seibang.dengan cepat derren menarik Amel lengan Amel hingga membuat Amel mendarat di pelukan derren.


untuk sementara mereka saling adu pandang,hingga perkataan Tante Desi membuat mereka berdua tersadar.dan derren langsung melepaskan pelukannya.


" derren mama cuma mau bicara saja sama Amel" kata Tante Desi.


" mama juga cuma mau ingetin kamu,berhentilah nak.biar gimanapun kamu akan..." kata Tante Desi yang terpotong,karena perkataan derren.


" jangan pernah ikut campur dengan urusanku,pedulikan saja keluargamu dan sampai kapanpun aku tidak akan menerima perjodohan itu" kata derren yang langsung menarik tangan Amel,membuat Amel terkejut dan kesulitan berjalan.


Tante Desi hanya bisa melihat anaknya yang berjalan pergi meninggalkannya.


" sampai kapanpun kamu harus menerima perjodohan itu,dan menikah sama dia" kata Tante Desi,setelah itu dia duduk dan menikmati minumannya.

__ADS_1


__ADS_2