
Zee berlari memutari lapangan...meski lelah...dan lapar...tapi Zee masih memutari lapangan hingga 10x
setelah 10 kali....Zee duduk di tengah tengah lapangan..
" ahh....kenapa hidup gue kayak gini sih..." teriak Zee di tengah lapangan...benar benar mood Zee sangat jelas hari ini...
tak berapa lama Amel dan Maya menghampiri Zee...
" Zee ayo bangun..." kata Maya yang sudah berjongkok dengan amel... Zee membuka matanya dan melihat ke arah Maya dan Amel bergantian...
" ngapain kalian kesini...ini masih jam pelajaran Lo..." kata Zee
" kita mau nemenin loe lah...masak shoping..." kata Amel yang berdiri dan mengulurkan tangan ke Zee... Zee menerima uluran tangan Amel dan ikut berdiri... Maya pastinya bisa berdiri sendiri...
" kok bisa..." kata Zee yang bergantian melihat kedua sahabatnya...
" yaa bisalah...kita gitu loo..." kata Amel yang tertawa....dan Zee mulai tertawa..
Zee dan kedua sahabatnya berjalan ke arah kantin...bukan malah ke kelas...mereka memilih ke arah kantin...
Zee dan kedua sabarnya...duduk di pojok seperti biasanya...dan Amel memesan makanan...tak berapa lama Amel kembali dan duduk di depan Zee dan Maya...
" loe kenapa sih..." tanya Maya yang melihat Zee yang cemberut...
" iya...loe kenapa sih Zee...dari tadi mood loe kelak banget...." tanya Amel...Zee membuang nafasnya kasar...tak berapa lama pesanan mereka datang...
" tanggal pernikahan gue di majuin..." kata Zee yang lesu sambil mengaduk aduk baksonya...
" kapan..." tanya Maya dan Amel bersamaan...
" setelah gue ujian...besoknya gue langsung nikah..." kata Zee...
" gue pikir loe kenapa..." kata Maya yang meminum jus jeruknya...
" kenapa loe nyantai..."tanya Zee yang melihat Amel santai...
" ya elo...tanggal nikah di percepat malah sedih...ni gue..tanggal tunangan aja belum di tentuin...kalau nikah gue di percepat...malah seneng banget dah..." kata Maya
" ya iya lah loe seneng...loe nikah sama orang yang loe cinta..." kata Zee
" ang loe gak suka sama Rakka..." tanya Amel dengan wajah polos...
" gak..." jawab Zee datar.. membuat kedua sahabatnya menoleh ke arahnya...
" telinga loe merah tu..." kata Maya yang tau kalau Zee bohong... sontak Zee memegang i telinganya...membuat kedua sahabatnya tertawa...
.
.
.
.
.
.
.
Zee dan kedua sahabatnya berjalan ke arah parkir...dan Zee memfokuskan ke arah sosok cowok berdiri di sebelah mobil sportnya sambil memakai kacamata...dan menjadi perhatian para siswa yang hendak keluar..
__ADS_1
Zee langsung menghampiri cowok itu...yaa siapa lagi kalau bukan Rakka...
" loe ngapain kesini..." kata Zee yang sudah berdiri di depan Rakka...
" jemput loe..." kata Rakka datar...
" cie di jemput ni ye..." gurau Amel..dan lengannya langsung di dikit Maya...membuat Amel terdiam
" gue bareng Maya sama Amel aja..." ketus Zee berjalan meninggalkan Rakka...
" oke...kalau gitu gue bilang ke bunda aja...kalau loe gak mau gue jemput..." kata Rakka membuat Zee berhenti melangkah...dan berbalik menghampiri Rakka
..
" mau loe apa sih...' kata Zee yang kesal...
" jemput loe...tapi kalau loe gak mau gak papa..gue tinggal bilang ke bunda...kalau..." kata Rakka terpotong saat melihat Zee memasuki mobilnya...
dan Rakka langsung tersenyum dan memasuki mobilnya..
" gue pulang dulu ya...dadah..." kata Zee yang berpamitan ke kedua sahabatnya sambil melambaikan tangan...dan kedua sahabatnya mengangguk dan juga melambaikan tangan..
rakka langsung melajukan mobilnya keluar dari perkarangan sekolah...Maya dan Amel masih menatap mobil Rakka hingga mobil itu tak terlihat dari pandangan mereka...
" Zee kalau udah ada kata bunda..langsung menciut yaa may..." kata Amel..
" iya..." kata Maya singkat.
" moga moga gue gak punya mertua kayak bundanya Zee....pasti nakutin dah..." kata Amel lagi yang memasuki mobil Maya...
" hey loe...nyindir gue... gitu gitu dia mertua gue begoo..." kata Maya dan Amel tersenyum kikuk ...
" sory sory.... Honey..." kata Amel yang menekan kata terakhir membuat Maya malu...
.
.
.
.
.***.
Zee masih di dalam mobil Rakka ..mobil Rakka melaju dengan kecepatan sedang...di dalam mobil masih dalam suasana hening...
sampai Zee melihat ke arah jalan...bukan jalan menuju rumahnya...dan di situ suasana tidak hening lagi...
" loh ini bukan jalan ke rumah gue..." kata Zee yang melihat ke arah Rakka...
" emang..." kata Rakka yang singkat masih fokus menyetir...
" terus kita mau kemana...?" tanya Zee lagi..
"lihat aja nanti..." kata Rakka...yang membuat Zee kesal...
tak berapa lama mereka sampai di depan butik yang sangat besar... Zee melihat ke arah butik dan menoleh ke arah Rakka...
" ngapain kita kesini..." tanya Zee...
" fitting..." kata Rakka datar dan keluar dari mobil... Zee masih bingung apa yang di katakan Rakka... dan langsung keluar dari mobil dan mengikuti Rakka memasuki butik mewah itu
__ADS_1
Zee menelusuri setiap sudut ruangan itu...tampak bagus dengan banyak gaun pengantin yang terpampang...
tak berapa lama datang seorang wanita yang umurnya sekitar 35 tahunan...
" kalian udah sampai..." kata wanita itu...
" iya tan..." kata Rakka langsung mencium tangan wanita itu...dan di ikuti Zee...
" ini calon istrimu Kaka..." kata wanita itu...dan ternyata itu Tante Rakka...
" iya...kenalin ini Tante Lala adik mamaku..." kata Rakka memperkenalkan tantenya ke Zee...
" Zee Tante..." kata Zee yang kembali menyalami Tante Lala...
" kamu cantik banget Zee...mbak ana gak salah pilih..." kata Lala sambil mengusap usap kepala Zee...
" terima kasih...Tante bisa aja..." seru Zee yang tersenyum kikuk...
" ayo...silahkan duduk..." kata Tante mempersilahkan duduk... Zee dan Rakka duduk di sofa merah di ruang butik itu...
" gimana...pernikahannya mau konsep seperti apa..." tanya Lala... ke Rakka...dan Rakka menatap Zee...
" terserah loe.." kata Zee yang melihat ke arah Rakka...
" kok terserah gue...yang mau pakek gaun loe bukan gue..." kata Rakka yang melihat ke arah Zee...
"tapi..." kata Zee yang terpotong
" tapi apa...yang punya keinginan nikah...baju sesuai kemauannya siapa..." ketus Rakka memalingkan wajahnya...
" loe kok tau...keinginan gue..."tanya Zee melotot ke arah Rakka..
" pasti bunda yang ngasih tau..." gumam Zee yang kesal...
" jadi...mau pakai gaun yang gimana..." tanya Lala ke Zee...
Zee melihat sekeliling ruangan menatap satu persatu gaun...dan matanya tertuju pada gaun berwarna putih...
" Zee mau seperti itu Tan..." kata Zee menunjuk gaun berwarna putih itu...Tante Lala dan Rakka melihat gaun yang di tunjuk Zee...
" kenapa kamu memilih gaun itu Zee...kenapa tidak memilih gaun yang lain." tanya Tante yang memikat Zee memilih gaun yang tampak berbeda dari gaun yang lainnya...
" aku suka sama yang itu Tan...jadi Zee pilih itu...tapi Zee mau di bagain belakang di kasih hiasan burung bangau...pasti tambah cantik..." kata Zee tersenyum girang...
" kenapa harus ada hiasan bangau..." tanya Rakka yang menatap wajah Zee yang tersenyum bahagia...
" karena ada yang pernah bilang...burung bangau itu melambangkan kesucian cinta..." jawab Zee sambil melamun dan tersenyum...
" siapa yang bilang..."
" eh...bukan siapa siapa..." jawab Zee sadar dari lamunannya...
" jadi bisa kan Tan..." tanya Zee...
" bisa...nanti Tante buatkan...sebelum hari h pasti sudah jadi..." kata Lala melihat Zee yang girang...
Rakka dan Zee berbincang bincang dengan Tante Lala dengan rancangan pernikahan dan gaun yang ingin di pakai mereka...
yaa pastinya dengan perdebatan antara Rakka dan Zee...dan Tante Lala memilih menggabungkan ide mereka jadi satu...
meski sulit yaa😁😁😁
__ADS_1
jangan lupa like dan komen kakak cantik 😘