Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
target sesungguhnya Derren


__ADS_3

Rakka membuka pintu kamarnya dengan membawa nampan berisi susu dan nasi goreng yang di buatkan mamanya.


dia merasa malu dengan apa yang ia baru alami,dia mengira ini masih pagi.ternyata ini sudah hampir jam 1 siang,


" untung mama mengingatkanku" katanya di dalam hati sambil tersenyum sambil membawa nampan itu.dia memasuki kamarnya,tapi tak melihat istrinya di ranjang.


setelah matanya tak menemukan istrinya di ranjang,kini matanya fokus ke arah kamar mandi yang nampak tertutup dan terdengar suara dercikan air.


" oh sedang mandi" batinnya menaruh nampan berisi makanan di atas nangkas,setelah itu dia duduk di ranjang dan memainkan ponselnya.


sekitar 10 menit Rakka mendengar pintu kamar mandi nampak terbuka,pandangannya teralihkan dari ponsel dan kini melihat ke arah kamar mandi baru saja terbuka.


dia terpana saat melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan baju santainya yang panjang,dan rambut yang sedikit basah.


matanya tak berkedip,hingga suara Zee membuyarkan imajinasinya yang mulai liar di otaknya itu.


" kamu kok gak bangunin aku sih" kata Zee membuat Rakka tersadar dari lamunannya,dan menatap wajah istrinya yang manyun.


" aku sudah membangunkanmu,tapi tidurmu seperti kebo" kata Rakka berbohong,padahal dia juga baru bangun satu jam yang lalu.


" tadi kamu bilang apa?aku kayak apa" kata Zee yang kesal karena perkataan suaminya itu.


dia duduk di meja rias dengan bibir yang masih manyun,membuat Rakka begitu gemas melihat tingkah istrinya itu.


Rakka beranjak dari duduknya,dan berjalan menghampiri istrinya itu.


dengan sigap tubuhnya membungkuk,tangannya melingkar di perut Zee dan kepala di letakkan di pundak kiri istrinya itu.


" maaf,jangan marah gitu." kata manja Rakka membuat Zee bahagia,tapi dia bisa menahannya dan masih setia memanyunkan bibirnya.


" aku juga baru bangun tadi,aku lihat tidurmu nyenyak.jadi aku tidak membangunkanmu,sekali lagi maaf" kata Rakka yang meminta maaf dengan sungguh-sungguh karena dia tak ingin istrinya marah dengannya.


sontak tawa Zee pecah di kamar itu,dia tak menyangka jika suaminya seimut itu jika dia merajuk.


" kenapa tertawa" kata Rakka melepaskan pelukan dan menjauhkan tubuh dari istrinya itu.


" habisnya kamu lucu banget sih,ternyata Rakka yang dingin bisa seimut ini" kata Zee di sela-sela tawanya sampai matanya berair.


Rakka tersenyum melihat istrinya yang bisa tertawa bahagia itu,


" kamu bahagia" kata Rakka kembali memeluk istrinya itu dan meletakkan kepalanya di pundak istrinya itu.zee terdiam saat Rakka kembali mendekatkan wajahnya di lehernya,karena hembusan nafas Rakka membuatnya merinding.


" apa kamu menyukainya sayang?" tanya Rakka lagi,karena Zee tak menjawab.zee hanya menganggukkan kepalanya dan melihat wajah suaminya dari kaca itu.


Rakka menggiring istrinya untuk berjalan ke arah ranjang" kita mau kemana?" tanya Zee yang kebingungan.


" kamu duduk sini" kata Rakka menyuruh istrinya itu untuk duduk di ranjang,dia mengambil nampan yang ada di atas nangkas.


" makanlah" kata Rakka mendekatkan nampan di depan Zee.


" ini,kamu yang buat" tanya Zee yang terharu dengan usaha suaminya.


" bukan aku,tapi yang buat mama.makanlah,atau mau aku suapin" tanya Rakka dan dengan cepat Zee menolak.


" aku bisa makan sendiri" tolak Zee yang langsung menerima nampan itu dan menaruhnya di atas ranjang.


Zee mulai memakan nasi goreng itu,rasanya benar-benar enak sekali.


" enak" tanya Rakka yang duduk di depan istrinya,Zee hanya menganggukkan kepalanya .karena masih fokus setia melahap nasi goreng.


" kamu gak makan?" tanya Zee


" aku sudah makan tadi" jawab Rakka dengan


senyum terukir di wajah tampannya,lelaki muda yang dingin itu sekarang mudah sekali melihatkan senyumnya di depan istrinya.


Rakka terus memperhatikan istrinya makan,dia masih tak percaya.ternyata orang tuanya tak salah memilih pasangan untuknya.


buktinya baru beberapa hari menikah,meski tahu istrinya mantan dari sahabatnya.tapi dia masih bisa begitu bahagia,memiliki istri yang membuat harinya kini berwarna.


rasanya dia memang kalah telak dari orang tuanya,hingga dia benar benar di buat bertekuk lutut di hadapan istrinya yang cantik itu .


" kamu kenapa?" tanya Zee yang menyadarkan Rakka dari lamunannya,ya lamunan bersykurnya saat ini.


" oh gak papa,oh iya.aku juga mau kasih kamu sesuatu" kata Rakka yang tersenyum


" apa?"tanya Zee melihat suaminya itu,Rakka membuka laci dan mengambil sesuatu di dalamnya.


" ini" kata Rakka memberikan barang yang di ambil di dalam laci

__ADS_1


" paspor?" kata Zee kebingungan dan Rakka menganggukkan kepalanya.


" buat apa?"tanya Zee yang masih kebingungan.


" dua hari lagi aku bakal ada kompetisi di Hongkong,kamu akan ikut.sekalian bulan madu" kata Rakka tersenyum,tapi tidak untuk zee.dia nampak merubah raut wajahnya menjadi kesal.


" kenapa kamu gak tanya aku dulu sih "kata Zee yang sudah kesal,Rakka bingung .kenapa istrinya kesal.


" inikan kejutan" kata Rakka yang bahagia,


" aku gak mau" kata Zee yang kembali menaruh nampan di atas meja.


" kenapa?" tanya Rakka yang penasaran kenapa istrinya tidak mau.


" kamu itu lagi kompetisi,jadi kamu harus konsentrasi buat kompetisinya." jawab Zee yang melihat ke arah Rakka.


" jadi,kamu gak mau ikut aku gitu"


" gak mau,aku nunggu di rumah aja" kata Zee yang santai,sontak Rakka berdiri dari duduknya.membaut Zee kaget,karena raut wajah suaminya sudah berubah.


" kenapa gak mau?" tanya Rakka yang sedikit mulai emosi.


"itu,karena itu kamu di sana bertanding dan itu,aku gak mau mengangguk pertandinganmu" kata Zee dengan gugup,


" kamu tidak mengganggu,karena kamu istriku" jelas Rakka.


" tapi aku gak mau ikut,aku akan nunggu kamu di rumah" kata Zee membuat Rakka benar-benar marah kali ini.


" aku bilang kamu ikut ya ikut,gak ada penolakan" kata Rakka yang sedikit meninggikan suaranya,setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan kamar.


ya itulah Rakka,meski dia sudah banyak berubah.tapi dia tetap sama,tidak menerima penolakan.apa yang di katakan harus di turuti.


Zee terdiam melihat suaminya pergi meninggalkannya.


" aku mau menemimu,tapi aku takut naik pesawat" gumam Zee sedih melihat pintu kamar yang terlihat tertutup rapat.


ya Zee memiliki trauma saat dia menaiki pesawat,hingga membuatnya tak ingin menaiki pesawat lagi.


"maafin aku suamiku"gumam Zee yang nampak sedih dan merasa bersalah karena mengecewakan suaminya.


.


.


.


hingga langkahnya yang akan meninggalkan rumah terhenti saat mama memanggilnya.


" Rakka" panggilan mama membuat Rakka berhenti,dia berbalik badan dan melihat mamanya yang sedang berdiri tak jauh darinya.


" kamu mau kemana?" tanya mama,karena dia tahu menantunya di rumah.


" mau keluar ma"


" istrimu di rumah,kamu mau keluyuran" kata mama ana marah.


" kenapa mama jadi marah ke aku sih" kata Rakka yang semakin kesal.


" ya kamu salah,istri di rumah kamu malah keluar.gak temenin istri kamu,apa kalian ada masalah?" tanya mama ana


" mama tanya sendiri sama mantu mama itu,udah aka pergi dulu" kata Rakka yang meninggalkan mamanya yang masih diam tak mengerti.


.


.


.


berbeda dengan Zee,Amel sedang memeluk Maya yang sedari tadi menangis di kamarnya.


" sabar,mungkin loe salah paham sama bang zuu" kata Amel yang masih setia memeluk Maya.


" salah paham dari mana,dia itu hari ini udah bohong sama gue poni.dan loe lihat,dia gak ngabarin gue lagi" kata Maya yang menagis sambil memperlihatkan ponselnya yang tak ada pesan sama sekali dari zuu.


" ya gimana ya,apa gue telpon Zee aja" kata Amel,tapi Maya menolak.


" jangan,gue gak mau bikin Zee semakin banyak masalah" kata Maya


" oh iya,gue lupa kalau dia juga ada masalah"

__ADS_1


" oh,kenapa semua sahabat suami Zee membuat masalah" kata Amel yang menghelangkan nafas beratnya.


" semua sahabat Zee" kata Maya yang kebingungan,membuat Amel gugup.


" maksud gue si Gaga,iya si Gaga" kata Amel yang gugup,membuat Maya curiga.tapi dia tak ingin memaksa Amel untuk cerita,karena hari ini dia juga bermasalah,jadi jika Amel cerita dia juga tak akan mengerti.


.


.


.


.


berbeda dengan Amel,lelaki yang sedang duduk di pinggir lapangan basket dengan kaos lengan pendeknya itu terus menatap ke arah ponsel miliknya,tak henti-henti dia melihat ponselnya dan menggeser ponsel itu berkali-kali dengan senyum terukir di wajahnya.


" sepertinya loe punya mangsa baru" kata seseorang yang duduk di sebelahnya.


" eh elo ka,ngagetin aja" kata lelaki itu,ya dia adalah Derren dan yang barusan datang adalah Rakka.


" loe boleh cari mangsa cewek manapun,tapi jangan sahabat istri gue" kata Rakka yang fokus menatap ke arah depan.


" apa maksud loe,gue gak ngerti" kata Derren yang pura-pura tak tahu apa yang di maksud Rakka.


" jangan pura-pura gak tahu,gue tahu apa yang loe lakuin beberapa hari ini di luaran sana" kata Rakka


" ah loe,masih tetep sama aja.gak seru deh,kalau berurusan sama loe" kata Derren yang kalah telak dengan sahabatnya itu.


yaa Derren tahu,jika sahabatnya itu akan tahu apapun yang dia lakukan.tapi dia tahu,itu karena sahabatnya menghawatirkannya.jadi menurutnya itu hal yang wajar.


" gue bisa aja gak peduli,jika itu bukan sahabat istri gue.jadi loe jangan main-main sama sahabat istri gue,atau loe tahu akibatnya" kata Rakka yang kembali berdiri dari duduknya,rasanya tadi dia ingin bercerita dengan sahabatnya.tapi setelah dia tahu foto Amel di ponsel Derren, diurungkan niatnya untuk bercerita.


" loe mau kemana?" tanya Derren


" pulang,niatnya gue mau cerita ke elo.eh liat foto di hp loe,gue gak jadi cerita.udah dulu ya" kata Rakka yang hendak berjalan pergi,tapi terhenti saat Derren memanggilnya.


" Rakka" panggil Derren yang masih setia di tempat duduknya,membuat Rakka berhenti berjalan.


" kali ini dia bukan mangsa gue,tapi target sesungguhnya gue" kata Derren membuat Rakka menghembuskan nafas kasarnya.


" jika loe memang serius,gue bakal dukung.tapi jika loe cuma buat dia jadi mangsa doang,gue bakal beri perhitungan sama loe.meski loe sahabat gue" kata Rakka setelah itu dia pergi meninggalkan Derren yang masih diam dengan pikirannya sendiri.


ya Rakka tahu,jika Derren adalah seorang playboy.yang hobinya gonta-ganti pasangan hanya untuk memuaskannya di ranjang.


tapi Rakka tak pernah menyalahkan sahabatnya itu,karena dia tahu apa yang di alami sahabatnya dulu.yang di hianati cinta pertamanya hingga membuatnya menjadi sekarang.


Derren juga melakukan ini bukan karena memaksa mereka untuk memberikan kepuasan ke Derren,tapi ini karena sama-sama untung.


Derren mendapatkan kepuasan dan wanita-wanita itu mendapatkan apa yang di inginkan.misalnnya uang atau ketenaran.


tapi Rakka tahu,jika Derren mengatakan jika itu target sebenarnya.itu tandanya,dia akan serius dengan wanita yang merupakan target itu.ya seperti bukan mainan yang biasa dia pakai,lalu di buang,tapi target mengisi hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


**maaf ya alurnya kesana kemari,karena author juga mau cerita tentang sahabat-sahabat dari pemeran utama.😁😁😁


oh iya,maaf baru bisa update karena author lagi sakit.minta doanya ya semoga author cepet sembuh.biar bisa nulis tiap hari buat kalian.


sekali lagi terimakasih,jangan lupa tinggalkan. jejak.


like


rate


vote


coment

__ADS_1


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻**


__ADS_2