
flashback on
Rakka keluar dari mobilnya dan memasuki rumah keluarga Kurniawan...
" sayang selamat datang kembali...mama kangen..." kata mama ana yang menyambut putra bungsunya...dan di dampingi papa Danu
" Rakka juga kangen mamah dan semua..." kata Rakka yang memeluk mamanya..
" hey jagoan selamat yaa..." kata papa Danu yang merentangkan tangannya dan di sambut oleh Rakka...
" makasih pa.. " kata Rakka yang memeluk papanya..
" dimana kakak..." tanya Rakka yang mencari Arga..
" dia masih ada kerjaan...nanti kalau kerjaannya udah selesai..dia langsung pulang.." kata mama ana..
" ayo masuk sayang..." kata mama ana..dan mereka berjalan memasuki rumah...
saat Rakka asik berbincang dengan kedua orang tua...Arga datang...dan langsung duduk di sebelah Rakka...
" udah pulang.." kata Arga ..
" udah dong...gimana..aku udah jadi juara sea gemes Lo... jadi mobil buat aku yaa..." kata Rakka..
" ya ambil aja.. kalau gak gara gara mobil,mana mungkin kamu juara." kata Arga...
" hey sebelumnya aku juga udah menangin banyak juara yaa... siapa suruh kakak taruhan pakek mobil kakak..." kata Rakka...
" udah udah kalian berdua..." kata mama ana...
" Arga gimana kabar mawar..." tanya mama ana ke Arga... yaa mawar itu tunangan Arga..yang kini sedang kuliah di luar negeri..
" ah gak tau lah mah..." kata Arga yang berdiri dan berjalan menuju kamarnya...
" anak itu Sampek kapan bisa buka hati buat mawar pa..." kata mama ana...
" sabar..semua ada jalannya.." kata papa Danu...
" lagian mama ngapain jodohin kak Arga segala sama kak mawar..udah tau kak Arga gak cinta sama dia.." kata Rakka yang menikmati kue bikinan mamanya..
" kamu mau kakakmu jari Jaka tua..." kata mama ana...
" lagian kak mawar itu gak pantes buat kak Arga..." kata Rakka...
" kamu tau dari mana mawar gak pantes sama kakakmu...dasar bocah nakal..." kata mama ana yang sudah mulai memukul mukul lengan anaknya...
" ampun ma ampun...pa tolong Rakka.." kata Rakka yang kesakitan di pukuli mamanya..meski cuma bercanda...
" udah mah..kasian Rakka. baru pulang juga udah di pukul..." kata papa Danu...dan mama ana langsung menghentikan pukulannya...
" Rakka ada yang mau papa bicarakan..." kata papa Danu...
"apa pa.." kata Rakka...
__ADS_1
" kamu taukan kakek selama ini selalu merawat kamu dan dukung kamu jadi atlit..." kata papa Danu
" iya..Rakka tau...lalu.." tanya Rakka...
" sebelum kakek meninggal..dia sempat berpesan sama papa..." kata papa Danu.
" pesan apa..." tanya Rakka..
" kakek pengen jodohin cucunya sama cucu temannya..." kata papa Danu..
" oh jadi kak Arga sama kak mawar itu di jodohin karena pesen kakek toh..." kata Rakka..
" bukan sayang...itu karena kakakmu udah berumur...jadi mama jodohin sama anak temen mama..." kata mama ana...
" terus..siapa yang mau di jodohin." kata Rakka...
"kamu Rakka..." kata papa Danu..
" apa..." kata Rakka yang kaget...
" pa papa pasti bercanda kan..." tanya Rakka..
" papa serius.." kata papa Danu.
" pa Rakka udah punya pacar...Rakka sangat mencintai Selly...." kata Rakka...
" papa tau kamu sudah punya pacar...tapi pacar kamu itu bukan perempuan baik baik..." kata papa Danu..
" kalau baik itu..gak bakal berpakaian gak sopan di depan banyak orang..." kata mama ana..
" ma itu semua cuma karena tuntutan kerja aja..." kata Rakka...
" Rakka mama gak suka kamu jalanin hubungan sama dia..." kata mama ana..
" ma kenapa mama ngatur kehidupan Rakka..Rakka bukan kak Arga yang bisa di atur.." kata Rakka yang meninggikan suaranya...
" Rakka kamu bentak mama..." kata mama ana yang mulai memegangi dadanya.dan tiba tiba pingsan...karena bentakan Rakka...
" ma mama gak papa...Arga cepat panggil dokter Ivan..." teriak papa Danu yang sudah mengendong istrinya...
" minggir..." kata papa Danu saat Rakka ingin menghawatirkan mamanya..
" kamu memang anak durhaka..." kata papa Danu yang berjalan meninggalkan Rakka yang diam mematung...
"ah shit..." kata Rakka yang mengacak acak ributnya frustasi...
tak berapa lama dokter Ivan datang...dan memeriksa mama ana...
" gimana istri saya Van.." tanya papa Danu..
"sudah saya bilang...dia punya penyakit jantung....jangan membuatnya banyak pikiran..dan membuatnya syo...." kata dokter Ivan...
" ini masih tahap awal..bisa di rawat di rumah..jika parah harus di bawa ke rumah sakit.. buatlah dia selalu bahagia..." kata dokter Ivan yang menepuk pundak Danu...
__ADS_1
" ya udah aku pulang dulu..." kata dokter Ivan..
" iya Van..makasih yaa... aku antar Van.." kata papa Danu yang mengantarkan dokter Ivan keluar...
Arga langsung menarik lengan adiknya untuk keluar kamar mamanya...
" apa sih kak sakit..." kata Rakka tangannya udah di lepas Arga...
" apa salahnya sih ka menuruti keinginan mama..." kata raga
" mama ingin yang terbaik buat kamu..." kata Arga... yaa kakak yang jarang banyak bicara kini dia sangat banyak bicara menurut Rakka..
" menurut kakak ini yang terbaik... apa kakak sendiri juga berfikiran begitu..apa kakak juga berfikir kak mawar itu yang terbaik... " kata Rakka
" apa menurut kakak jika kak mawar itu wanita baik buat kakak...wanita yang sekarang sedang selingkuh di luar sana.." kata Rakka...
" cukup ka..." kata Arga ke Rakka...
" kenapa ...kakak juga gak bisa bilang ke mama kalau pilihan mama itu bukan yang terbaik. kenapa kakak gak memikirkan kebahagiaan kakak.." kata Rakka...
" kakak gak mau mama kayak gini..." kata arga membuat Rakka terdiam...
" jadi turutilah keinginan mama ka... aku yakin pilihan mama itu yang terbaik buat kamu.." kata Arga...
" kakak tau kan aku udah punya Selly...terus kenapa kakak nyuruh aku buat Nerima perjodohan konyol ini dan kakak bilang dia yang terbaik buat aku." tanya Rakka yang mulai kesal...
" karena kakak tau Selly bukan yang terbaik buat kamu...dan kakak sudah menyelidiki calon yang dipilih sama kakek..." kata Arga yang tau kelakuan Selly di belakang Rakka...yang hobinya ke bar dan selingkuh di belakang adiknya...
" dari mana kakak tau jika dia terbaik buat Rakka..." tanya Rakka..
" karena kakak sudah pernah melihatnya..." kata Arga...
" tinggalkan Selly dan terimalah perjodohan ini .. ini semua yang terbaik buat kamu..." kata Arga yang meninggalkan Rakka...
"ah sial...seperti apa perempuan itu sebenarnya..." gumam Rakka...dan langsung pergi meninggalkah rumah...
.
.
.
.
.
.
.
.
🙂🙂
__ADS_1