Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
membongkar rahasianya


__ADS_3

kini Zee sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk miliknya...matanya terus menatap langit langit kamarnya...


Zee mengingat kembali perkataannya ke ganendra di restauran tadi...." kenapa aku begitu jahat sama dia..." gumam Zee yang merasa bersalah karena berkata kasar ke ganendra...


suara dering ponsel membuyarkan lamunan Zee...melihat siapa yang memanggilnya ternya Rakka...


" ****** gue.." kata Zee menepuk jidatnya...


dengan rasa was was Zee mengangkat panggilan itu...


" hallo" Zee


" belum tidur.." Rakka


" ini mau tidur...ada apa...?" tanya Zee


"tadi kamu ketemu sama siapa...?" Rakka


"maksudnya...?" tanya Zee yang pura pura


"tadi kamu di restauran ketemu sama siapa...?" Rakka


"kan aku tadi sudah bilang.ketemu sama amel..." Zee


"jangan bohong...telinga kamu merah.."Rakka


" siapa yang bohong...aku gak bohong.." Zee


" baiklah...kalau kamu gak jujur aku bakal telpon Amel langsung dan menanyakannya sendiri..." kata Rakka...membuat Zee panik..


" udah yaa...aku matiin telponnya..." Rakka


" Rakka.." Zee memanggil Rakka tapi telponnya keburu di akhiri sama Rakka...


" hallo Rakka hallo..." panggil Zee yang melihat Rakka mengakhiri panggilannya...


"Amel..." kata Zee yang langsung menghubungi sahabatnya itu...tapi nomer sahabatnya itu tidak aktif...


" ****** gue..ini semua gara gara bunda..." kata Zee kesal...dan mengingat kejadian dimana bunda membongkar rahasianya...


" tunggu...kenapa gue jadi yang takut yaa...dia belum ngasih bukti ke gue..." gumam Zee lagi...


flashback on


mobil Rakka berhenti di depan rumah Zee...


" kamu mau kemana...?" tanya Zee yang melihat Rakka hendak keluar dari mobilnya...


" mau salam dulu ke bunda...." kata Rakka... yaa pasalnya bunda sudah berdiri di teras depan rumahnya...


" gak usah kamu langsung pulang aja..." kata Zee


" kenapa begitu...?"


" kamu mau di marahi sama bunda..


" di marahi...?"tanya Rakka dan Zee menganggukkan kepalanya...


" iya..bunda tu kalau marah serem.kayak macan yang mau makan mangsanya..."jelas Zee... Rakka terkekek...


" udah gak papa ...ayo.." kata Rakka yang keluar dari mobil...dan berjalan membukakan pintu untuk Zee...


" ayo..." ajak Rakka...Zee merasa malas dan akhirnya keluar dari mobil...


Rakka berjalan menghampiri calon mertuannya itu..di ikuti Zee dari belakang...


Zee melihat tatapan bunda yang menakutkan...membuat nyali Zee benar benar menciut...


" malam Bun..." kata Rakka sambil mencium tangan bunda...

__ADS_1


" kalian habis dari mana...? kalian tahu kan kalau kalian itu lagi di pingit..." kata bunda


" Rakka tahu Bun...tapi tadi Rakka ketemu Zee juga gak sengaja...akhirnya Rakka anterin pulang .." jelas Rakka...


" emang kamu tadi kemana Zee...? " tanya bunda melihat ke arah Zee...


" habis ketemu Amel Bun..." kata Zee cengengesan...


" benarkah...tapi kenapa telingamu merah..." tanya bunda membuat Zee kebingungan dan Rakka juga kebingungan karena tak tahu...


" jangan bohong Zee...kalau kamu bohong telingamu merah tu..." kata bunda...


" telinga merah...?" tanya Rakka


" iya...oh iya kamu gak tahu yaa nak Rakka...kalau Zee berbohong telinganya merah kayak gitu .." kata bunda sambil menunjuk telinga Zee yang merah...


Rakka melihat ke arah telinga Zee yang benar benar merah...


" Zee gak bohong ..udah ah Zee mau masuk..." kata Zee yang berjalan masuk ke kamar meninggalkan Rakka dan bunda...


" bisa ****** gue kalau gue ketahuan bohong sama Rakka..." batin Zee yang berjalan memasuki kamarnya...


" jadi kamu harus ingat yaa nak Rakka...nanti kalau Zee berbohong itu telinganya merah...semua yang sudah mengenal Zee tahu itu..." jelas bunda dan Rakka mengangguk ..


" masak ada kayak gitu...kalau itu benar . jadi dia bohong dong tadi ... terus dia ketemu siapa..." batin Rakka yang melamun...


" Rakka..." panggil bunda membuat Rakka sadar dari lamunannya...


" iya Bun..." kata Rakka


" bunda tahu kalian masa masa di mana kalian ingin bertemu...tapi masak gak ketemu beberapa hari aja gak betah..." kata bunda membuat Rakka terdiam...pasalnya Zee tadi tidak bersamanya...


" tapi Bun tadi..." kata Rakka terpotong...


" iya bunda tahu...tapi sabar buat beberapa hari kedepan yaa.." canda bunda...


.


.


flashback off..


berbeda dengan Zee...suara dentuman musik membuat seorang lelaki yang sudah terkapar karena banyak minum...tak membuatnya berhenti meminum minuman yang mengandung alkohol itu...


" ga ayo balik..." kata temannya itu...yaa siapa lagi kalau bukan Derren yang mengajak ganendra untuk pulang...


" gue gak mau balik...gue mau disini..." kata ganendra yang kembali meminum air yang mengandung alkohol itu...


" udah ayo balik...loe udah mabuk.." kata Derren...


" gue gak mabuk...loe tahu itu.." kata ganendra yang kembali minum


" gimana...?" tanya seseorang yang baru datang...yaa dia adalah Rakka..


" nih..gue paksa buat balik..tapi gak mau..." jelas Derren


" ya udah gue urus ganendra...loe urus tu minuman..." kata Rakka yang memapah ganendra keluar dari bar...dan Derren mengurus pembayaran...


" loe tu kenapa si ga...pakek acara mabuk segala..." kata Rakka sambil memapah ganendra...


" gue gak mabuk..." kata ganendra yang sudah teler itu...Rakka hanya menghembuskan nafas kasarnya...


Rakka memasukkan ganendra ke kursi belakang mobilnya...tapi sebelum masuk mobil ganendra mengucapkan kalimat yang membuatnya binggung...


"eh elo ka... loe ngapain disini...loe beruntung banget,gue iri sama loe..." kata ganendra sambil menepuk pipi Rakka...


" masuk ga..." kata Rakka mendorong ganendra untuk masuk mobilnya...setelah masuk Rakka memutari mobilnya dan masuk di kursi kemudinya...


tak berapa lama Derren datang dan masuk di ke mobil dan duduk di kursi sebelah Rakka...

__ADS_1


" gimana...udah.." tanya Rakka yang melihat ke arah Derren...


" udah..kita bawa kemana nih...." tanya Derren...


" pulang ke rumahnya lah...mau kemana lagi..." kata Rakka menjalankan mobilnya...


beberapa kali ganendra memanggil manggil nama Zee..." yemi...yemi..." kata yang berulang kali ganendra ucapkan...


Rakka yang mendengar ganendra memanggil nama itu...seperti nampak tak asing baginya...seperti pernah mendengar nama itu.tapi dimana...? Rakka sendiri juga lupa...


" dari tadi dia nyebut nyebut nama itu..." kata Rakka yang masih fokus menyetir...dan sesekali melihat ganendra di balik kaca...


" iya..." kata Derren yang pura pura tak tahu apa apa...


" sebenarnya ada apa...kenapa dia Samapi kayak gini..." tanya Rakka ke Derren...


" gue juga gak tahu...dia cuma bilang tadi ketemu sama gadis yang di cintainya itu.." jelas Derren


" terus..."


" dia cuma bilang gadis itu gak mau menerima barang pemberiannya...." kata Derren sambil melihat ke arah ganendra...


" gadis yang bernama yemi itu...?" tanya Rakka...


" mungkin..."


" gue jadi penasaran sama tu gadis.. bisa bisanya buat sahabat gue kayak gini..." kata Rakka yang kesal...


" jangan Sampek deh loe ketemu gadis itu.." kata Derren


" kenapa...loe kenal dia juga..?" tanya Rakka


" gue gak kenal sih... tapi gue pernah ketemu dia sekali..." jelas Derren...


" seperti apa itu gadis...?" tanya Rakka penasaran...


"yaa kayak gadis... tapi gue akui dia memang berbeda..makanya ganendra bisa jatuh cinta sama dia... kalau gue jadi ganendra,gue mungkin bakalan sama kayak dia..." kata Derren menyandarkan tubuhnya di kursi duduknya dan memejamkan matanya...


" gue jadi penasaran sama tu gadis yang di cintai ganendra..." kata Rakka..


" pokok jangan Sampek deh loe tahu gadis itu..."


" kenapa...?"


" karena gadis itu..." kata Derren terpotong...


" lagian gue gak bakal kali suka sama gadis itu...loe tahu sendiri gue punya tunangan dan bentar lagi gue nikah..." kata Rakka...


" makanya gue bilang mending loe gak tahu gadis itu...gue takut loe ninggalin tunangan loe..." kata Derren...


"itu gak mungkin lah..."kata Rakka terkekek...


"ya terserah loe lah..."kata Derren yang tak bisa berbicara lagi....


" kalau loe Sampek tahu gadis yang di cintai ganendra adalah tunangan loe...gue gak tahu deh reaksi loe bakal kayak gimana...?" batin Derren yang memperhatikan Rakka yang masih fokus menyetir...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2