Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
bercanda gue bercanda


__ADS_3

Zee dan Rakka sedang menikmati sarapan pagi dengan kedua orang tua Zee .


" hari ini,kalian mau kemana?" tanya ayah ke mereka berdua,yang membuat mereka berdua menoleh ke arah ayah.


" hari ini Rakka ada meeting di kantor yah" jawab Rakka,


" kamu itu baru pulang,udah kerja aja.nanti ayah bakal marahin mas Danu,anak baru pulang udah di suruh kerja aja" kata ayah


" kayak ayah bisa marah aja" kata Zee yang membuat ayah melihat ke arahnya.


" gak apa-apa yah,ini juga udah kewajibanku.lagipula aku gak keberatan kok" kata Rakka.


" kewajiban apa?" tanya Zee yang masih bingung.


" kewajiban buat ngurus perusahaan,karena papa gak pernah melarang aku dan kakak buat mengejar cita-cita.asal tetap mengurus perusahaan.karena itu perusahaan yang di dirikan kakek" jelas Rakka ke istrinya yang kini sudah mengerti.


" oh" kata Zee yang sudah mengerti dan menganggukkan kepalanya.


" kamu hari ini di rumah aja,gak kemana-mana kan Zee?" tanya bunda ke Zee...


" hari ini aku mau ketemu sama Amel dan Maya Bun" kata Zee


" kamu udah izin suamimu"tanya bunda.


" udah,dan di izinkan" kata Zee,ya memang Zee udah izin ke suaminya,dan Rakka mengizinkan.asal cuma dengan kedua sahabatnya dan gak boleh ada lelaki.


" bagus deh kalau gitu," kata bunda..yang melihat anak dan menantunya yang nampak kompak dan bahagia.


"akhirnya anakku bisa tersenyum seperti itu lagi," batin bunda yang melihat senyum anak bungsunya yang nampak bahagia bersama suaminya itu,tanpa di sadari sebutir air menetes keluar dari matanya.


" bunda,bunda kenapa nangis" tanya Zee yang menyadari bundanya menangis.


" bunda gak nangis,bunda bersyukur kamu bisa tersenyum seperti sekarang.karena bunda udah lama gak melihat senyum seperti itu" kata bunda yang membuat Zee langsung beranjak dari duduknya dan langsung memeluk bundanya.


" Zee janji,Zee bakal tersenyum seperti ini terus" kata Zee yang memeluk bundanya.


" iya,bunda tahu.." kata bunda membuat ayah tersenyum melihat anak dan ibu yang kini saling berpelukan itu.


begitupun juga Rakka,yang ikut bahagia melihat istri dan mertuanya berpelukan itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


pukul 10 pagi.


Zee dan kedua sahabatnya sedang menikmati suasana kafe yang biasa mereka tongkrong i.


"woy,kenapa pada bengong sih" teriakan Zee membuyarkan lamunan kedua sahabatnya yang pada nampak melamun.

__ADS_1


" loe ngagetin gue aja" kata Amel yang tersadar dari lamunannya dan pura-pura kaget.


" gak lucu loe" kata Zee yang tahu jika Amel pura-pura kaget.


" kalian berdua kenapa sih?" tanya Zee yang bergantian melihat sahabatnya.


" May,loe berantem sama Abang gue?" tanya Zee yang melihat Maya dan Maya mengalihkan pandangannya yang awalnya melihat ke arah gelas yang ia pegang kini beralih ke arah Zee.


" sedikit" kata Maya yang membuat Zee penasaran.


" kenapa?"


"sepertinya ada wanita yang deketin bang zuu" kata Amel


" siapa?,kok gue gak tahu?" kata Zee penasaran


" loe tu adiknya,tapi malah kagak tahu" cerocos Amel.


" kan gue habis pulang,"jawab Zee santai


" sepertinya polwan baru" kata Maya yang membuat Zee dan Amel langsung melihat ke arahnya.


" gue gak tahu sih itu beneran apa enggak,gue bingung" kata Maya lagi,membuat Zee menepuk pundak sahabatnya itu.


" may,bukannya gue mau belain Abang gue.tapi gue kenal Abang gue.sejak kepergian mbak Vera dia gak pernah Deket sama cewek kecuali gue sama bunda.dan sekarang sama loe" jelas Zee ke Maya agar dia gak berpikir aneh-aneh tentang kakaknya.


" menurut gue juga gitu sih,lagian itu ya bang zuu itu kayak patung berjalan.dan cuma sama loe aja gak kayak gitu" kata Amel yang juga memberi penjelasan agar Maya tak berpikiran aneh-aneh.


" ya ya,gue tahu.gue rasa kalian tu selalu belain bang zuu dari pada gue"


" ya pastilah,kan dia Abang gue" canda Zee membuat Maya melototkan matanya.


" oh ya Mel,dan loe kenapa?" tanya Zee yang kini beralih ke Amel.


" gue,gue emang kenapa?" kata Amel yang pura-pura tak terjadi apa-apa.


" jangan bohong loe,gue jitak loe. sekarang loe tinggal dimana?" tanya Maya


" galak amat Bu,belum juga nikah sama pak polisi.udah galak kayak ibu negara aja" elah Amel,tapi dapat tatapan dari Zee dan Maya membuat Amel tak bisa membohongi sahabatnya itu.


" gu..gu.gue sekarang tinggal di rumah kak derren" jawab Amel lambat.


" apa?" kata Zee dan Maya bersamaan.


" derren si pemain basket itu" tanya Maya dan Amel mengangguk


" derren sahabat suami gue" tanya Zee dan Amel mengangguk lagi.


" Mel,loe.." kata Maya yang hendak marah tapi di hentikan sama Zee


"menurut gue,loe bakal aman sama dia" kata Zee yang menyetujui Amel tinggal di rumah derren.


" tapi Zee,dia itu lelaki yang" kata Maya yang terpotong lagi karena perkataan Zee.


" playboy,suka gonta-ganti ganti pasangan gitu" kata Zee dan Maya menganggukkan kepalanya.


" tenang aja,dia gak bakal kayak gitu ke Amel." kata Zee yang percaya pada derren.


" sejak kapan loe percaya dia gak bakal kayak gitu," kata Maya penuh selidik.


" sejak suami gue cerita" kata Zee santai.

__ADS_1


" cerita apa?" kata Amel dan Maya bersamaan.


" kasih tahu gak yaa" kata Zee yang menggoda sahabatnya.


" Zee" kata kedua sahabat Zee bersamaan.


" oke-oke gue cerita" kata Zee...


...flashback on....


Rakka dan Zee kini menikmati angin sepoi-sepoi di balkon kamarnya.


" rasanya nyaman banget," kata Zee yang duduk di sebelah Rakka yang sedang fokus dengan layar laptopnya.


" Rakka" panggil Zee


" hm"


" lihat apa sih?" tanya Zee yang juga penasaran.


" loh itu bukannya kak derren" kata Zee lagi saat dia tau jika yang sedang di tonton suaminya itu adalah derren yang sedang tanding.


"iya,dia lagi tanding di Kuala lumpur" kata Rakka yang masih fokus melihat laptopnya.


" oh," kata Zee yang mengangguk-anggukkan kepalanya.


" hari ini dia ulang tahun" kata Rakka,membuat Zee menoleh ke arah suaminya itu.


" kamu udah ngucapin selamat ulang tahun ke dia apa belum?" tanya Zee


" ponselnya mati" kata Rakka yang masih fokus melihat derren di laptopnya


" oh"


" saat ulang tahu,dia gak akan menyalakan ponselnya" kata Rakka yang kini melihat Zee..


" emang kenapa?" kata Zee yang melihat suaminya itu nampak sedih


" karena dia gak mau mengingat lagi hari ulang tahunnya" jelas Rakka yang kembali melihat laptopnya.


" karena di hari ulang tahunnya dia tahu jika orangtuanya bercerai" kata Rakka,Zee yang mendengar perkataan Rakka hanya bisa diam.dia tak percaya jika derren mengalami masa sulit seperti itu.


" mungkin menurut orang-orang dia adalah playboy yang suka gonta-ganti pasangan,dan hobinya menghabiskan uang orang tuannya.tapi itu adalah pemberontakan dia agar orang tuannya tahu jika dia menderita" jelas Rakka.


" tapi mainin perempuan itu salah"kata Zee


" memang salah,tapi dia juga punya batasannya" jelas Rakka agar istrinya tak memandang sahabatnya sebelah mata.


"batasan gimana?" Zee yang kebingungan.


" suatu saat kamu pasti tahu,oh ya dan dia gak bakal aneh-aneh ke amel" jelas Rakka


" Amel,maksud kamu dia mau deketin Amel" kata Zee lagi.


" aku juga gak tahu,tapi aku sudah memperingatkan dia dan dia juga bilang kalau Amel itu berbeda dari yang lain" kata Rakka dan Zee menganggukkan kepalanya.


.


.


. flashback off

__ADS_1


__ADS_2