
Chapter 10. -Hari Pertama Bekerja Di Perusahaan-
Pagi harinya sangat cerah. Matahari menembus jendela dan menyinari wajah mulus Alena. Dia mengganti posisinya agar tak tersorot cahaya matahari.
Tiba tiba saja, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang, tapi tak ada jawaban dari dalam. Orang yang mengetuk pintu itu langsung masuk ke dalam.
"Kakak, ayo bangun! Jangan seperti sapi uang sedang tidur dong. Katanya mau ke perusahaan sama Ayah!?" Tanyanya seseorang sembari mengguncangkan tubuh Alena.
Alena mengerang, "Engghhh..., Apa sih!? Ganggu aja!" Lanturnya Alena dalam keadaan setengah sadar.
"Kakak, ayolah. Katanya kau mau pergi ke perusahaan..!!" Arnon terus mengguncang tubuh Alena.
Dia terbangun lalu melihat alarm yang berada tak jauh darinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.45.
"Apa apaan ini!? Kenapa tak ada orang yang membangunkan aku? Aku terlambat!!" Ucapnya Alena dan bangun dengan terburu buru, setelah itu, dia mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi yang tersedia di kamarnya.
Arnon yang sudah bersiap untuk berangkat kuliah itu langsung pergi meninggalkan kamar Alena. Dia pergi ke bawah dan mengambil mobil untuk berangkat sekolah.
Saat Alena sudah memakai pakaian, dia langsung berlari ke bawah untuk mengambil sarapan. Terlihat jika Tn. Bram dan Ny. Rika sedang berada di meja makan.
Alena menghampiri mereka dan bergabung. Dia mengambil sepotong sandwich lalu memakannya.
"Kapan akan berangkat?" Tanyanya Alena sembari menggigit sandwich.
"Sebentar lagi." Jawabnya Tn. Bram ketus.
"Oh? Jaji alo itu, au isa onton dlakol dulu..., (Terjemahan : Oh? Jadi kalau begitu, aku bisa nonton Drakor dulu...,)" Ucapnya Alena kesusahan berbicara, dia berbicara dengan remahan sandwich yang berjatuhan.
"Sangat tak sopan! Apa seperti ini kau di ajarkan oleh keluarga ini?" Tanyanya Tn. Bram dengan nada tinggi, Ny. Rika tersenyum menyeringai licik.
__ADS_1
"Berani sekali kau memarahi aku!! Sopan tidak sopan nya diriku tergantung kalian. Dan untuk Ny. Rika, Sekarang kau bisa tertawa sepuasnya...!! Lihatlah nanti pembalasan dariku!!" Batinnya Alena menahan amarah.
"Sudahlah suamiku..., Alena masih kecil." Ucapnya Ny. Rika berpura pura baik. Tn. Bram menghela nafas kasar.
"Kalian berangkat lah..., Sekarang sudah hampir waktunya masuk jam kerja." Ucapnya Ny. Rika lembut, sembari mengelus rambut Alena pelan, lalu mencium pipi Alena.
Alena dan Tn. Bram berangkat ke kantor. Saat di perjalanan, Alena mengambil tissue basah lalu di usapkan kekepala nya yang sudah di sentuh oleh Ny. Rika.
Dia mengambil hand sanitizer lalu menyemprotkan nya pada pipi yang di cium oleh Ny. Rika, lalu mengelap nya memakai tissue basah yang baru.
"Kalo bekas ciumannya tidak di bersihkan, nanti bakalan ada virus baru lagi.." Ketusnya Alena dalam hati sembari membersihkan pipinya itu.
****************
Saat sampai di perusahaan, Alena keluar bersama dengan Tn. Bram. Mereka masuk ke dalam gedung dengan anggun.
Sementara Alena masih berdiri di dekat Tn. Bram dengan wajah datarnya. "Siapa itu?" Tanyanya datar.
"Dia Kay, wakil direktur utama. Kau dan dia nantinya akan banyak bekerja sama." Balasnya Tn. Bram sembari duduk di kursinya. Alena mengepalkan tangannya.
"Suatu hari, aku yang akan menduduki kursi itu!" Batinnya Alena dengan kepalan tangannya yang semakin kuat.
Beberapa saat telah berlalu, Pria yang tadi pergi itu datang lagi. "Semua sudah berada di ruangan." Lapornya Kay sembari membungkukkan badannya.
"Apa yang dia hormati? Apakah si tua bangka ini? Cuih!! Itu sangat menjijikkan..!!!" Batinnya Alena sembari menatap jijik ayahnya yang masih duduk di kursinya itu.
"Baiklah..., Aku akan segera kesana!" Ucapnya Tn. Bram lalu bangkit dan pergi menuju ruangan rapat. Aku mengikutinya dari belakang.
Saat sampai di ruangan rapat. Semua orang sedang bergosip, dan ada juga yang tidur. Alena menatap mereka semua dengan tajam. Sungguh tak ada sopannya!
__ADS_1
"Apa mereka bekerja seperti ini?" Batinnya Alena melirik Tn. Bram.
"Sangat bagus...!" Ucapnya Alena menyindir. Seketika semua orang terdiam lalu menoleh ke arah Alena.
"Beginikah caramu mengelola perusahaan?" Tanyanya Alena. Jelasnya, dia tak bersikap sopan kepada ayahnya, karena dia yang lebih berkuasa di perusahaan itu meski pangkatnya hanya sebagai security yang berjaga di luar.
"Semuanya bersikap lah sopan!! Jangan terlalu banyak bergosip dan serius lah!!" Tegasnya Tn. Bram.
"Dan semuanya..., Perkenalkan, ini adalah putri sulung saya. Dia akan mulai bekerja di sini mulai hari ini sebagai Wakil Direktur Utama Perusahaan!" Lantangnya Tn. Bram yang membuat semua orang terkaget-kaget.
"Aku Alena Grazia, semoga bisa bekerjasama dengan baik!" Ucapnya Alena dengan wajah datar.
"Tapi Pak.., Anda tak bisa begitu! Kita harus melihat seberapa hebatnya anak bapak dalam mengelola perusahaan!!" Tepisnya salah satu karyawan yang sudah di suap oleh Tn. Bram.
"Baiklah..., Kalau begitu! Bagaimana jika kita memberikan tantangan pada putriku. Kita mempunyai sebuah supermarket di kota H yang mengalami kemunduran dan hampir bangkrut. Jika kau bisa membangkitkan kembali supermarket itu, maka kau akan di Lantik sebagai Wakil Direktur Utama secara resmi!"
Ucapnya Tn. Bram menjelaskan panjang lebar. Alena terdiam sejenak. "Sungguh, rencana yang bagus!!" Pikirnya Alena dengan kesal.
"Apa kalian setuju?" Sambungnya Tn. Bram bertanya.
Semua orang terdiam sejenak, se-per sekian detik kemudian, "Setuju...," Jawab mereka serempak.
"Dan bagaimana dengan mu putriku?" Tanya nya lagi pria itu. Alena berfikir keras. Jika dia mundur, maka sia sia usahanya selama ini.
"Baiklah, aku menerima tantangannya. Berapa banyak waktu yang perlu aku gunakan?" Ucapnya Alena bertanya balik.
"Cukup 1 bulan saja. Setelah itu jika kau berhasil, maka aku akan langsung mengadakan pelantikan dan melantik mu menjadi wakil direktur utama secara resmi!"
Balasnya Tn. Bram.
__ADS_1