
Sementara Ara dan arga sedang berdebat, di sisi lain, Ny. Wilson sedang berada di rumah keluarga Frank. Mereka sedang membicarakan tentang pernikahan Arga dan Jenny Frank.
"Arga sudah berada di tangan saya, kapan pernikahan ini bisa dilaksanakan!?"
Ucapnya Ny. Wilson dengan wajah serius.
"Kalau bisa secepatnya."
Balasnya Harry Frank, Ayah dari Jenny Frank sekaligus tuan Frank.
"Apa besok sudah bisa? Pernikahan ini harus dilakukan secepatnya karena saya tidak bisa menahan Arga lebih lama lagi."
Jelasnya Ny. Wilson yang di susul dengan senyuman jahat Jenny.
"Apa? Besok? Aku tidak tahu jika Jenny apakah sudah siap."
Sahutnya Dira Frank, Ibu dari Jenny dan istri dari Harry Frank.
"Jenny sayang, apakah kau siap menikah esok hari?"
Tutur nya wanita itu seraya melirik putrinya.
"Aku sudah siap Bu, jika besok pernikahan akan di adakan, bagaimana aku mencari gaun pengantin dan cincin pernikahan!?"
Balasnya Jenny mengerutkan keningnya.
"Tidak apa, itu semua aku yang akan mengurus. Ny. Wilson, saya harap anda bisa mengatasi sisanya."
Sahutnya Tn. Frank, yang di tanggapi dengan anggukan kepala dari Nyonya keluarga Wilson itu.
"Saya pergi dulu, masih ada banyak hal yang belum saya urus."
Pamitnya Ny. Wilson seraya berdiri dan hendak melangkahkan kakinya keluar kediaman itu. Keluarga Frank hanya mengiyakan Ucapan dari Nyonya keluarga Wilson.
Akhirnya, wanita dengan dua anak itu memutuskan untuk pergi ke Time Trend untuk membuat berita.
"Nyonya Wilson, ada apa anda datang kemari!?"
Tanyanya Direktur majalah Time Trend sebut saja direktur Han.
"Aku ada berita yang sangat besar."
Jawabnya Ny. Wilson seraya memiringkan senyumannya.
"Berita apakah itu? Aku bisa membuatnya dengan cepat dan menjadikan berita ter-hot di tahun ini."
Ucapnya Direktur Han seraya mempersilahkan Ny. Wilson masuk ke dalam ruangannya.
Saat sudah berada di dalam ruangan itu. Ny. Wilson duduk di sofa tamu sementara Direktur Han duduk di kursi kebanggaan miliknya.
"Anak tertua saya, Arga Wilson, besok akan menikah dengan nona muda keluarga Frank, Jenny Frank. Buatkan foto editan antara Arga dan Jenny, buatlah se-romantis mungkin setelah itu sebarkan."
Ucapnya Ny. Wilson membuka pembicaraan.
"Tapi anda tahu sendiri, saya membutuhkan foto terpisah kedua orang tersebut agar bisa saya edit menggunakan IcEDit (Aplikasi pengeditan terbaik seluruh dunia.)"
Balasnya Direktur Han.
"Tunggu, saya akan memberitahu anak saya melalui WeChat."
__ADS_1
Ny. Wilson merogoh tas kecil yang selalu di bawa olehnya, dia mengambil handphone keluaran terbaru yang baru di beli bulan kemarin. Wanita itu menekan aplikasi hijau -> WeChat lalu mencari kontak sang anak.
"Ara, apa kau bisa mengirim foto kakakmu untuk di edit? Tolong cepatlah."
Wanita itu menekan tombol hijau bergambar pesawat. Lalu secepat kilas, Ara langsung membuka pesan dari ibunya itu.
"Baik Bu."
Balasnya Ara.
*Ara Pov.
Gadis itu masih berada di tempat tadi. Dia sedang berada di sisi Arga, setelah mendapat pesan dari sang ibu, gadis itu berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajah kakaknya.
"Maaf kakak, aku akan sedikit tidak sopan. Mungkin aku akan menikmati mu sebentar."
Bisiknya Ara dengan suara seraknya yang menggoda itu.
"Apa yang akan kau lakukan?"
Tanyanya Arga dengan suara lemahnya.
Sang adik tak menjawab pertanyaan dari Arga. Tangan gadis itu kini membuka kancing baju Arga satu persatu. Kini hanya tinggal kancing baju bagian paling bawah yang belum di buka.
"Ara hentikan! Apa yang kau lakukan!?"
Bentaknya Arga memaksakan diri, meskipun dia tak bertenaga tapi melihat kelakuan adiknya yang tak senonoh itu membuat amarahnya memuncak.
"Diamlah!"
Bentak balik Ara dengan nada datar.
"Wow, tubuhmu sangat bagus. Kakak, seandainya aku menjadi Jenny."
Ucapnya Ara dengan tatapan yang merendahkan Arga.
"Araaa..!!! Kancing kan kembali kancing kemeja ku!!"
Marahnya Arga.
"Stssss..., Diamlah..."
Datar Ara. Kini tangannya mulai berkeliaran dan hendak membuka pengikat sabuk pinggang yang masih menempel di tubuh Arga.
"ARA HENTIKAN!!!"
Teriak Arga dengan kemarahan yang memuncak. Tapi amarah itu sama sekali tak di hiraukan oleh Ara.
Tangan gadis itu terus berkeliaran dan kini hendak membuka resleting emas celana yang di kenakan oleh Arga.
"ARAAAA........!!!!!!"
Teriak nya kembali Arga dengan kemarahan yang benar benar sudah berada di atas ubun-ubun.
Lagi lagi, gadis itu tak mengacuhkan kemarahan sang kakak. Dia membuka resleting itu dan pergi menjauh dari tempat kakaknya. Ara mengambil handphonenya dan membuka aplikasi Camera lalu memotret Arga dengan keadaan s*ky.
"Sudah selesai. Nanti saja aku rapikan semuanya, sekarang tinggal mengirimkan foto ini."
Gumamnya Ara seraya membagikan foto s*ky kakaknya itu.
__ADS_1
*Balik lagi ke Mak Lampir yang sudah menunggu.
Ny. Wilson dan direktur Han masih berada di tempat yang sama.
Tring!
Notifikasi hp Ny. Wilson berbunyi. Ternyata itu adalah foto kiriman dari Ara. Dia membukanya dan melihat anaknya sedang di keadaan yang menggoda hasrat.
"Anakku sungguh pintar."
Umpatnya Ny. Wilson dalam hati, kini dia memberikan handphone nya kepada direktur Han.
"Ini foto anakku -> Foto Arga dengan pakaian yang terbuka. Dan ini adalah foto calon menantuku -> Foto Jenny dengan pakaian terbuka yang sudah hampir terlihat pay*dar* nya."
Direktur Han menerima foto itu dan melihatnya.
"Baiklah, dalam waktu kurang dari 1 jam, berita terpanas akan muncul dengan sumber dari majalah Time Trend."
Ucapnya Direktur Han, dan Ny. Wilson langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk mengurus hal yang lainnya.
...-Bersambung-...
Hai semua ini author. Mohon maaf jika alur cerita ini tidak jelas karena saya belum terlalu pandai membuat novel. Maafkan jika karya receh saya tidak bisa memuaskan anda sekalian. Sekali lagi saya minta maaf...
Jawaban dari saya untuk para Readers sekalian~~~
Kalian semua tahu kan jika Arga yang bertemu dengan Alena, Aluna dan Alvin saat di restoran pada chapter sebelumnya!? Tentunya tahu! Kalian juga tahu kan jika Alena melarikan diri karena Arga mengaku ngaku sebagai ayah dari kedua anaknya, Arga juga tidak bisa mengejar Alena, kalian juga tahu kan!? Sebab dari itulah Arga gagal mendapatkan nomor hp Alena.
Kenapa kok Arga tidak mencari informasi tentang Alena!? Kalian tahu Kakak Alena? Marquez, Yup dia! Marquez adalah penguasa Eropa dengan geng motor gelapnya, geng motor LUSCENTAI. Bagi geng gelap seperti Marquez, sangat mudah untuk meretas sesuatu apalagi hanya sekedar informasi tentang Alena. Dan perkataan lebih tepatnya, Segala Informasi mengenai Alena akan sulit di dapatkan karena Marquez telah men-down informasi Alena karena musuh dari Eropa sedang mencari keberadaan anak kedua dari Victoria Luise dengan Jordan Henderson.
Karena pemikiran saya seperti itu. Tidak akan menarik jika konflik hanya tertuju pada lead male dan female saja. Apa di dunia ini hanya ada dua orang? Tentunya tidak, semua mempunyai kehidupan. Kalian mungkin berfikir kenapa kok saya membuat banyak tokoh pendukung!? Kalian pasti bisa memasak kan!? Kalau bahannya hanya satu dan tidak ada bumbu bumbu penyedap, pasti rasanya tidak akan enak. Cerita ini juga seperti itu. Saya memikirkan kalau cerita ini terlalu lambat dan kalian berkomentar alur cerita yang bergitu cepat. Kalian mau chapter yang berisi keromantisan dari Alena dan Arga!? Sabarlah, karena ini adalah cerita saya. Jika saya terus menuruti keinginan kalian, apa jadinya novel ini!? Mungkin akan jauh dari perkiraan saya dan keluar dari alur cerita yang sudah saya pikirkan secara matang.
Saya sadar penulisan saya banyak yang kurang. Apa kalian mempunyai rekomendasi novel dengan alur yang bagus dan penulisan PUEBI yang sudah tepat!? Jujur saja, saya tidak suka membaca novel orang lain. Saya lebih suka menulis dari pada membaca. Tapi demi kalian, saya akan berusaha membaca karya terbaik dari Mangatoon dan Noveltoon.
Salam Hangat Dari Author~
^^^~Miss Black Lotus Ice~^^^
__ADS_1