Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 56. -Lelah-


__ADS_3

Alena dan Arga sudah sampai di kediaman Wilson. Alena terlihat sedang memapah Arga masuk ke dalam rumah. Mimik wajahnya terlihat bersalah atas kejadian tadi.


Gadis dua anak itu tengah berfikir bagaimana caranya untuk membuka pembicaraan karena sedari pulang dari pesta Arga nampak sangat dingin, "Em.... A-apakah masih sakit?" Alena memaksakan diri nya untuk membuka suara.


Arga hanya berdehem mengiyakan ucapan dari Alena. "Apa yang terjadi ini?" Serunya seseorang dari arah balik pintu. Sontak, Alena dan Arga menolehkan kepalanya, "Dita!" Pekiknya Arga.


Gadis yang sedang berdiri di belakang pintu itu keluar dan berlari hendak memeluk Arga. "Kakak terluka!?" Langkah gadis itu terhenti ketika melihat bercak darah di pakaian Alena.


"Ah ini..." Arga nampak canggung. "Oh iya, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau belum menyelesaikan semester mu?" Ucapnya pria itu mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aduh kakak, apa kau lupa bahwa aku ada liburan semester?" Kesalnya Dita memajukan bibirnya. "Lalu bagaimana dengan Ara?" Serunya Arga. Pria itu seolah olah tak merasakan sakit di bahunya itu. Hal itu sedikit membuat Alena geram.


"Ara belum menyelesaikan semua tugasnya. Baru saja kemarin dia masuk lagi. Apa secepat itu mendapat libur panjang!?" Jelasnya Dita berbalik tanya. "Mungkin saja. Ara bisa saja menyuap dosen di kampusnya." Balas Arga bercanda.


Gadis yang sedang memapah Arga itu sudah merasa geram. Dan pada akhirnya Alena langsung melepaskan Arga. Dia pergi meninggalkan tempat itu karena geram. Rasa bersalah yang tadi nya ada sudah menghilang karena kondisi Arga terlihat baik baik saja.


Alena berjalan menuju kamar Arga dan langsung membanting pintu itu dengan keras sehingga terdengar sampai ke luar rumah. "Apa apaan semua ini? Cih!" Geram nya Alena sembari melepaskan semua barang yang di siapkan oleh Arga.


Anting, kalung, gelang, cincin dan termasuk juga sarung tangannya. Semuanya barang exclusive yang di pesankan Arga khusus untuk Alena. "Barang barang ini membuatku merasa resah!" Kesalnya Alena sembari melempar barang barangnya ke lantai.


Alena duduk di pojokan sudut kamar itu, "Tunggu dulu. Kenapa amarahku tidak terkendali saat pria itu dekat dengan gadis tadi!???" Gumamnya Alena mulai tersadar.


"Tidak...!!! Aku tidak mau!" Teriaknya Alena sembari menjambak rambutnya sendiri. Gadis itu berdiri dan teringat akan sesuatu, "Kasus kematian ibuku, dan perusahaan belum ada di tanganku sepenuhnya. Aku harus merebut perusahaan itu dan baru menyelesaikan kasus ibuku."

__ADS_1


Alena membuka pintu kamar itu dan kaget bukan main saat dia melihat seorang pria berbadan kekar yang sedang berdiri di depan pintu dengan bahu yang terbalut perban putih.


"Kau..." Jeda Alena memperhatikan bahu Arga. Pria itu sudah telanjang dada, sebab itulah Alena melihat perban yang mengikat di bahu Arga. "Siapa yang mengobati luka mu ini?" Timbal Alena bertanya.


"Dita. Kau tadi kemana saja?" Tukasnya Arga. Dia mengernyitkan dahinya membuat Alena menelan saliva bulat bulat. "Bukan apa apa. Ada atau tidak adanya diriku tak mempengaruhi mu!" Balasnya Alena memberanikan diri untuk melawan Arga.


"Mau membantah? Dengarkan aku, aku bisa melakukan apapun." Bisiknya Arga kejam. Hati Alena menciut mendenger hal itu. Dia mundur beberapa langkah.


Phak!!


Arga mengunci pergerakan gadis malang itu dan berpose seolah-olah sedang bercumbu. Saat Alena hendak bicara, tangan Arga menutup mulut gadis itu sehingga tak berbicara.


Alena sedikit heran dengan apa yg akan di lakukan pria aneh di depannya itu. Jantung nya berdetak kencang, "Diamlah." Bisiknya Arga memberikan kode.


Langkah seseorang terhenti di depan pintu kamar itu. Terlihat itu adalah Jenny yang kaget karena kelakuan Arga pada Alena, "Apa yang kalian lakukan??" Geramnya Jenny sembari melangkah maju ke dalam. Dia berusaha memisahkan Arga dari Alena.


Sebelum Jenny terus mendekatinya, Arga membalikkan badannya, "Jangan ganggu aku!" Tukasnya Arga menjeda perkataannya, "Keluar!" Perintahnya Arga dengan suara satu oktar di atas Jenny.


Jenny melangkahkan kaki keluar dari kamar itu. Dia berjalan dengan menghentakkan kakinya pada lantai. Sementara di kamar itu, Alena mendorong Arga menjauhi dirinya, "Tak berguna!" Kesal nya Alena sembari membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Arga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sangat lelah. Pada akhirnya mereka tidur bersamaan tanpa sepengetahuan Alena. Saat Arga selesai mandi, Alena sudah terlelap tidur.


Tangan Arga yang berotot memeluk pinggang Alena yang ramping, "Night baby. Semoga mimpi indah..." Bisiknya di telinga Alena sebelum mengecup kening gadis pujaannya itu.

__ADS_1


Pria itu membaringkan tubuhnya di dekat Alena, "Kapan kau menyadari bahwa aku adalah suamimu?" Gumamnya Arga dengan nada lirih. Dia beralih memandang Alena.


Jari jemarinya mengelus lembut pipi Alena. Tatapan matanya sendu saking mengantuk nya ia. Arga menarik kembali jari jemarinya, "Aku akan membuatmu nyaman dengan setiap belaian ku." Ucap Arga sembari menutup matanya perlahan-lahan.


...----------------...


Esok pun tiba. Mata hari sudah bersinar terang sehingga menembus gorden mewah kamar itu. Mata Alena perlahan-lahan terbuka, "Eummmm" Eram Alena sembari melihat sekeliling.


Pandangan gadis itu tertuju pada seorang pria yang sedang terlelap tidur di sampingnya. Alena menatap dalam wajah Arga yang rupawan itu, "Tataplah sepuasnya baby..." Seru seseorang yang membuat Alena kaget bukan main.


"Dia telah bangun? Ah iya! Aku hampir lupa bahwa aku harus menggodanya, tapi mungkin nyawaku taruhannya..." Batin Alena dengan segala pikiran nya itu. Gadis itu kembali menatap Arga.


Pria yang hanya memakai kimono nya itu tengah menatap nya pula. Mereka bertukaran tatapan hingga pada akhirnya Alena mulai bergerak. Tangan gadis itu mulai meraba leher Arga.


"Bantu aku, ok?" Bisik Alena dengan nada yang menggoda di dekat telinga Arga. Gadis itu sedikit menggigit daun telinga pria agresif yang ada di depannya itu. Sungguh! Gadis itu dalam bahaya!


Arga membalikkan keadaan dengan cara membuat Alena berada di bawahnya. Kini Arga sedang menindih tubuh Alena, "Baby, apa yang kau mau, hm?" Tukasnya Arga sembari menggigit telinga Alena.


"Heh! Berani menggodaku ternyata." Pikir Alena sembari tersenyum licik. Gadis itu tak langsung menjawab pertanyaan dari pria yang ada di depannya. Dia langsung menarik leher mulus Arga yang berotot sehingga membuat kepala Arga ikut tertarik.


Cup...!!


Alena mengecup bibir Arga, "Morning Kiss, Baby." Ucapnya Alena dengan keadaan tangan yang masih berada di leher Arga. Dan Alena langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Arga dan bercumbu. Cukup lama mereka melakukan itu. Wajah Arga yang tadinya terbelalak kini mulai menikmati. Seharusnya wanita kan yang terkejut? kenapa malah pria? Sungguh! Novel ini terbalik dengan novel lain.

__ADS_1


__ADS_2