Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 78. -Sial-


__ADS_3

Ternyata pria itu adalah Zhuge Liang. "Siapa lagi anda?" tanya sang polisi. Zhuge Liang membuka jubah jas nya yang mewah untuk menutupi punggung Ara. "Tunangannya!" datar Zhuge Liang membuat Arga dan Alena melongo, tapi tidak dengan sang polisi.


"Lepaskan dia! Aku akan menyewa pengacara pribadiku." ucap Zhuge Liang yang hendak membawa Ara pergi, namun Arga menghadangnya. "Kita tidak bisa menyewa pengacara," sahut Arga.


"Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mengeluarkan Ara," sambungnya kemudian. Zhuge Liang mengepalkan tangannya, erat. Dia marah? Iya! Dia geram? Iya!


"Aku akan memberimu berapapun, asalkan kau melepaskan nona Wilson," tadi Arga yang mencoba bekerjasama, kini Zhuge Liang.


"Heh, maaf tuan. Tapi uang tidak bisa menyogok hukum," jelas sang polisi. Zhuge Liang menggebrak meja. "Sialan!" ucapnya, geram.


Dengan terpaksa mereka pulang dengan tangan kosong. Zhuge Liang nampak murung, sangat murung. "Siapa yang tega melakukannya? Siapa yang menyuap polisi tadi!?" geram Zhuge Liang didalam mobil.


"Aku bersumpah jika siapa orang yang menyogok Ara terungkap, aku akan membuatnya..." saat hendak mengucapkan sambungannya, dering panggilan masuk di handphone Zhuge Liang berbunyi. "Hmm?" Zhuge Liang membuka pembicaraannya dengan berdehem.

__ADS_1


"Sudah ditemukan. Akan ku kirimkan," suara itu terdengar sangat licik. Zhuge Liang tersenyum miring. "Thanks," sahut Zhuge Liang yang kemudian tancap gas.


Pria itu ternyata hendak pergi ke rumah sakit, entah apa yang ada dipikirannya sekarang. "Jenny," panggil Zhuge Liang yang menggema diruangan inap Jenny. Suara itu sangat menyeramkan.


"Si-Siapa kau?" gagap Jenny saking takutnya. Tentu saja takut, Zhuge Liang berpakaian serba hitam. "Apa kau tidak ingat denganku?" serunya Zhuge Liang, Jenny menggeleng.


"Saat kau hendak menikah dengan Arga Wilson di kapal pesiar mewah, apa kau ingat pernah menggoda pria bertopeng untuk menikmati tubuhmu!?" tanya Zhuge Liang yang membuat Jenny tercengang. "Tapi sayang, pria itu menolaknya," sambungnya.


Mata Jenny membeliak. "Sialan! Itu kau!?" Tanyanya sembari ketakutan. Zhuge Liang tersenyum miring, "Iya. Dan lagi, kenapa sekarang kau membuat perkara dengan nona Ara!?"


"Kalau begitu, aku akan ikut menggagalkan rencanamu,"


Kau!!

__ADS_1


"Terserah kau ingin mengatakan apa, tapi yang pasti..." tegas Zhuge Liang terpotong. "Kau harus pergi!" teriak seseorang dari belakang dan...


Bruk!


Zhuge Liang terjatuh. Sial! Obat pelemas ini sangat kuat, pikir Zhuge Liang. "Ka-Karin... Wilson!" pekik Zhuge Liang saat melihat seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang. Itu nyonya Wilson. "Tante, untung kau datang," Jenny kini bisa bernafas lega. Untungnya dia.


"Kau tidak apa-apa?" tanya nyonya Wilson seusai menancapkan suntikan pelemas itu. Jenny menggeleng. "Baguslah!" ucap Nyonya Wilson.


.


.


Dear Readers... Saya selaku author disini agak kecewa. Dan saya semakin malas untuk update. Tapi saya paksakan demi kalian yang menunggu novel ini update meski tidak seberapa. Saya capek, kalian tidak membantu saya share novel ini agar lebih banyak yang baca atau bagaimana.

__ADS_1


Tapi... Yaudahlah. Gapapa, yang penting kalian yang suka novel ini terhibur. Saya akan berusaha memaksakan diri untuk update demi kalian walaupun tidak menentu. Apalagi RL yang semakin tidak bisa di tinggalkan. Karena saya juga seorang pelajar. Maaf ya~


__ADS_2