Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Episode 84. -Willy dan Wanita Gila-


__ADS_3

Hm... Sudah hampir satu tahun ya author bikin novel tapi nggak selesai-selesai. Hadehhh, pening. Besok-besok, author bakalan menyingkirkan pikiran tentang pendapatan. Kali ini aku sadar, bahwa pendapatan itu tidak seberapa jika tidak ada Readers. Jadi... Aku kali ini lebih memprioritaskan Readers saja. Pendapatan, ya... udah ada yang ngatur. Jadi enggak usah terlalu ambil pusing ya.


Ngebut alur boleh ya? asalkan nyambung. hehe. Yuk lanjutkan, bentar lagi end. Kalian moga puas dengan endingnya~


...----------------...


Kembali dari rumah sakit, Alena mampir ke sebuah restoran untuk makan. Ia memesan beberapa menu dan kemudian menghela nafas berat. "Kasus ini semakin rumit." ucapnya, lelah. Tanpa disadari, seseorang duduk di kursi yang lainnya.


Hum?


Alena mengangkat kepalanya hendak melihat batang hidung orang yang duduk didepannya. "Willy!? Sedang apa kau disini?" tanya Alena pada Willy, pria yang duduk didepannya. "Aku kesini hanya jalan-jalan, mungkin hanya kebetulan saja," balasnya.


"Kenapa mukamu kusut?" Tanyanya, Willy. Alena mengusap wajahnya kasar. Ia kemudian menceritakan dari awal sampai akhir kejadian. "Hmm, saranku kau sebaiknya berhenti jika kau lelah." ucapnya menyarankan.

__ADS_1


"Tidak bisa menyerah begitu saja! Aku harus berusaha mengungkap ini semua!" Ucap Alena penuh semangat. Willy tertawa kecil, mengaggumi semangat Alena yang besar. Kemudian mereka makan bersama. Willy terdiam lalu menatap Alena.


"Alena, bagaimana hubungan mu dengan Arga Wilson?" tanya Willy, tiba-tiba. Alena terdiam, suasananya memanas. "Dia terus mengejar ku, dia terus meyakinkan ku, dia terus memberiku semangat. Mungkin, tak ada salah aku menerima nya. Surat pernikahan juga ada dengannya, dia adalah suamiku." Jelas Alena.


Wajah Willy nampak suram. Ia mencengkram erat sendok makan yang ada ditangannya. Willy memegang bahu Alena. "Kau tidak sadar kah semua pengorbanan ku?" tanya Willy dengan nada suram.


Alena terdiam heran. "Apakah kau tidak sadar!? Aku yang mengajarmu sebelum Arga! Aku yang meyakinkan mu bahwa dirimu ini istimewa! Aku memberikan mu semangat disaat-saat kau terpuruk! Apakah kau tidak sadar? Aku yang terlebih dahulu mengejarmu!"


Alena terdiam.


"Aku tak pantas bagimu, Willy. Kau terlalu baik untukku," Jelas Alena. Willy terduduk kecewa. Wajah nya sangat kusut. "Lalu mengapa kau menerima Arga!?" Tanya Willy dengan nada lirih.


Kau tega Alena!

__ADS_1


Ucapan itu terucap dari mulut Willy yang sudah merasakan kecewa. Willy pergi dengan berat meninggalkan Alena didalam restoran itu. "Aku minta maaf Willy, kau pria terbaik yang pernah kutemui." Batin Alena.


Brakk!! Ahhhh!!


Sebuah ledakan dan keributan terjadi diluar. Alena yang penasaran langsung menuju tempat kejadian itu. "Orang gila darimana ini?" Ricuh salah satu orang dikerumunan itu. Alena melihat semakin dekat dan dekat dengan orang gila itu.


Ternyata orang gila wanita. "Stop! Jangan sakiti dia!" Alena menghentikan beberapa orang yang melempari orang gila itu dengan batu. Terdapat banyak luka ditubuh wanita itu. Alena meminta semua orang pergi.


Tak lama, petugas rumah sakit jiwa datang dan membawa wanita itu pergi. Namun wanita itu meraung, "BRAM DAN RITA ADALAH PASANGAN BIADAB! KEMBALIKAN ANAK-ANAKKU!! ARGHHHH!!" teriaknya wanita itu sebelum dipaksa masuk kedalam ambulance. Alena terdiam.


Tin! Tin!


Suara klakson mobil mengagetkannya. "Ayo naik, aku menemukan sebuah bukti tentang pembunuhan ibu mu," ucap Arga mengajak Alena masuk kedalam mobil mewahnya. "Tapi mobilku..." Alena menunjuk pada sebuah mobil hitam yang terparkir diujung jalan.

__ADS_1


"Berikan kuncinya pada supir, aku yang akan mengemudikan mobil ini!" Ucap Arga yang merupakan perintah mutlak. Sang supir langsung keluar dan meminta kunci dari Alena. kemudian dia mengurus mobil Alena yang terparkir diujung jalan.


Sementara itu, Alena dan Arga pindah ke kursi depan. "Pasang sabuk pengaman mu! Kita akan mengebut!" Pinta Arga, Alena menuruti semua kemauannya. Dan mobil pun melesat dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2