Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 63. -Persiapan-


__ADS_3

Sinar mentari pagi telah menembus masuk ke dalam kamar Alena. Gadis itu pelan pelan membuka matanya. Kenapa badannya terasa sangat berat? Ah! Ini tangan siapa? Pikir Alena saat dia memegang tangan yang tengah melingkar di atas perutnya.


"Hey, singkirkan tanganmu dari tubuhku," Ucap Alena sembari menggoyangkan tubuh Arga. Pria itu mengangkat tangannya lalu memindahkan nya, "Jangan bangunkan aku. Aku sangat lelah," Alena terbangun dan meninggalkan Arga. Memang siapa juga yang peduli denganmu? Gumam Alena dalam hati.


Gadis itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia melihat Arga tengah duduk di bibir ranjang dengan keadaan yang masih sangat mengantuk. "Apa aku sudah boleh pergi?" Seru Alena yang membuat mata Arga terbuka lebar seketika.


"Mmm, Apa maksudnya? Kau istriku, jadi kau harus tinggal di sini bersama ku," Ucap Arga. Alena menghela nafas berat nya, "Jika aku tetap di sini, aku takut hari hariku tak akan baik." Balas Alena.


Arga beranjak bangun. Dia mendekati Alena, "Apa yang kau maksud adalah ibu dan jenny? Tenang saja, bukti dna akan menjelaskan semuanya. Aku berjanji kita akan hidup bersama selamanya," Jelas Arga. Tanpa di sadari, Jenny tengah menguping pembicaraan di luar kamar.


"Apa? Bukti dna? Tidak, aku harus menyingkirkan bukti itu," Umpat Jenny dalam dalam hati. Jenny berlalu pergi setelah mendapatkan informasi itu. "Bukti dna!? dna siapa? Aku harus mencari tahu." Hati Jenny tak tenang sedari tadi. Dia tak memperhatikan jalan sehingga tidak sengaja menabrak Dita.


"Au, hey Kak, apa kau bisa lebih hati hati?" Tanya Dita sembari bangun karena dia jatuh terduduk saat Jenny menabraknya. Tapi jenny tak menjawab pertanyaan dari Dita itu, "Apa yang kau pikirkan, kak?" Kali ini Dita berhasil membuat Jenny tersadar.


Jenny menatap tajam Dita, "Minggir!" Usirnya. Dia menerobos Dita. "Apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Jenny? Mengapa dia begitu gelisah?" Ucap Dita menyelidik.


...----------------...


Hari hari berlalu di rumah itu dengan banyak sandiwara. Akhirnya kabar dari Prancis datang. Ternyata Helena dan anak anak akan segera pulang, "Apa? Kapan kau pulang?" Tanya Alena di dalam telepon. "Hari ini, nanti sore. Jangan lupa mengadakan pesta perayaan, ya?" Balas Helena bertanya balik. Alena mengiyakan permintaan sang sahabat.


"Apa Alvin dan Aluna tidak menyusahkan mu di sana?" Tanyanya lagi Alena. "Ayolah, mereka anak anak yang sangat baik. Mereka tidak merepotkan sama sekali," Jawab Helena yang membuat hati Alena merasa lega. Untunglah mereka tak menyusahkan Helena di sana, pikir Alena.


"Kalau begitu, aku tutup dulu ya teleponnya? aku akan melanjutkan persiapan ku," Helena mengakhiri panggilan telepon itu. Alena kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia bernafas lega, "Akhirnya kedua buah hatiku akan pulang," Girang Alena.

__ADS_1


"Baguslah, kapan mereka pulang? Kita bisa mempersiapkan diri untuk test dna," Seru Arga dari belakang. Astaga, ternyata pria ini sedari tadi menguping pembicaraan ku dengan Helena? Pikir Alena ragu.


"Semoga hasilnya berbeda," Gumam Alena. Tapi tetap saja Arga mendengar hal itu, "Apa kau bilang? Kenapa kau menginginkan hal itu? Kenapa? Apa kau tidak suka denganku?" Tanya Arga.


Alena menghindari pertengkaran itu. Dia mulai menyiapkan pesta kecil kecilan di rumah itu. Tak kunjung dari itu, Arga ikut membantu karena ia melihat Alena kesulitan saat memasangkan balon di atas.


Waktu berlalu sangat cepat. Tak terasa hari sudah menjelang sore. Arga dan Alena tertawa karena saling mengejek satu sama lainnya saat memasangkan dekorasi. Alena mengejek Arga karena tidak bisa meniup balon, sementara Arga mengejek Alena karena tidak menjangkau tempat yang tinggi.


Haha!


Tawa di rumah itu begitu hangat. Alena menghentikan tawanya saat panggilan masuk ke nomor handphone.


Gadis itu menggeser tombol hijau, "Ya, hallo?" Alena membuka percakapan. "Kami sudah hampir mendarat, kau harus menjemput kami di bandara," Tukasnya Helena. Alena mengangguk di balik telepon.


"Tente, kami ingin kekamar kecil," Suara itu tak asing di telinga Alena. "Aluna!?" Panggil Alena di dalam hati kecilnya.


"Ayo, tunggu apa lagi. Kita harus menjemput mereka di bandara," Tukas Arga. Alena terkejut. Dia hampir melempar ponselnya. "Baiklah,"


Mereka berangkat ke bandara. Saat sudah sampai di sana, Alena menoleh ke segala arah. "Dimana Helena dan anak anak?" Alena tetap mengamati setiap wajah orang.


Phak!


Tiba tiba pundaknya di tepuk seseorang. Gadis itu langsung menoleh, "Sedang mencari siapa kamu?" Tanya seorang wanita yang tak asing di telinga Alena. "Helena!" Pekik Alena girang.

__ADS_1


"Mama....!!" Teriak Alvin dan Aluna berlari hendak memeluk Alena. Mereka berpelukan. Tapi pandangan Aluna teralihkan ke seorang pria yang tengah berdiri di belakang Mamanya, "Mam, bukankah pria itu yang membuat Mama menangis?" Sahutnya Aluna menunjuk.


Alvin melepaskan pelukannya. Dia mengalihkan pandangannya pada arah yang di tunjukkan oleh Aluna. "Iya benar... Orang itu yang membuat Mama kita menangis," Sepertinya emosi Alvin sudah tersulut. Pandangannya sangat tajam.


"Tenanglah,, Alvin, Aluna, saat kalian berada di Prancis sana, pria itulah yang menjaga Mama," Bujuk Alena. Kedua bocah pintar itu saling bertatapan, jika dilihat dari mimik kedua anak itu, mereka nampak tidak percaya.


"Alvin, Aluna,,, Apa kalian menyukai permen?" Arga mulai menggoda kedua anaknya itu. Tangannya merogoh kantong dan mengambil dua buah permen, "Aku mempunyai permen, siapa yang mau?" Sambung Arga menggoda lagi.


Meski Aluna sangat tergiur dengan godaan Arga, tapi dia tetap menahannya. Yang pada akhirnya, Alena yang mengambilkan permen itu dan memberikannya kepada Alvin dan Aluna.


"Yasudah, ayo kita pulang. Hari akan malam," Ajak Alena. Anak anak duduk di pangkuan Alena dan Helena di kursi penumpang. Sementara Angga duduk di kursi depan di samping kemudi.


"Bro, gimana di sana?" Sahutnya Arga sembari mengemudikan mobilnya. Angga menolehkan kepalanya, "Tentu dong, aku di sana menghabiskan banyak waktu dengan pacarku," Balas Angga menyombongkan diri.


"Pacar? Pacar yang mana? Pacar yang ke berapa?" Tanya Arga penasaran. "Aku hanya mempunyai satu pacar," tukasnya Angga. Ia menjeda perkataannya, "Dia adalah Helena," Sambungnya. Sontak saja Alena dan Arga terkejut mendengar hal itu.


"Helena!?" Beo Alena dan Arga bersamaan. Alena menolehkan wajahnya ke arah sahabatnya. Benar saja, wajah Helena nampak memerah. Dan Arga membelokkan kaca spion mobil yang ada di dalam ke arah Helena.


Hahah!


Kami tertawa. Helena mencubit kecil tanganku, tapi tetap saja, tawa kami tak berhenti. Angga hanya menyombongkan diri di kursi depan. Astaga, kedua pasangan ini memang serasi.


...----------------...

__ADS_1


Hi guys, ini author yang berbicara. Ayo tinggalkan like dan komen kalian. Vote juga ya❤️. Oh iya, jangan lupa mampir kekarya author yang berjudul; Eternal Love Of Dream.


Di jamin seru deh❤️. Saranghae😊.


__ADS_2