
Keadaan semakin mencekam setelah Arga duduk di antara Alena dan Marquez. Lelaki yang tadinya berniat untuk menguji ke-posesifan sang adik sedikit menciut.
Marquez sedikit menggeser duduknya, "Kenapa kau tiba tiba duduk di tengah tengah kami?" tukasnya Marquez geram. Sepertinya pria itu terbawa emosi. Arga menekuk keningnya dalam, dan berkata, "Pria tua, itu bukan urusanmu."
Ucapnya yang keluar dari mulut Arga membuat Marquez merasa kesal. Terdengar nafas Marquez yang di tahan tahan untuk menahan emosinya. Alena yang terjebak di antara dua pria itu hanya terdiam sementara Zhuge Liang diam diam mengambil kesempatan untuk menguping. Zhuge Liang terkekeh kecil sembari menyiapkan semua yang akan di bawa pulang.
Sembari menyiapkan semuanya, dalam hati Zhuge Liang dia mengumpat kata kata meng ejek, "Dasar kekanak-kanakan. Pfftttt..." Kekeh Zhuge Liang gemas.
Di sisi lain, Marquez dan Arga sedang beradu pandangan. Alena yang duduk di belakang Arga tiba tiba berdiri dan berjalan mendekati Marquez. "Berhentilah! Kau jangan macam macam dengan dia. X sudah ku anggap sebagai kakakku, kau jangan berani mengganggu nya." Ancam Alena sembari mempelototi Arga.
Pria yang di pelototi oleh Alena itu terlihat kesal. Rahangnya terlihat mengeras dan urat urat di lehernya sudah mengeras. Amarah Arga sudah memuncak lalu dia menarik tangan Alena yang sedang memegang tangan Marquez dan menariknya ke dalam pelukannya.
Alena yang terbawa itu sempat berteriak tapi tak lama dari itu Alena berhenti karena mulut gadis itu di balas oleh mulut lain, hanya perkataan tak jelas yang keluar dari mulut Alena, "Mphhh... Argh!!"
Gadis itu nampak memberontak tak terima tapi apa daya? Dia hanya seorang gadis yang lemah :v. Marquez yang melihat kejadian itu mengerutkan keningnya. "Sangat posesif." Batinnya Marquez sembari menggeleng gelengkan kepala nya.
Marquez berlalu pergi meninggalkan tempat itu begitu dengan Zhuge Liang karena tak mau hanya menjadi nyamuk. Kedua orang pria itu keluar bersamaan sementara di dalam hanya tersisa Alena yang sedang di paksa untuk menerima ciuman dari Arga.
Sudah cukup lama mereka berciuman, tapi Arga belum juga melepaskan ciumannya, dan kemungkinan Alena sudah kehabisan nafas, dia memukul mukul dada Arga dengan kasar. Merasa sudah cukup berciuman, Arga langsung melepaskannya.
__ADS_1
Alena langsung mengambil nafas sesegara mungkin seperti orang yang takut kehabisan nafas. "Huft... Apa apaan kau!" Omelnya Alena dengan nafas tersengal-sengal. Tanpa menjawab pertanyaan dari gadis itu, Arga mengusap bibirnya yang basah akibat berciuman tadi.
Seusai mengusap bibirnya, pria itu melirik Alena yang sedang menunggu jawaban nya, "Aku tak suka kau dekat dekat dengan pria lain." Tukasnya Arga kasar. Alena yang sedang dalam pose berfikir nya itu mencoba mencerna perkataan Arga.
Gadis itu mendengus kesal, Lalu berkata, "Apa urusannya denganmu?" Tanyanya. Ekspresi wajah pria yang sedang berada di depannya itu langsung berubah. Wajah pria itu terlihat seperti orang marah. "Sudah kubilang, aku suamimu!" Bentak nya Arga kasar. Alena terdiam tersentak oleh perkataan Arga.
Gadis itu nampak ketakutan oleh aura yang di keluarkan oleh pria yang di depannya itu. Tubuhnya tidak bergemetar tapi hatinya yang bergemetar. "Tidak... Kau bukan suamiku." Jawabnya singkat. Kemarahan Arga semakin memuncak mendengar perkataan itu.
Pria yang berada tepat di depan gadis itu pun langsung memojokkan Alena ke tembok yang ada di belakang Alena. "Kau tak percaya? Ayo kita lakukan test DNA!" Tukasnya Arga menjeda perkataan nya, "Dan aku yakin bahwa aku adalah Ayah dari kedua anak anakmu!" Sambung nya dengan nada kasar.
Alena terdiam sejenak. Bagaimana jika hasilnya adalah berbeda? Apakah pria itu aka terus mengejar ngejarnya?
Sementara Alena, dia sedang berjalan keluar dengan keadaan marah. Louise yang melihat adik perempuan dari sahabatnya itu mengikuti langkah Alena. "Nona...!!" Panggil Louise pada Alena dan mencoba untuk berbincang dengan wanita itu.
Mendengar jika dirinya di panggil, Alena menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya ke belakang. "Ya." Jawabnya singkat. Louise akhirnya berhasil berhenti tepat di belakang Alena, "Huft... Nona, apa aku boleh berbincang denganmu?" Tanya Louise ramah.
Alena hanya mengangguk mengiyakan permintaan dari Louise, mereka berdua berjalan bersama sama dan berbincang bincang sembari tertawa kecil. "Siapakah nama mu nona?" Ucapnya Louise bertanya, Alena hanya tersenyum tipis, "Alena. Dan kau?" Balasnya Alena sembari bertanya balik.
Louise hanya menghembuskan nafas beratnya, "Luoise." Jawabnya singkat. Alena hanya mengangguk dan mereka kembali berbincang. Tapi sepertinya ada yang mengawasi mereka dari kejauhan.
__ADS_1
Saat berbincang, Alena tak sengaja tersandung batu dan hendak jatuh, tapi Luoise berhasil menangkap badan Alena sehingga mereka bertukaran pandangan. Orang yang sedari tadi mengawasi mereka akhirnya menunjukkan diri, ternyata itu adalah... Arga!
Pria itu langsung menghampiri Alena yang sedang sibuk bertukaran tatapan dengan Louise. Begitupun sebaliknya. Arga langsung berdehem kencang di sebelah Alena.
"Ekhem!" Dehemnya Arga kesal. Seketika, Louise langsung melepaskan Alena dan berdiri menatap Arga. "Ada yang bisa saya bantu Tuan muda Wilson?" Tanyanya Louise sok tak tahu apa apa.
"Pergi!" Kata kata pendek itu terucapkan dingin dari mulut Arga. Luoise hanya mengerutkan keningnya dan bertanya, "Karena apa?"
Arga lebih marah lagi karena Luoise tak sesegera mungkin meninggalkan mereka bedua. Pria itu menghela nafas kesalnya, lalue jawab, "Karena aku ingin berduaan bersama istriku!"
Gadis yang berada di tempat itu sempat kebingungan lalu menyuruh Louise untuk pergi dari pada nantinya terjadi masalah, "Pergilah, nanti aku temui lagi." Ucapnya Alena ramah dan Luoise berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa kau senang? Louise, X, Aku, dan siapa lagi yang akan kau goda?" Ucapnya Arga dengan nada merendahkan. Alena yang merasa di rendah kan itu tak terima. "Luoise adalah teman kakakku, dan X adalah kakak ku. Mereka semua sudah ku anggap sebagai saudara!" Bentak Alena geram.
Arga tersenyum menyeringai licik, "Oh? Lalu aku?" Tukasnya bertanya. "kau? Kau bukan siapa siapa ku!" Jawabnya Alena yang membuat Arga semakin marah. Lalu, Arga mengunci Alena di pohon besar yang tak jauh dari sana.
"Sudah ku bilang, aku suami mu!" Ketusnya Arga lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sementara di sisi lain, Louise pergi ke tempat Marquez.
"Gara gara kau aku terkena masalah!" Omelnya Luoise menggerutu. Marquez hanya terdiam begitupun Zhuge Liang. "Hey Idiot, apa kau tak menyadari jika Marquez hanya menjebakmu?" Sahutnya Zhuge Liang.
__ADS_1
Luoise yang merasa kesal dengan perkataan sang sahabatnya itu pergi meninggalkan kedua sahabatnya tanpa berkata-kata lagi. Dan yang bertanya tentang Sean, dia sedang berada di luar untuk mencari sinyal dan mengawasi pergerakan dari pasukan yang akan datang.