Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 70. -Bocah Jenius-


__ADS_3

Malamnya, semua sudah berada ditempat makan. Alvin yang sedari tadi sudah curiga adanya sesuatu yang Alena tutupi dari dirinya. Alena makan dengan perlahan-lahan dan ekspresi wajahnya terlihat kesakitan saat mengunyah. "Sudah tidak apa-apa sayang. Ini cuma sakit gigi biasa," jawab Alena untuk kesekian kalinya saat Alvin bertanya tentang mulutnya.


"Ma, jujurlah. Kenapa pipi mama kelihatan bengkak?" tanya anak lelaki yang membuat kening Alena pusing. "Mama..." Aluna berlari dan memeluk Alena. Aluna memainkan pipi Alena.


Au..!!


Teriak Alena karena lukanya tersentuh secara tidak sengaja oleh putrinya itu. "Mama kenapa?" tanya Aluna, yang kemudian sengaja menyentuh bagian memar akibat pukulan Arga. "Akh..!!" Alena menahan sekuat tenaga rasa sakitnya demi kedua buah hatinya. Tiba-tiba Alvin menempelkan tangannya di pipi Alena.


"Mama demam?" tanya Alvin yang merasakan bagian memar Alena sedikit panas. Alena menggeleng. Dan bulan semakin tinggi. Semua orang sudah tidur. Dikamar Alena, wanita itu tengah duduk diam di sofa.


"Mama," panggil Alvin dari arah pintu. Alena kemudian menyuruh putranya masuk kedalam. Alvin menutup kembali pintu kamar ibunya. "Ada apa sayang? Apa adik mu sudah tidur?" tanya alena sembari menepuk-nepuk pahanya, memberi isyarat agar Alvin duduk disana.

__ADS_1


Alvin duduk, dia menggeleng kepala, menjawab pertanyaan ibunya. "Mama, pipi mama kenapa?" ucap Alvin yang kembali menanyakan hal itu. "Ini, mama sudah bilang, ini hanya bengkak karena sakit gigi," jawabnya Alena.


Alvin kemudian menggenggam tangan Alena. "Kenapa mama berbohong padaku? Itu bukan bengkak karena sakit gigi, itu luka memar." sedih Alvin yang membuat Alena ternganga. Alvin kemudian berbalik. Akhirnya, Alvin menatap wajah Alena. "Mama nggak usah bohong. Alvin tahu, itu bukan bengkak karena sakit gigi. Ma, pipi mama kenapa?"


"Pipi mama, tidak sengaja terbentur meja." dalih Alena. berbohong. Tapi, putranya sangat cerdas. "Terbentur meja?" Alvin bangkit, lalu menarik tangan Alena. Kemudian, ibunya mengikutinya yang berjalan ke wastafel. "Cuci wajah mama," pinta Alvin.


Alena menuruti keinginan sang buah hati, karena luka memarnya, memang sudah terbongkar. "Sudah," ucap Alena sembari mengelap wajahnya menggunakan handuk bersih. Alvin naik ke atas kursi untuk melihat pipi Alena lebih dekat lagi.


.


.

__ADS_1


Alvin menutup pintu kamarnya dan hendak tidur. "Kakak," panggil Aluna. Ternyata gadis itu belum tidur. Alvin melirik adiknya sekilas, lalu duduk disampingnya. "Kak, luka memar dipipi mama karena apa?" tanya Aluna yang membuat Alvin sempat tersentak.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Alvin. Aluna menundukkan kepalanya. "Maaf kak, aku tadinya mengikuti mu untuk menjahili mu, tapi tidak disangka, kau datang ke kamar mama. Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian."


"Menurut penjelasan ku, mama dipukul oleh seseorang. Karena, luka memar gegara terbentur meja, hasilnya akan memanjang, tapi memar di pipi mama bulat, seperti kepalan tangan seseorang. Kesimpulan ku, mama berselisih dengan seseorang, dan orang tersebut memukul mama,"


jelas Alvin panjang lebar. Aluna mengangguk.


"Kak, bagaimana jika besok kita selidiki, ada masalah apa dengan mama," ajak Aluna. Alvin mengangguk, "kalau begitu kau harus tidur. karena besok harus mulai beraksi," seringai Alvin.


...----------------...

__ADS_1


Yey... Pernikahan Terhangat (Aku Pelakor Suamiku!) akhirnya sudah sampai chapter 70. Terimakasih untuk kalian yang setia menunggu dan membaca setiap part~


__ADS_2