Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 52. -Kaget-


__ADS_3

Besoknya, di kediaman Helena, semua orang sedang sarapan pagi. Seusai sarapan, Helena membuka ponselnya dan langsung mengecek informasi terbaru. "Puft...!!!" Helena mengeluarkan minuman yang ada di mulutnya itu. Matanya terbelalak kaget, "Apa apaan ini!?" Teriaknya sangat keras.


Alena langsung melihat berita itu segera, dia penasaran kepada hal yang membuat sahabatnya begitu kaget. "Perhatian bagi seluruh dokter, kita akan mengadakan tour dan semuanya di haruskan membawa anak anak sebagai anak mereka agar tak terjadi hal yang tak di inginkan saat tour berlangsung..." Isi berita itu adalah hal yang di baca oleh Alena.


Lalu mata gadis itu tertuju pada alinea kedua yang sempat terlewatkan olehnya, "Dan, semua peserta harus berpasangan (laki laki dan perempuan beserta dua anak laki laki dan perempuan). Tim pertama adalah Mita A dan David M, tujuannya adalah India. Tim kedua adalah Helena Shen dan Angga Breyen, tujuannya adalah Prancis. Dan tim ketiga (masih panjang lagi)."


Alena langsung tertawa terbahak-bahak karena merasa geli dengan apa yang di bacanya tadi. "Kenapa kau tertawa? Ini lucu kah bagi mu?" Tukasnya Helena, gadis yang berada di sebelahnya itu masih tertawa. "Hey hey... Ini sungguh lucu bagiku. apalagi, kau berpasangan dengan anak keluarga Brayen itu." Jelasnya Alena sembari tertawa.


"Lucu kepalamu peang!" Kesalnya Helena yang menjeda perkataannya. "Aku menderita..!!!" Sambungnya Helena sembari men-drama di dapan satu temannya itu.


"Dan berangkat hari ini juga... Sore pukul 14.00 s.d selesai." Timbalnya Alena yang masih membaca berita itu lagi. Wajah dokter tomboy itu terlihat kaget bukan main untuk yang kedua kalinya.


"Direkturnya gila!" Omelnya Helena sembari beranjak pergi untuk bersiap siap. "Alena, aku pinjam Alvin dan Aluna dulu ya..." Teriak Helena dengan tawa cengengesannya itu.


Saat Alena hendak menjawab, tapi dia berfikir karena itu sia sia mungkin juga Helena tak akan mendengarkan nya. Sifatnya Helena memang keras kepala.


...----------------...


Akhirnya semua sudah siap. Helena sudah siap dengan kedua anak di depannya.


Tin tin tin...

__ADS_1


Klakson mobil dari luar terdengar nyaring sampai ke dalam. Semua orang keluar untuk memeriksa. Tampak sebuah mobil sport mewah yang terparkir di sana. Helena mengerutkan keningnya dan mengetuk kaca mobil mewah itu.


"Hey, kau siapa? Kenapa kau ribut di luar rumahku?" Tanya Helena sembari terus mengetuk pintu. Gadis itu menekuk lutut agar dapat melihat siapa yang ada di dalam. Dan kaca mobil itupun tiba tiba menurun perlahan.


Terlihat jelas seorang pria tampan yang memakai kaca mata hitam sedang duduk di depan setir kemudi. Pria itu menolehkan wajahnya ke arah Helena dan, betapa terkejutnya gadis itu melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.


"Angga!" Pekiknya Helena tak percaya. Ekspresi gadis itu sangat terkejut hingga membuat siapa saja yang melihatnya penasaran. Akhirnya Alena pun ikut menekuk lututnya untuk melihat siapa orang itu.


"Angga? Dokter yang kau kagumi bukan, Helena?" Sahutnya Alena sembari melirik sahabat perempuannya itu. Pria yang ada di dalam mobil itu perlahan-lahan mengercitkan dahi. "Dokter yang di kagumi?" Umpatnya Angga dalam hati. Dia merasa agak senang karena mendengar perkataan yang di jelaskan oleh Alena.


"Ayo kita berangkat. Kita sudah terlambat." Ajaknya Angga mengalihkan pembicaraan. Helena terdiam sejenak untuk mengambil nafas. "Tidak mau." Tolaknya mentah mentah ajakan pria tampan yang ada di depannya itu.


Angga membuka pintu mobilnya. Dia keluar dari mobil mewahnya dan berjalan mendekati kedua gadis itu. "Ayo. Kita sudah terlambat, dan bagaimana jika direktur marah?" Serunya Angga sembari menarik paksa Helena. Gadis itu mencoba menolaknya, "Lepaskan aku bodoh!"


Saat Alena hendak menjawab, ternyata ada yang mendahului dirinya, "Calon Uncle kalian." Potongnya Angga yang masih menarik paksa Helena. "Pergilah, Tante Helena dan Paman itu akan segera berangkat. Kalian akan ikut bukan?" Kodenya pada kedua anak anak pintarnya itu.


Langsung saja, kedua bocah itu naik ke kursi belakang yang sudah di siapkan. Helena yang melihat kedua anak itu masuk ke dalam mobil sport itu segera mengalihkan pandangannya ke sang sahabat. Tatapannya sangat sinis seperti yang mempunyai dendam besar saja.


Alena hanya tersenyum kecil sembari melambaikan tangan lalu berkata, "Selamat menikmati liburan..."


Di sisi lain, akhirnya Angga berhasil memaksa masuk Helena. Pria itu kembali menghampiri Alena, "Kopernya?" Tukasnya Angga bertanya. Alena hanya menjawab dengan dagunya saja.

__ADS_1


Pria itu mengalihkan pandangannya dan langsung mengambil koper koper itu pada bagasi mobil nya. Dan sesegera mungkin berangkat ke Prancis. Alena melambaikan tangannya dari kejauhan seraya tersenyum kecil.


Saat Alena hendak masuk ke dalam, tiba tiba sebuah mobil sport lainnya yang lebih mewah dari yang tadi berhenti tepat di belakang Alena. Gadis itu menolehkan kepalanya.


Tanpa aba aba, Pria yang ada di dalam mobil itu keluar dan berapa terkejutnya Alena. "Arga Wilson!" Pekiknya Alena tanpa bersuara. Arga langsung menghampiri gadis yang tengah terkejut bukan main di buatnya itu.


"Mau apa kau?" Tukasnya Alena bertanya membuka pembicaraan. "Mana anak anakku? Aku ingin melakukan test DNA sekarang." Balasnya Arga.


"Anak anak tidak ada di rumah. Mereka sudah pergi bersama Helena keluar negeri untuk liburan." Jelasnya Alena. Pria yang ada di depannya itu menatap tajam dirinya, "Maksudnya mereka ikut karena liburan yang di adakan untuk dokter oleh direktur rumah sakit?" Tukasnya Arga bertanya lagi.


Alena hanya mengangguk angguk. Senyuman smirk nampak merekah di wajah pria perfect itu. "Kalau begitu, ayo kita tinggal bersama." Usulnya Arga tanpa basa basi.


Alena sedang dalam pose berfikir untuk mencerna apa yang barusan di katakan pria itu. "Tidak mau!" Tolaknya Alena setelah beberapa detik.


Pria itu semakin mendekati Alena. Gadis itu perlahan-lahan berjalan mundur dan pria yang ada di depan nya terus melangkah maju. Sampai pada akhirnya, Alena terhenti karena sudah tak bisa menghindar lagi.


Phakk!!


Arga mengunci Alena di tembok. Dia mendekatkan wajah. "Kita akan melakukan hal panas 6 tahun lalu baby..." Ucapnya tepat di dekat telinga Alena. Wajah gadis itu terlihat memerah. "Kau...!!" Ucapnya Alena terpotong.


"Psttt...." Pria itu menempelkan jari telunjuk nya tepat di bibir Alena. "Bukankah kejadian itu kau yang menginginkan nya baby? Sekarang aku yang menginginkan itu" Jelasnya Arga tanpa basa basi langsung menggendong Alena ala karung beras :v.

__ADS_1


...----------------...


Hey guys, ini author yang berbicara. Maaf baru sempat up karena kehidupan nyata lebih susah untuk di tinggalkan. Mungkin sekarang author akan kembali rajin update kalau bisa ntar 1 hari 2-3 Eps. Author sudah menyelesaikan tugas sekolah author dan pembagian hasil juga sudah di berikan. Author mendapatkan peringkat 2 kelas dengan peringkat 3 pararel. Terimakasih yang sudah bantu doa. Author akan lebih fokus lagi ke novel ini, dan kalian semua harap ikut membantu author ya...


__ADS_2