Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 45. -Bertemu-


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari wanita tadi, Alena terdiam sejenak. Alena langsung meraba rambut wig yang di pakainya tadi. Ternyata rambut itu sudah tidak ada.


"Oh. Lalu, kenapa anda berada di pulau ini?"


Tanyanya Alena seraya mengernyitkan dahinya. Wanita itu kembali membalikkan badannya membelakangi Alena.


"Aku di sini karena ini adalah pulau terdampar. Ini adalah pelarian bagi kami yang tertinggal kapal atau bagi kami yang hidup tersiksa, jadi kami lebih memilih untuk mengasingkan diri." Jelas nya si wanita. Alena kini beranjak bangun dan hendak melihat ke luar.


"Kau mau apa nona?" Ucapnya si wanita tadi yang membuat langkah kaki Alena terhenti.


"Melihat keluar." Jawab Alena singkat. Wanita itu hanya melihat punggung Alena dari kejauhan yang semakin lama semakin kecil saja.


Saat Alena sudah berada di luar, Alena menghirup udara segar dan menghembuskan nya lagi. Senyuman nya terlihat mengembang.


"Ini pulau yang terpencil, tapi kehidupan di sini sangat bahagia meski serba kekurangan." Gumam Alena yang melihat banyaknya anak anak yang bermain dengan riang gembira di taman depan.


Sementara di dalam, Arga perlahan-lahan membuka matanya. Dia melihat sekelilingnya dan mendapati seorang wanita sedang duduk di sampingnya.


"Ini... Di mana? Dan kau siapa?" Sahut Arga yang masih dengan suara lemah.


"Kau sudah sadar? Ini di pulau terpencil. Dan kau bisa memanggilku bibi Lim." Jelasnya wanita tadi memperkenalkan dirinya. Arga mengangguk dan pandangannya teralihkan ke luar, pada seorang wanita yang sedang berdiri menikmati pemandangan.


Pria memaksakan dirinya untuk berdiri dan hendak menghampiri gadis yang sedang menikmati pemandangan itu dengan tenang.


Sementara di sisi lain...


*Alena pov.


Gadis itu tengah menikmati keadaan, tapi tiba tiba ada bocah laki laki dan perempuan yang melewati Alena dengan senyuman yang mengembang. Tiba tiba Alena teringat sesuatu.


Alena menjulurkan tangannya ke depan dan matanya hampir meneteskan air mata mengingat kedua anaknya yang mungkin sedang mengkhawatirkan dirinya, juga dengan sahabatnya Helena.


Saat air mata Alena hendak menetes, seseorang tiba tiba memeluk Alena dari belakang dengan kehangatan yang membuat Alena kaget bukan main.


"Siapa kau?"

__ADS_1


Ucapnya Alena tanpa melihat ke belakang terlebih dahulu.


"Suamimu...."


Jawab lembut Arga sembari menaruh kepalanya di atas pundak sebelah kanannya Alena.


Mata gadis itu terlihat terbelalak mendengar perkataan yang di ucapkan oleh pria yang suaranya tak asing di telinga nya. Alena berusaha melihat siapa orang yang memeluknya itu.


"Arga Wilson..!!"


Pekik Alena tanpa suara. Tiba tiba Alena memberontak agar Arga melepaskan pelukannya.


"Diamlah baby, kita sudah lama tidak berduaan seperti ini."


Bisiknya Arga di dekat telinga Alena. Keadaan semakin panas.


Alena yang masih mencoba melepaskan dirinya itu tak berhasil. Arga menarik paksa wajah Alena sehingga kini mereka bertukaran pandangan.


Arga semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Alena dan hendak mencium gadis yang ada di depannya itu. Tiba tiba saja...


"Permisi..."


"Ya..."


Jawab Alena dengan wajah malunya. Perasaan Alena semakin tak tenang melihat gadis itu yang melontarkan Senyuman merendahkan.


"Ayo kita makan. Ini sudah saatnya makan."


Ajaknya si Gadis dan berlalu pergi yang di ikuti oleh Alena dan Arga. Sementara di sisi lain...


Saat sudah sampai di tempat makan, mereka melihat kelima orang orang yang tak asing sedang berada dalam panci yang besar di atas tungku api dengan air yang sudah hampir mendidih.


"X...!! Dan itu adalah teman temannya!"


Teriak Alena kaget dan langsung berlari mendekati kelima orang itu. Begitu juga dengan Arga yang kaget melihat Angga ada di antara mereka semua.

__ADS_1


Saat sudah sampai di dekat Kelima pria itu, Alena langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu seseorang datang ke sana untuk menjelaskan.


"Jadi begini..." Pria itu mulai menceritakan seluruh kejadian yang menimpa para lelaki itu di tengah hutan saat mencari Alena dan Arga.


30 menit sebelumnya...


*Marquez, Angga, Louise, Zhuge Liang serta Sean sudah berada di tengah tengah hutan. Mereka melihat sekeliling dan hanya ada pohon yang besar dan tua di mana mana.


"Apakah pulau ini sangat besar?"


Keluhnya Angga seraya beristirahat sembari menjojorkan kakinya ke depan.


Wussss....


Angin yang sangat dingin tiba tiba berhembus membuat semua orang bergidik ngeri. Kelima pria itu saling bertukar tatapan mata dengan penuh kekhawatiran.


"Ayo kita lanjutkan."


Ajaknya Zhuge Liang hendak melangkahkan kakinya ke depan. Tiba tiba asap tebal berbau aneh muncul membuat pandangan semua orang kabur.


"Uhuk..!!! Awas! Ini adalah gas beracun."


Teriaknya Angga memperingati. Tiba tiba saja...


Brukk!!


Brukk!!


Brukk!!


Brukk!!


Brukk!!


Kelima orang itu pingsan tak sadarkan diri, lalu ada pasukan dengan pakaian aneh yang membawa mereka pergi dari tempat itu.

__ADS_1


...----------------...


Ternyata, Marquez, Louise, Zhuge Liang, Sean, dan Angga di bawa oleh bangsa asli pulau itu untuk di obati.


__ADS_2