
Alena terdiam melihat semua pemandangan yang ada dimatanya. "Apa-apaan semua ini?" tanyanya dengan nada bergetar. Matanya tak percaya melihat sosok lelaki berwibawa yang tengah duduk diatas sofa dengan menyilangkan kakinya.
Jonathan.
"Alena, dia adalah ayah kita." kata Marquez yang membuat Alena tersadar. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tak menyangka bahwa semua ini akan terjadi.
Ia bersembunyi dibelakang punggung kekar kakaknya. "Tidak, tidak mungkin! Ayahku..." lirihnya sembari menatap Jonathan.
Lelaki itu menyeramkan! Ia menjadikan seorang wanita sebagai injakan kakinya. Wanita itu ialah Rita. Dibawah sana, Rita yang masih meronta minta dilepaskan. "Lepaskan aku! Aku tidak ada hubungannya dengan kalian dasar orang-orang gila!" teriaknya.
Setelah mengatakan itu, Rita nampak kesakitan. Rupanya Jonathan menginjaknya lagi lebih keras secara diam-diam. "Kurasa kau memang orang yang tidak peduli tentang kesalahan rupanya." Jonathan menyepak tubuh Rita hingga berguling.
__ADS_1
"Kutitipkan hartaku pada kalian untuk menghidupi anak dan istriku. Namun, istriku mati sia-sia ditangan licikmu karena kau tamak akan harta! Dan belum cukup sampai disitu, kau juga menyiksa putri!" Jonathan mulai menghakimi orang yang berada didepannya.
"Apa maksudmu?! Aku hanya melakukan ide gila yang dikatakan oleh suamiku!" Sangkalnya Rita.
Jonathan terlihat acuh pada wanita didepannya. Ia kembali menginjakkan kakinya diatas tubuh sang wanita. Lebih tepatnya, di leher Rita!
Krak!
Kemudian, hanya dengan menjentikkan jarinya saja, para penjaga pribadinya langsung mengerti. Mereka datang dan membawa Rita pergi dengan sadis nan brutal.
"Putriku! Jangan takut, sayang."
__ADS_1
Jonathan melangkahkan kakinya mendekati Alena, namun wanita itu nampak ketakutan setengah mati dengan apa yang barusan ia lihat. Ayahnya seorang pemimpin mafia? Kakaknya seorang ketua geng? Dan suaminya yang seorang CEO saja bahkan terlihat biasa memainkan pistol.
Dunia macam apa ini? Semua orang nampak tak bersalah setelah membunuh orang. Semuanya sudah dianggap hal yang lumrah dan dilupakan begitu saja. Gila!
"Putriku, Lyfae!"
Apa-apaan? Lyfae? Ayahku? Baiklah. Ini sudah takdirku! Kurasa cukup bahagia bersama keluarga ini meskipun kenyataannya bahwa mereka menyimpan sebuah rahasia besar yang bisa membuat seseorang kehilangan nyawanya jika membocorkan hal tersebut.
----
Oke udh. Saya tau ga nyambung tapi ya udahlah. Saya juga udah pusing sama alurnya. Kasus-kasus lainnya akan saya bahas di season kedua mungkin saja.
__ADS_1