
Setelah bersiap siap, Alena melihat jam arloji nya. Dan itu menunjukkan pukul 16.30. Langkah gadis itu semakin tergesa gesa hendak pergi tapi Dita menghentikan langkahnya, "Mau kemana, Kak? Kok buru buru," Tanya Dita yang tengah duduk sambil menonton tv. Alena terhenti, "Ada urusan penting. Oh iya, jaga rumah ini, ya?" Jawab Alena.
Wanita yang tengah terburu buru itu nampak heran karena Dita tak pernah dekat dengan dirinya. "Ah, sudahlah. Aku harus bergegas," Alena kemudian hendak memasuki mobil, tapi langkahnya terhenti untuk yang kedua kalinya.
"Nona, tunggu," Sahut seseorang. Alena berbalik badan dan melihat seorang wanita yang menundukkan kepalanya, "Kau siapa?" Tanya Alena.
"Aku? Ah iya, namaku Yeri, Aku asisten yang di kirim khusus untuk menjagamu, nona." Jelas Yeri. Alena memutar bola matanya malas. Apa perlu sangat berlebihan seperti ini? Astaga.
Alena langsung saja masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan Yeri. Tapi anehnya, Yeri ikut masuk ke dalam mobil. Tentunya itu membuat Alena merasa terganggu.
Tringg!!
Sebuah pesan masuk. Alena langsung membukanya,
"Yeri akan menjagamu. Dia akan melayani mu, ~Si Cabul Sialan~" Alena menghela nafasnya. "Satu lagi pesan dari Arga," Gumamnya.
Mobil tiba tiba saja berjalan dan mungkin itu perintah dari Yeri, pikir Alena. Sepanjang jalan hanya ada kesunyian. Alena sibuk melihat pemandangan sepanjang jalan, sementara Yeri hanya menggeser geser benda pipih di tangannya.
"Mmm... Nona, Apa kau ingin membeli sesuatu?" Tanya Yeri ragu ragu. Tapi sebelum itu, Yeri mendapatkan notifikasi dari ponselnya. Mungkin itu pesan dari Arga.
"Tidak perlu, tapi percepat saja laju mobilnya," Balas Alena. Driver Keluarga Wilson itu langsung menambah kecepatan mobilnya. Yeri terdiam dan kembali ke pekerjaan nya.
__ADS_1
Waktu berlalu cepat. Ternyata kami sudah sampai di lobby perusahaan Wilson. Alena turun dari mobil dan menunggu Arga keluar. Banyak orang orang bertanya-tanya siapa diri Alena ini.
Tak lama dari itu, Arga keluar dari perusahaannya dan berjalan menuju Alena. Banyak karyawan yang terus memandangi Arga. "Ayo sayang," Arga merangkul Alena. Mereka masuk ke dalam mobil, dan panggilan sayang yang keluar dari mulut Arga membuat seisi kantor ribut.
"Apa apaan, kau?" Tanya Alena geram. Seenaknya saja pria ini merangkul wanita. Pikir Alena. "Pergi ke tempat yang sudah di rencanakan,"
Mobil melaju dengan cepat. Alena hanya diam saja. "Yeri, suruh seseorang untuk mengambil mobilku yang masih di parkiran bawah," Ucap Arga. Yeri mengangguk dan mengaktifkan alat komunikasi di telinganya, "Ambil mobil tuan muda sekarang," Perintah Yeri.
"Sebenarnya kau mau membawaku kemana?" Tanya Alena penasaran, "Jalan jalan tanpa tujuan. Dan kita akan makan malam bersama," Ucapnya Arga.
Kami berkeliling kota dan akhirnya waktu menunjukkan sudah pukul 19.11. Ternyata kami menghabiskan waktu 2jam lebih hanya dengan jalan jalan tanpa tujuan.
Ckitt!!
"Yeri, kau tunggu saja di luar, dan jika mau beli makan ini uangnya," Arga menyodorkan segepok uang pada Yeri. "Tapi ini terlalu banyak tuan," Tolak Yeri.
"Jangan membantah," Ucap Arga datar. Wanita itu menerimanya dengan sopan, "Terimakasih, tuan." Yeri membungkukkan badannya.
Bukankah uang sebanyak itu terlalu banyak untuk di gunakan makan? Pikir Alena. Mereka masuk ke dalam dan duduk di salah satu meja yang telah di pesan khusus oleh Arga.
Pria itu memesan beberapa menu Yang ada di sana. "Hey, kenapa kau memberinya uang sebanyak itu? Uang untuk makankan hanya perlu beberapa lembar saja," Ucap Alena.
__ADS_1
Heh!
Arga menyeringai menggoda, "Kenapa? Apa cemburu?" Goda Arga. Alena hanya diam karena tidak ada hasilnya jika dia meladeni Arga yang sudah menggoda seperti itu. "Sebenarnya uang itu sengaja ku berikan untuk biaya pengobatan nenek Yeri. Gadis itu sudah bekerja keras selama bertahun tahun. Aku tahu dia banting tulang seperti itu hanya untuk membiayai neneknya yang sudah sakit parah di desa,"
Alena tergelak diam, "Kenapa tidak membawanya kerumah sakit saja?" Tanya Alena heran. "Masalahnya itu, Yeri selalu menolak jika neneknya hendak di bawa ke rumah sakit," Jawab Arga.
Tanpa di sadari menu yang di pesan sudah jadi. Kami makan bersama. Tak lama kemudian, Yeri masuk ke dalam. "Tuan, ini penutup mata nona muda yang ketinggalan di mobil," Seru Yeri sembari menyodorkan kain hitam yang cukup panjang. Aku bertanya tanya untuk apa penutup mata ini?
Arga mengambil penutup mata itu dan Yeri kembali pergi. "Berbalik lah," Suruh Arga. Aku merasa curiga, "Aku tak akan memakanmu," Bujuk Arga meyakinkan. Alena berbalik sesuai dengan keinginan Arga.
Kemudian, pria itu memasangkan penutup itu tepat di depan mataku. Dia mengikat penutup ini. "Berdiri lalu jalan, aku akan menuntunmu," Tukas Arga. Alena hanya menurut sesuai dengan perintah Arga.
"Kita mau kemana?" Tanya Alena di sela sela langkah kakinya. Arga terdengar menyeringai kecil, "Aku sudah berjanji akan membawamu ke tempat yang indah," Balas Arga.
Alena terus berjalan hingga Arga menyuruhnya berhenti. Kemudian, Arga membuka penutup mata itu. Alena pelan pelan melihat. Dan ternyata tempat itu memang sangat indah.
"Dimana kita?" Seruku. Arga duduk di kursi yang tersedia. Banyak lilin yang menerangi tempat itu, "Ini adalah gedung pencakar langit di kota ini. Apa kau suka?" Balas Arga bertanya. Alena mengangguk.
Arga memetik sebuah mawar dan dia membawanya dengan menyelipkannya di mulut. Dia membungkukkan tubuhnya, "Mau kah kau berdansa bersama ku?" Tanyanya.
Deg!
__ADS_1
Wajah Alena memerah seketika. Dia sangat malu untuk menerima tawaran Arga. Ternyata si Cabul ini bisa romantis juga ya? Pikir Alena.
Tangan gadis itu ragu ragu untuk menerima ajakan Arga. Dan pada akhirnya, mereka berdansa bersama dan menghabiskan waktu bersama. Di akhir acara, banyak kembang api yang buatkan khusus untuk Alena. Sangat Cantik di tambah lagi di gedung pencakar langit itu seluruh kota bisa terlihat.