
Malamnya, Arga dan Alena keluar dari mobil mewah yang di iringi beberapa mobil lainnya di belakang. Sepertinya rakyat yang akan menyambut ratu dan rajanya saja. Para bawahan Arga menggelar karpet merah dan berjajar rapi di sepanjang jalan sembari membungkukkan badan.
Mereka semua sangat terlatih, dan hal itu sedikit membuat Alena merasakan tidak enak. Dia menghentikan langkahnya, "Apa tidak berlebihan jika seperti ini?" Tanyanya Alena sembari mencubit kecil baju Arga.
Pria yang ada di sampingnya itu menolehkan kepalanya, "Ini tak seberapa. Dan lagi, ingat lah bahwa nantinya kau akan seperti ini," Balasnya Arga menjeda perkataannya, "Jadi berusahalah untuk terbiasa dengan semua ini, karena istri Arga Wilson harus anggun." Sambungnya.
Dan mereka melanjutkan langkahnya masuk ke dalam sebuah hotel besar berbintang lima dengan pelayanan VVIP terbaik se-kota. Pesta itu sangat megah. Apakah ini pesta orang kelas atas?
Gadis yang tak terbiasa dengan pesta seperti itu harus memaksakan diri untuk beradaptasi. Saat Arga membuka pintu hotel itu, semua orang langsung menoleh ke arah sana. Dan terjadilah keributan.
"Lihatlah! Itu Tuan Muda Wilson!"
"Dan siapa wanita di sampingnya itu?"
"Apa kau tak tahu? Mungkin itu adalah Nona dari keluarga Frank. Jenny Frank!"
"Ah itu tidak mungkin! Nona Frank dan Ny. Wilson datang lebih awal di bandingkan dengan Tuan muda Wilson."
"Kalau begitu siapa wanita itu?"
"Mungkin saja itu istri rahasia dari Tuan muda Wilson."
__ADS_1
Begitulah bisik bisik orang yang berada di dalam pesta. Semuanya heran dengan kehadiran Alena, "Perkenalkan dirimu dengan Arogan tapi anggun!" Bisik nya Arga pada telinga Alena. "Kenapa harus Arogan!?" Tanyanya Alena berbelas bisik.
Arga membungkukkan badannya dan menjulurkan telapak tangannya bermaksud untuk mengajak Alena masuk ke dalam kerumunan orang orang itu. "Agar kau terlihat seperti pasangan yang cocok untuk Arga Wilson!" Jelasnya sembari berbisik.
Pria itu masih dalam keadaan membungkuk nya, "Istriku, terimalah ajakan ku ini..." Ucapnya Arga yang memang sengaja meninggikan volume suaranya. Karena perkataan dari Arga itu, banyak membuat tamu tamu kaget bukan main bahkan sampai ada yang pingsan.
Alena mengernyitkan keningnya dan menerima ajakan Arga. Gadis dan Pria itu saling bergandengan tangan melewati semua orang yang terkagum akan aura yang di keluarkan oleh Arga. Tapi entah mengapa, wajah Alena malah memerah dan tersipu malu.
"Tuan Muda Wilson dan Nona muda Wilson, selamat datang di pesta kecil kecilan keluarga Yi!" Serunya seseorang yang menghentikan langkah kedua pasangan itu. Mereka berbalik, "Tuan Yi, sudah lama tak bertemu." Serunya balik Arga.
Kedua pria yang terkenal di kota itu saling menjabat tangan. Dan Arga di ajak oleh Tuan Yi agar ikut naik ke atas panggung, "Bagaimana jika anda ikut dengan diriku naik ke atas panggung?" Tukasnya Tn. Yi bertanya.
Arga hanya mengangguk dan mengikuti langkah Tuan Yi dengan di ikuti Alena. Ketiga orang itu naik ke atas panggung. Di atas panggung itu sudah ada Nyonya Yi dengan bayi mungil yang berada di pangkuannya.
"Hai Nyonya Yi, aku Alen__" Belum sempat Alena menyelesaikan perkataannya, tapi sudah di potong oleh seseorang. "Halo, kau pasti istri tuan muda Wilson, kan?" Tukasnya Nyonya Yi tersenyum ramah, "Kalian sangat serasi." Tukasnya lagi Nyonya Yi menyelesaikan kata katanya.
"Eh... Ini tidak___" Perkataan Alena terpotong untuk yang kedua kalinya, "Dia istriku! Kami memang pasangan yang serasi." Potongnya Arga dengan nada sombongnya.
"Bagaimana kalau kalian berpidato dulu? Aku akan menggendong anakku.," Ucapnya Tuan Yi mengalihkan pembicaraan. Dia menjeda perkataannya, "Nona Wilson, Anda bisa memperkenalkan diri dulu sembari menunggu ku siap." Sambungnya Tuan Yi.
Pria yang setengah baya itu menggendong bayi lelaki itu dengan hati hati. Ya, meskipun umur tuan Yi terpaut jauh dari Arga, tapi tuan Yi belum juga di berikan keturunan selama belasan tahun mereka menjalani hubungan pernikahan.
__ADS_1
Di sisi lain, Arga mengaktifkan pengeras suara yang memang sudah ada di kerah bajunya untuk kepentingan. "Halo semua! Saya adalah Tuan Muda Wilson dan di sini saya di temani oleh istri tercinta saya." Ucapnya Arga yang menarik seluruh perhatian termasuk perhatian Ny. Wilson dan Jenny.
Arga mengulurkan tangannya dan merangkul Alena. Ternyata, di baju Alena pun terdapat pengeras suara. Arga menghidup itu, "Perkenalkan dirimu sayang." Tukasnya Arga dengan sengaja meninggikan volume suaranya.
"Saya adalah Alena Grazia, istri dari Arga Wilson!" Alena memperkenalkan dirinya dengan arogan namun anggun. Dia melakukannya sesuai dengan keinginan dari Arga. Tentunya, hal itu membuat senyuman di wajah Arga merekah lebar.
Tiba tiba saja sebuah benda melayang dari kerumunan tamu. Benda itu menuju ke arah wajah mulus Alena. Dan gadis itu pun refleks langsung melindungi wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Prang!!!
Sebuah Gelas Wine itu pecah mengenai sesuatu. Saat Alena membuka matanya, dia kaget bukan main karena di depannya sudah ada pria yang tak asing bagi dirinya. "Arga!" Pekiknya Alena dengan mata terbelalak lebar.
Dan semua orang juga terkejut karena Alena memekikkan nama Arga, tentunya semuanya mendengar hal itu karena pengeras suara masih aktif. Semua orang menolehkan kepalanya ke arah dari mana benda itu berasal.
Tenyata itu dari Jenny yang sedang marah marah karena perbuatan Arga. "Jenny, tenanglah, Nak." Ucapnya Nyonya Wilson mencoba menenangkan. Dan Jenny pergi meninggalkan tempat itu dengan keadaan sangat marah yang di ikuti oleh Nyonya Wilson.
Sementara Arga dan Alena, mereka masih berada di atas panggung. "Saya minta maaf atas keributan ini." Ucapnya Tuan Yi memohon maaf. "Karena Tuan Muda Wilson sudah terluka, maka duduklah dulu. Tunggu bawahan saya yang akan mengurus anda." Jika di lihat dari mimik tuan Yi, dia nampak sangat merasa bersalah.
"Tak perlu, aku akan pulang saja bersama istri ku." Tolak nya Arga sembari berjalan pergi dengan sempoyongan keluar dari pesta itu. Dia nampak meringis menahan sakit.
...~Bersambung~...
__ADS_1
Hai, ini author yang berbicara. Saya minta maaf karena telat up. Jujur saya down. Saya minta maaf ya.