
Setelah pertengkaran direstoran, kemudian mereka bertengkar hanya untuk mengajak Alena pulang bersamanya. "Tidak! Sekarang Alena pulang bersamaku! Kau sudah bersamanya saat pergi menuju restoran! Sekarang giliran ku!" ucap Willy.
"Berangkat bersama harus pulang bersama juga! Kau mengerti pepatah tidak sih?" teriak Arga tidak mau kalah. Sepertinya mereka memang kucing dan anjing yang tidak pernah bersatu. "Kekanakan!" cicit Alena.
"Sudahlah! Aku hanya ingin naik taxi saja. Kalian pulang!" ucap Alena, setengah mengusir. Keduanya diam.
.
.
Sesampainya dikantor, Alena kembali keruangan nya. "Mereka berdua sangat kekanakan! Haruskah mereka bertengkar hanya untuk aku memakan makanannya terlebih dahulu, atau ikut pulang bersamanya?" gerutu Alena tidak ada hentinya.
"Sinting!" Alena yang tengah terduduk kemudian menghela nafas panjangnya. Alena hanya dapat mengusap-usap dadanya mencoba untuk sabar.
Tok!
"Nona, pria yang bernama Arga Wilson ingin bertemu dengan anda," ucap Sean sopan. Arga kemudian masuk kedalam. Dan menatap Alena dengan dalam. "Ada apa kau kemari?" tanya Alena, ketus.
"Tidak senang dengan kedatangan ku?" tanya Arga sembari mengerutkan keningnya. Alena menghela nafas berat. "Kau tidak akan membuat masalah baru untukku bukan?" tanya Alena.
Tidak!
__ADS_1
Alena menghela nafas lega. "Aku ingin bertemu anak-anakku!" ucap Arga. "Aku rindu mereka," sambungnya, lirih. Alena tersenyum miring, merendahkan. "Mereka anak-anakku! Kau tidak ada hak sedikitpun. Test dna sudah membuktikan semuanya."
"Alena dengar, apa kau tidak memiliki perasaan apapun padaku?" tanya Arga serius. Alena menggeleng kepala. "Tidak sama sekali!" jawab Alena, kejam.
Duar!
Bagai petir yang menyambar disiang bolong. Arga menatap Alena sendu. "Kau sudah melihat sisi tidak berdaya ku, Alena." Alena mengigit bibir bawahnya. Ada sedikit rasa kasihan pada lelaki yang didepannya itu. "Ya! Aku sudah melihatnya. Arga Wilson yang ku kenal cengeng dan manja, tidak seperti Arga Wilson yang dirumorkan."
Alena mengejek Arga. Namun, Arga malah terkekeh. "Alena, jika kau tidak menerima bahwa aku suamimu, ayo menikah!" Pufftt! Alena merasa geli.
~Weh Arga! Lu emang udah nikah sama Alena, ngapain lu nikah lagi? Gila ni cowok!~ Salah satu Netizen.
~Ini author nya yang bermasalah ni~ Salah satu warga +62.
.
.
"Menikah? Apa kau gila?" bantah Alena.
"Nona!" Teriak Sean dari luar dan langsung mendobrak pintu ruangan kerja Alena. "Di... Hosh! Di luar ada... Ada keributan! No-nona!" Sean dengan nafas tersengal-sengal nya berusaha menjelaskan. Alena kemudian melihat kebawah jendela kerjanya.
__ADS_1
Dibawah sana banyak sekali orang-orang yang terlihat marah-marah. "Keluar kau Alena Grazia! Dasar Pel*c*r!" teriak salah satu orang yang ada di kerumunan itu. "Jal*ng, kau berani menggoda tuan muda Wilson yang sudah memiliki nona Frank?" teriak salah seorang lagi.
Alena melirik Arga. "Inikah yang kau sebut dengan tidak memberiku masalah baru?" teriak Alena, marah. "Aku tidak mengetahui apapun." ucap Arga.
"Ganti bajumu, usahakan seperti yang dipakai mereka!" pinta Alena kepada Sean. Sean pergi, dan tidak lama dari itu, Sean kembali seperti paparazi. "Sudah nona,"
Alena kemudian mengambil topi dan kacamata hitamnya, Alena juga memberikan Arga topi dan kacamata hitam. "Alihkan mereka!" titah Alena mutlak.
.
.
Sean keluar dan langsung mengalihkan perhatian. "Berhenti kau! Itu nona Alena dan Tuan muda Wilson! Disini!" teriak Sean sangat kencang. Semua orang langsung berlari kesana, ketempat yang di tunjukan oleh Sean.
Kemudian, Alena hendak keluar dari pintu belakang perusahaan, dan terlihatlah Jenny yang sedang duduk dengan memasang wajah kemenangan nya. "Kau dalang dibalik semua ini?" Tanya Alena menggertakkan giginya. "Jika iya, kenapa?" balas jenny balik bertanya.
"Itu memang kenyataannya. Kau pel*cur! Kau pelakor! Kau jal*ng! Kau yang merebut Arga dariku!" teriak Jenny. Alena tertawa terbahak-bahak. "Bukankah itu kenyataan, yang kau miliki?" Alena berjalan memutari Jenny,
"Aku dan Arga sudah dari dulu menikah, bukankah kau yang jadi pel*cur? Yang datang menggoda suamiku? Bukankah kau jal*ng? Yang datang dengan berbagai macam cara untuk memisahkan kami? Bukankah kau pelakor? Yang merebut suamiku?" sambung Alena, kejam.
...----------------...
__ADS_1
Maaf guys, author up nya labil dan nggak menentu. Author kehabisan ide. Sumpah:(.