
Chapter 13. -Menggoda Arga-
Semua tugas Alena sudah selesai. Saat tugasnya sudah usai, Alena pergi bersiap siap untuk memeriksa supermarket yang sudah hampir bangkrut itu.
Dia memakai mobilnya dan berkendara dengan cepat. Saat sudah sampai di sana, Alena turun dan langsung masuk ke dalam Supermarket itu tanpa aba aba.
Terlihat jika Supermarket itu tak terurus, banyak karyawan yang bermalas-malasan. Alena menghentakkan kakinya dan melipat kedua tangannya itu. Seluruh ruangan telah di sapu matanya.
"Baik..!! Semuanya berkumpul!"
Teriak Alena dengan lantang, tapi semua karyawan tak menghiraukannya. Mereka hanya berdiam diri dan bermalas malasan di depan Alena.
"Kalian semua di pecat!!"
Teriaknya lagi Alena dengan lantang. Semua orang yang berada di sana terkejut lalu berkumpul mendekati Alena.
"Nona..., Kami mohon, jangan pecat kami."
Ucapnya salah satu karyawan dengan suara lirih, tapi hati Alena sama sekali tak tergerak kan sedikitpun.
"Bermalas-malasan bekerja tapi mau gaji yang besar? Kerja sana di ladang kepala botak milik bapakmu sana..!!"
Tegasnya Alena dengan menatap tajam semua karyawan.
"Kalian semua cepat pergi!! Aku tak butuh orang yang bermalas-malasan!"
Usir Alena tanpa rasa iba. Mereka semua pergi dengan keadaan kesal, kecewa, dan bersalah.
Alena kembali fokus terhadap pekerjaan nya. Tiba tiba saja seorang laki laki berpakaian rapih datang menghampiri Alena yang sedang berdiri sendiri.
"Maaf nona, apa anda adalah nona Grazia??"
Tanyanya pria itu membungkukkan badannya. Alena melirik pria itu, dan memperhatikan dari bawah sampai ke atas.
"Ya, saya nona Grazia. Apa yang bisa saya bantu?"
Jawab Alena sembari bertanya. Pria membenarkan posisi berdirinya.
"Saya adalah Sean, Asisten yang dikirim oleh perusahaan untuk membantu nona. Semoga saya bisa membantu."
Pria itu memperkenalkan dirinya, Alena tersenyum tipis.
"Jadi kau adalah asisten untuk ku? Kalau begitu, aku mempunyai tugas untukmu."
Ucapnya Alena. Sean mencoba mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Alena.
"Promosikan lowongan kerja di mall ini kepada orang orang desa terdekat. Dalam kurun waktu 2 hari, kamu sudah harus membawa setidaknya 10-20 orang pelamar."
Sambungnya Alena, Sean mengangguk patuh dan membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
"Sekarang, tinggal mencari sumber permasalahan yang lain."
Gumamnya Alena sembari melihat label harga pada sebuah susu yang tergeletak di lantai.
Alena melihat memeriksa label nya dan memeriksa tanggal expired-nya. Dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
"Apa apaan ini? Harganya sangat tinggi tapi barangnya sudah lewat expired!? Sangat tak berkelas."
Ucapnya Alena sembari menggepalkan tangannya dengan kuat.
Dia kembali memeriksa seluruh barang di mall itu. Seusai menyelesaikan tugas nya, Alena pergi untuk pulang dan beristirahat. Tapi saat hendak membaringkan tubuhnya di sofa, tiba tiba saja bell apartemen nya berbunyi.
"Siapa yang bertamu sore sore begini?"
Tanyanya Alena sambil berjalan menuju pintu. Dia membukakan pintunya dan terlihat seorang pria berpakaian hitam rapih berdiri di depan pintu.
"Oh, tuan muda Wilson. Kenapa anda kemari? Apa yang bisa saya bantu?"
Tanyanya Alena dengan sopan. Ternyata tamu yang datang di sore hari begini adalah Arga Wilson..!!! Untuk apa dia kemari?
"Apa aku bisa masuk?"
Ucapnya Arga datar, Alena tersenyum cengengesan lalu mengiyakan Ucapan Arga. Mereka masuk ke dalam, Arga duduk di sofa sementara Alena ke dapur untuk menyiapkan minuman.
Alena Kembali dengan membawa sebuah nampan berisi minuman hangat. Dia menyajikannya tepat di depan Arga.
"Silahkan di minum tuan muda..."
Ucapnya Alena sembari memberikan hormat, Arga meminum teh hangat itu dengan pelan pelan.
"Dan tuan muda, ada masalah apa kau sampai datang ke mari secara pribadi!?"
Tanyanya Alena, dengan pandangan heran dia melirik Arga.
"Wanita ini bodoh atau memang sudah lupa denganku? Bagaimana bisa melupakan suami sendiri? Ataukah karena aku memakai topeng saat itu!?"
"Tuan muda..."
Ucapnya Alena menyadarkan Arga. Dia meletakkan cangkir teh nya di meja.
"Ini kesempatan bagus! Orang yang ku incar bukannya susah di dapatkan tetapi malah dia yang mendekati sendiri. Aku akan mendapatkan nya dengan mudah! Hanya perlu melakukan sedikit trik saja..."
Batinnya Alena tersenyum licik.
"Jadi begini, saya kesini ada urusan yang harus diselesaikan. Tolong selesaikan kerja sama antara perusahaan kita."
Dalihnya Arga yang sebenarnya tujuan utamanya adalah mendekati Alena.
"Oh?"
Ucapnya Alena, Arga mengangguk.
"Ya, kalau begitu, saya mau kembali pulang."
Ucapnya Arga hendak pergi, tapi tiba tiba saja hujan badai turun dengan sangat lebat.
"Tuan muda, seperti nya anda harus bermalam di sini karena jembatan yang menghubungkan desa dan kota tertutupi oleh air sungai yang meluap."
Alena datang menghampiri Arga yang sedang berdiri di depan pintu. Niatnya Arga hendak pulang namun kenapa tiba tiba saja hujan!?
"Tapi tak baik jika seorang pria yang sudah beristri dengan seorang wanita di satu ruangan."
__ADS_1
Bantahnya Arga.
Tangan Alena melingkar di pinggang Arga, matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang di lakukan gadis gila itu.
"Aku juga sudah menikah.., Ayolah tuan muda..."
Godanya Alena dengan nada sexy.
"Tapi aku sudah memiliki anak dan istri."
Bantahnya lagi Arga yang mencoba melepaskan tangan Alena.
"Gadis ini gila!!! Aku tak percaya bahwa aku menikahi wanita gila seperti dia..!!!"
Pikirnya Arga.
"Aku akan menyingkirkan istrimu dan memberikan keturunan untuk mu..."
Godanya lagi Alena, dia terpaksa menebalkan muka hanya demi merebut semua kekayaan milik ibunya itu.
"Heh, bagaimana dengan suamimu?"
Tanyanya Arga.
"Suamiku? Dia tak mempedulikan aku!! Pernikahan kami hanya sebuah kesalahan saja! Ibu tiriku yang menikahkan aku dengan pria yang sama sekali tak ku ketahui wajahnya!!"
Jelasnya Alena yang membuat Arga sedikit kesal.
"Lalu?"
Sambungnya Arga.
Alena mendekatkan wajahnya ke telinga Arga, dia sempat heran untuk apa Alena mendekatkan wajahnya ke telinga miliknya?
Saat sudah di dekat telinga Arga, Alena berbisik,
"Menginap lah di sini, baby..."
Bisik Alena dengan nada menggoda, wajah Arga seketika menjadi merah merona.
Alena tersenyum sinis lalu menggigit telinga Arga dan pergi ke kamarnya untuk mengerjakan semua tugas yang di berikan perusahaan.
Sementara Arga yang di tinggalkan oleh Alena, dia masih tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu. Matanya masih melebar.
"Gadis itu gila..."
Ucapnya Arga, "Tapi aku sudah gadis yang bergairah...," Sambung nya dengan senyuman evil.
Sementara Alena, dia mungkin sudah kehilangan akal sehatnya! Begitu berani menggoda pria normal yang sudah beristri!!
Apa yang di pikirkan oleh gadis itu? Ataukah otaknya sudah rusak? Atau bagaimana??? Sangat tak beretika!!
"Akhhh!! Mau di taruh di mana wajahku!? Seorang wanita yang sudah bersuami menggoda pria lain yang sudah beristri!? Wanita macam apa Aku ini?"
Geramnya Alena pada dirinya sendiri.
__ADS_1
...----------------...