
Chapter 16. -Kelicikan Alena-
Alena sampai di apartemen kota C pada pukul 01.32 dini hari. Dia membuka kunci pintu rumahnya dan masuk ke dalam untuk beristirahat.
Saat dia menyalakan lampu rumah nya, terlihat seorang laki laki yang sedang duduk di sofa yang menaikkan kakinya di atas kaki lainnya. Pria itu sontak membuat terkejut Alena.
"Kau..!! Tuan muda Wilson? Ada apa kau di sini? Bagaimana caramu masuk? Apa kau mengawasi aku?"
Tebak tebaknya Alena secara melantur.
Arga hanya terdiam di tempatnya sembari menikmati Wine yang ada di tangannya itu. Karena tak ada jawaban dari Arga, Alena langsung saja masuk ke dalam kamarnya.
Alena terlelap begitu pulas karena terlalu lelah mengendarai mobil selama beberapa jam. Arga yang sedang duduk di sofa tiba tiba bangun dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Alena.
Dia membuka pintu Alena dan langsung menindih Alena seketika. Alena yang masih terlelap tidur itu tak terganggu sedikitpun.
"Kapan hubungan kita akan terbongkar? Apa kau tahu bahwa kau sedang menggoda suamimu sendiri!?"
Ucapnya Arga dalam keadaan setengah sadar.
"...Huh, gadis bodoh! Mau menjadi pelakor suamimu sendiri ya? Aku akan sedikit membumbui rencana mu itu..."
Sambung Arga lalu melum*t bibir Alena dan langsung berlalu pergi setelah itu.
...----------------...
Besoknya, sinar matahari yang cerah menembus jendela kamar Alena dan mengenai wajah mulus nya.
"Ahhh..."
Alena meregangkan tangannya dan bangun dengan mata panda karena semalam terlalu larut untuk tidur.
"Eh..., Tadi malam sepertinya ada Tuan muda Wilson yang sedang duduk di sofa ruang tengah atau cuma mimpi ya!?"
Gumam nya Alena seraya beranjak bangun lalu mengambil handuk dan pergi untuk membersihkan diri.
Beberapa saat berlalu, Alena keluar dari kamar mandi dengan keadaan terbalut handuk.
Dia pergi ke kamar nya untuk mengambil pakaiannya. Seusai memakai pakaian, Alena hendak merias wajah namun notifikasi HP-nya menyala.
Sesegera mungkin Alena melihat notifikasi itu, dan ternyata itu dari Tn. Bram, Alena langsung membuka pesan itu dan membaca nya.
__ADS_1
"Datang ke cabang perusahaan di kota C. Alamatnya di jalan x nomor 759. Datanglah sebelum pukul 10.00."
Ucapnya Tn. Bram dalam pesan chat itu.
"Ya..., Tenang saja, aku pasti datang."
Balas Alena dalam pesannya lalu mematikkan hp nya itu.
*Reallive Alena sekarang...
Dia menyeringai licik, sepertinya semua memang sudah di rencanakan oleh pria tua itu ya?
"Tak tik yang bagus..., Sepertinya tuan muda Arga juga akan ada di sana. Apa dia berencana mempermalukan diriku?"
Tanyanya Alena dalam hati, dia langsung merias wajahnya lalu pergi ke tempat yang sudah di beritahukan.
Saat Alena sampai di sana, ayahnya dan Arga sudah stay di kursi VVIP yang sudah di pesan. Alena datang dan memberi salam kepada dua pria itu.
"Huh, cepat juga sampai nya."
Batinnya Tn. Bram yang di gambarkan dengan senyuman paksa buatannya.
"Dan bagaimana ini? Apa tuan muda akan tetap memperpanjang kontrak di antara perusahaan kita?"
"Oh, tentu saja. Tapi bagaimana dengan putri bapak ini?"
Tanya Arga melirik Alena.
"Oh.., Dia sedang melakukan masa percobaan. Jadi tak perlu khawatir, dia masih polos."
Balasnya Tn. Bram meremehkan Alena.
"Oh? Baiklah, saya sudah membawa pengacara terbaik dari Belanda. Silahkan anda berbicara dengan pengacara saya. Dia yang telah menyiapkan segala sesuatu mengenai perjanjian kita."
Ucapnya Arga sembari menggerakkan jarinya, lalu tiba seseorang berambut pirang berkulit putih dari pojok ruangan.
"Salam para tamu yang terhormat, saya adalah Veter, pengacara yang di sewa oleh selama bertahun-tahun oleh keluarga Wilson."
Pria itu memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa Belanda, Tn. Bram yang tak terlalu mahir dalam berbahasa Belanda itu terdiam sejenak.
"Apa anda bisa menanda tangani data data perusahaan ini?"
__ADS_1
Tanyanya Veter menggunakan bahasa Belanda. Tn. Bram menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu, dia tak mengerti bahasa Belanda karena pengetahuannya tak terlalu jauh.
"Apa tuan Sanjaya tak mengerti apa yang di katakan oleh Veter?"
Tanyanya Arga sedikit menyindir.
"Mungkin saja dia tak mengerti..."
Sahut wanita yang tak lain adalah Alena, Tn. Bram ternganga tak percaya bahwa putrinya yang sama sekali tak di rawat olehnya sangat pandai dalam melakukan apapun.
"Baiklah, apakah anda bisa melanjutkan nya dengan saya? Tolong jelaskan lebih rinci."
Ucapnya Alena, Veter mengangguk dan melanjutkan pembicaraannya.
Setelah itu, Alena langsung menanda tangani berkas berkas perjanjian itu dan menyelesaikan semua urusan yang harus di laksanakan oleh Tn. Bram .
Seusai itu, semua sudah pulang dan Alena hendak masuk ke dalam mobil tapi seseorang menahan tangannya.
"Apa?"
Ucapnya Alena yang sama sekali tak menoleh ke belakang.
"Apa kau melakukan semua ini untuk mempermalukan diriku?"
Tanya Tn.Bram dengan nada yang tinggi, Alena menepis tangan ayahnya itu.
"Aku hanya membantumu. Kau seharusnya berterimakasih padaku, jika saat itu tak ada aku, maka akan di taruh di mana wajah direktur utama perusahaan Group AG Company?"
Hina Alena lalu masuk kedalam mobil, Tn. Bram terdiam seketika.
Alena melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata. Dia sampai di apartemen dan menghela nafas panjang.
"Huh, mau mempermalukan diriku? Kau tak akan bisa!"
Ucapnya Alena dengan senyuman evil yang merekah di wajahnya.
Tring!
Notifikasi hp Alena berbunyi lagi, kali ini bukan dari Tn. Bram melainkan dari asistennya.
"Nona, sore nanti pukul 15.45, anda datanglah ke mall perusahaan. Beberapa orang telah melamar, jadi hanya tinggal keputusan anda nona."
__ADS_1
Ucapnya Sean dalam pesan, Alena hanya menjawab singkat dengan "Y".