
Chapter 35. -Rencana untuk Arga-
...----------------...
Setelah mendapatkan telepon itu, Ara langsung pergi bersiap siap untuk menemui ibunya di tempat yang sudah di janjikan itu.
Ara keluar kamar dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama kediaman itu. Dia berjalan melewati ruangan demi ruangan rumah itu. Tapi langkahnya terhenti melihat kedua orang yang sedang berbicara kecil di sertai tawa hangat.
Hati terasa kembali sakit. Kenapa kakak selalu mempedulikan Dita daripada aku? Umpat Ara dalam hatinya. Tapi siapa yang menyadari bahwa Dita tak sengaja melihat Ara yang sedang berdiri di pintu masuk ruangan itu.
"Ara, apa perasaan mu sudah lebih baik?"
Sahut Dita yang membuyarkan lamunan Ara, dan hal itu juga membuat Arga menoleh ke arah adiknya.
"Kau mau kemana Ara?"
Tanya Arga yang menaikkan sebelah alisnya. Tapi Ara tak menyahut.
"Ara, ku tanya kamu. Kau mau kemana!?"
Tegasnya Arga karena ucapan lembutnya tak di acuhkan oleh sang adik.
"Bukan urusanmu!"
Jawab Ara yang membuat Arga menahan amarahnya. Sang adik melangkahkan kakinya ke depan dan hendak meninggalkan kedua orang itu di ruangan. Tapi Arga sesegera mungkin berdiri dan menahan tangan Ara.
"Jawab aku! Kau mau kemana?"
Tegasnya Arga untuk yang kedua kali, tapi tetap saja, ara masih pada pendapatnya, dia masih menutup mulutnya.
"..."
Acuhnya Ara lalu menepis tangan Arga.
"Apa kau mau bertemu dengan pria brengs*k yang kau temui di bar tadi?"
Tatapan mata Arga sangat tajam. Tapi ntah mengapa kali ini Ara sama sekali tak merasa takut.
"Jangan banyak tanya. Ini adalah hidupku, kau tak perlu ikut campur."
Seusai mengatakan itu, Ara langsung pergi meninggalkan ruangan itu sementara Arga masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
"Ck ck ck. Kenapa adikku sangat keras kepala!?"
Gumam nya Arga seraya memijat keningnya dan menutup matanya itu. Di sisi lain, Dita berdiri dan berjalan mendekati Arga.
"Dia masih muda. Jangan terlalu kasar, dan emosional Ara sepertinya sedang labil."
Sahut Dita seraya menepuk nepuk pundak Arga.
"Kenapa dia tak seperti mu!?"
Jawabnya Arga yang masih memikirkan sang adik.
"Setiap orang berbeda beda. Jangan terlalu mengekang kebebasan Ara."
Ucapnya Dita berlalu pergi meninggalkan Arga di dalam ruangan itu.
*Alena pov.
Alena dan anak anak sedang berada di toko sepatu karena Aluna menginginkan sepatu baru. Mereka sedang memilih sepatu baru untuk Alvin dan Aluna.
"Aluna pilihlah, kau mau yang mana. Dan Alvin, katanya kau mau juga, kau mau yang mana? Ayo pilih..., setelah ini, kita makan di restoran Mall, oke!?"
Ucapnya Alena sembari memilih milih sepatu yang pas untuk kedua buah hatinya.
Sahutnya Aluna seraya mengambil sepatu berwarna hitam.
"Hey, sepatu untuk anak perempuan lebih bagus jika berwarna cerah, apa kau yakin mau yang hitam ini?"
Tanyanya Alena yang ragu dengan keputusan putrinya itu.
"Oh ayolah mama. Aku tak mau sepatu berwarna pink. Itu menjijikkan bagi ku, aku lebih suka sepatu berwarna hitam, kalau tidak hitam ya putih."
Jawabnya Aluna yang agak merengek kecil. Tapi di sisi lain, kelihatannya Alvin sedang kebingungan memilih sepatu yang pas untuknya.
"Nggak ada yang cocok!"
Alvin berhenti memilih sepatu lalu menarik lengan bajunya Alena.
"Mama, aku tidak ingin sepatu. Semua sepatu ini terlalu mencolok, aku tidak suka. Lagipula, banyak sepatuku yang masih bagus. Aku ingin membeli jam tangan saja, ya!?"
Tanya Alvin yang menarik narik lengan baru Alena.
__ADS_1
"Baik baik, ayo kita pergi ke bagian aksesoris. Tapi setelah ini kita makan, oke!?"
Ucapnya Alena seraya berjalan menuju bagian Aksesoris bersama kedua buah hatinya itu.
Saat sampai di bagian aksesoris. Alvin langsung memilih jam tangan yang berwarna hitam dengan ukiran tengkorak.
"Hah!? Yakin mau yang ini? Selera kalian sangat aneh, ya."
Ucapnya Alena seraya memegang jam tangan dan sepatu untuk di bayar ke kasir.
Seusai itu, mereka pergi ke bagian restoran untuk makan. Alena dan anak anak duduk di kursi VIP dan memesan makanan. Tapi pemandangan tak asing baginya terlihat. Di ruangan sebelah terlihat jika sepasang ibu dan putrinya sedang membicarakan sesuatu. Raut wajah mereka terlihat sangat serius.
*Ny.Wilson dan Ara Pov.
"Apa yang kau rencanakan, Mama?"
Tanyanya Ara seraya meminum jus strawberry pesanannya.
"Bagaimana pun caranya, kita harus melaksanakan pernikahan itu. Kau culik kakakmu dan sekap dia selama beberapa hari, ingat! Jangan sampai dia melarikan diri. Lalu aku akan mengatur pernikahannya."
Jawabnya Ny. Wilson menjelaskan panjang lebar pada putrinya. Sementara di keadaan lain, Alena tak sengaja mendengar percakapan itu dan tadinya biasa biasa saja. Tapi Alena menyalakan ponsel nya dan tak sengaja melihat foto fotonya keluarga Wilson.
"Jadi..., Wanita itu adalah Ibu dari Arga Wilson, dan gadis muda itu adalah Adik dari Arga. Tapi apa yang sedang mereka bicarakan. Menyekap? Pernikahan?"
Pikir Alena dalam hati.
"Mama, apa yang sedang kau lihat?"
tanya Aluna kepo yang membuyarkan lamunan Alena, dan sesegera mungkin dia mematikan layar ponselnya.
"Hah!? Hanya berita kok."
Jawab Alena dengan ekspresi kagetnya.
"Oh? Berita apa itu?"
Tanyanya lagi Aluna.
"I..., Ini. Berita ini mengena___"
Ucapnya Alena terpotong.
__ADS_1
"Makanan sudah siap. Silahkan dinikmati~~"
Sahutnya pelayan restoran seraya menyajikan hidangan yang di pesan oleh ketiga orang itu, lalu mereka memakan makanan itu dan Alena menghela nafas lega.