
Setelah Ny. Wilson dan Jenny pergi, Alena dan Arga masuk kembali ke dalam kamar. Nampak jika wajah Arga sedikit berkerut sekarang. Pria itu duduk di bibir ranjang, "Kau harus membantuku." Tukasnya tanpa mendongakkan kepalanya.
Gadis yang sedang berdiri tak jauh dari dirinya terdiam sejenak dan mencoba mencerna apa yang di katakan oleh pria tadi, "Aku tidak akan mau membantumu!" Tolaknya mentah mentah setelah beberapa saat dia terdiam.
Arga berdiri dari duduknya dan mencengkram kuat kedua bahu Alena, "Aku memohon padamu! Ini pertama kalinya aku memohon!" Jelasnya Arga. Gadis yang di depannya itu terlihat kesakitan, "Lepaskan tanganmu! Bahuku sakit!" Geramnya Alena yang mencoba melepaskan cengkraman Arga.
Tapi pria itu semakin mencengkram erat kedua bahu Alena dan berkata, "Kau Istriku, apa kau tak mau membantu ku!?" Tukasnya Arga bertanya dengan suara satu oktaf di atas Alena. "Tapi kau hanya memanfaatkan aku. Dan aku juga tak mengenal dirimu. Lepaskan aku!" Gadis itu masih mencoba memberontak.
Dan Arga pun tak mau mengalah. "Baik. Kau tidak mau? Maka aku akan menggunakan cara lain!" Ucapnya Arga sembari mendorong Alena paksa. Tubuh gadis itu terhempas ke atas ranjang king size bed milik Arga.
Langsung saja, Arga menindih tubuh Alena dan mengunci pergerakannya, "Menurut atau terpaksa?" Ancamnya Arga kejam. Alena terdiam sejenak. "A_Aku..., Baiklah, aku akan menuruti keinginan mu." Balasnya Alena dengan berat hati.
Pria itu langsung bangun dan berdiri membelakangi Alena, "Bersiaplah, sebentar lagi kita akan turun dan makan malam." Tukasnya Arga berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Alena menghela nafas lega nya itu, "Untunglah..." Gumamnya Alena. Kemudian dia bersiap seperti yang dikatakan oleh Arga. Alena pergi membersihkan diri dan hendak keluar dari kamar.
__ADS_1
Saat Alena keluar dari kamar mandi, dia melihat banyak sekali pelayan wanita yang membawa nampan berisi pakaian mewah. Mau kemana? Apakah harus seaneh itu? Semewah itu? Aku tidak suka! Umpat Alena dalam hatinya.
"Ini semua pasti gara gara orang mesum itu. Sangat merepotkan!" Gerutunya Alena dalam hati sembari menutup pintu kamar mandi itu, "Apa yang kalian lakukan di sini?" Tukasnya bertanya.
Para pelayan ini menundukkan kepalanya memberikan hormat. Siapa yang di hormati? Memangnya aku nyonya rumah apa? ini sangat menyebalkan.
Setelah penghormatan itu, salah satu pelayan yang sudah tua berjalan maju menghadap Alena, dan berkata, "Ini adalah semua gaun yang di siapkan tuan mudah khusus untuk nona muda. silahkan di pilih..." Wanita itu sangat ramah.
"Ayolah, jangan panggil aku Nona Muda, aku bukan nona Keluarga ini..." Ucapnya Alena menjelaskan. "Tapi kau istriku!" Seru pria dari balik para pelayan itu.
Lalu, tangan pria itu sedikit di angkatnya dan membuat semua pelayan keluar dari ruangan, "Hey hey hey... Tunggu!" Teriak Alena mencoba menghentikan, tapi tak ada gunanya.
Arga berjalan mendekati Alena dan berkata, "Ini sebagian dari sandiwara..." Bisiknya tepat di sebelah telinga Alena. Gadis itu sempat bergidik ngeri. "Ckk!! Pergi sana! Kau mau apa sih?" Tukasnya yang sudah mulai kesal.
Gadis itu melangkah mundur satu kaki dari Arga. Dia berusaha menjaga jarak dengan pria mesum itu. "Cepatlah bersiap siap baby. Kita akan menghadiri sebuah pesta besar nanti malam." Jelasnya Arga.
__ADS_1
"Pesta?" Beo Alena yang masih dalam pose berfikir. Gadis itu mencoba mencerna perkataan Arga. "Ya! Hari ini adalah hari kelahiran pewaris keluarga Yi." Balasnya Arga.
"Oh, baiklah. Tapi apakah kau bisa keluar dari kamar ini dulu?" Tanya Alena lagi. Pria yang ada di depannya itu langsung keluar tanpa berkata sepatah katapun. Alena bersiap siap untuk pergi ke pesta itu.
Dia memakai Gaun Biru Malam Rembulan buatan desainer terkenal Mike, Perhiasan antik seperti tas, cincin dan gelang yang sangat langka dan mahal.
...----------------...
Sekarang mereka sedang berada di ruangan makan. Alena sudah duduk di kursi yang bersebelahan dengan Arga. Ny. Wilson dan Jenny menatap sinis Alena saking bencinya.
Mereka makan dengan anggun. Keheningan terjadi di rumah itu. Arga sengaja menyuapi Alena di depan Jenny dan Ibu nya guna untuk membuat mereka panas.
___
Hi, ini author yg berbicara. Mohon maklumi jika saya telat up. Kuota saya menipis😅.
__ADS_1