Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 65. -Kembalinya Ara-


__ADS_3

Pintu rumah itu tiba tiba terbuka. "Kenapa kalian menatapku?" Tanya gadis yang seusia dengan Dita. Mata Arga terbelalak, ternyata adiknya telah kembali dari China?.


"Hai,,," Sapa seorang pria lagi. Ara membawa seorang pria ke dalam rumah? Astaga. "Zhuge Liang, kau lanjutkan saja pekerjaan mu. Dan terimakasih sudah mengantarku," Pinta Ara. Gadis itu memasuki ruangan dengan anggunnya.


"Ara, apa apaan kau membawa pria ke dalam rumah?" Tukas Arga sedikit marah. Adiknya mengacuhkan dirinya. Itu membuatnya semakin marah, "Ceritanya panjang. Aku lelah, aku ingin tidur," Ara pergi meninggalkan ruangan itu dengan cepat tanpa ada sedikit rasa sopan pada ibunya.


Zhuge Liang kemudian pergi. Tapi Arga menghentikan langkahnya, "Tunggu dulu. Apa maksudmu pulang bersama Ara?" Tanya Arga menyelidik.


Huh!

__ADS_1


Zhuge Liang menyeringai, "Aku bertemu dengannya di bandara, dan kebetulan aku mempunyai pekerjaan di sini. Apa penjelasan dariku sudah cukup?" Pria itu berlalu pergi. Dan berbalik lagi dengan topik panas Keluarga besar.


"Anak sialan, kemari kau! Ku perintahkan bawa pergi 4 gelandangan itu!" Teriak Ny. Wilson. "Baiklah, aku akan pergi. Lagipula, aku disini hanya menjadi beban," Saat Alena melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, seketika amarah Arga memuncak.


"Baiklah, jika kau tidak percaya, maka besok kita melakukan test dna," Ucapan itu keluar dengan lantang dari mulut Arga. "Tetap saja, jika mereka benar benar anak anakmu, aku tidak akan menerima mereka!" Ancam Ny. Wilson.


"Aku tidak butuh apa kau mau menerima mereka atau tidak. Semua kekayaan keluarga ini ku dapat dengan kerja keras ku sehingga perusahaan Wilson berkembang pesat!" Balas Arga. Ny. Wilson terdiam. Benar juga, tak ada gunanya aku melawan, anak ini sungguh keras kepala. Dan juga, semua kekayaan keluarga ini hasil kerja kerasnya, jika dia pergi, maka Keluarga ini akan hancur. Pikir Ny. Wilson.


"Berhenti! ku bilang tetap di sini. Jangan ada yang berani melanggar!" Aura gelap Arga sudah mulai terasa. Sungguh menyeramkan. Rasanya kami semua tak bisa menggerakkan badan. Astaga! Apa ini? Kenapa kami semua tiba tiba menuruti apa katanya?

__ADS_1


Ke-empat orang itu masuk ke dalam rumah lagi. Alvin dan Aluna sedikit ragu ragu untuk menginap di rumah besar itu. Four Couple A [Yang di maksud adalah Alena, Arga, Alvin, dan Aluna] sudah berada di depan pintu kamar besar. Itu kamar utama kediaman itu.


"Ayo masuk. Kalian besok harus mulai sekolah lagi bukan?" Seru Arga. Mata Alena hanya tertuju pada sebuah pintu besar di sisi kiri kamar utama. Sepertinya itu kamar Ara karena di sana tertera namanya beserta tanggal, bulan, dan tahun lahirnya.


Alvin dan Aluna sudah berhasil di bujuk oleh Arga. Kedua bocah itu masuk ke dalam kamar itu sementara Alena masih terfokuskan pada pintu kamar Ara itu. "Kau sedang melihat apa? Kamar Ara? Ada apa dengan kamar itu?" Arga membuat Alena terkejut dengan pertanyaan mendadaknya.


"Kenapa kamar Ara berada jauh dari ruangan lainnya?" Tanya Alena. Tentu saja jauh karena kamar Ara yang sebenarnya berada di sisi kanan kamar Arga. "Dulu kamarnya bersebalahan dengan kamarku," Jawabnya Arga.


"Lalu kenapa dia pindah? Bukankah itu membuatnya merasa terasingkan?" Tanya Alena lagi. Sungguh, gadis itu sangat penasaran, "Kamarnya yang di dekatku sudah di tempati oleh Dita. Dan sebenarnya kamar ini adalah kamar tamu," Jelas Arga panjang lebar.

__ADS_1


"Dita!?" Pekik Alena. Dia tertegun sejenak mendengar hal itu. Mana mungkin dia mau menukar kamar tidurnya? Bagi seorang wanita, kamar tidur itu seperti surganya sendiri.


__ADS_2