
Mimpi itu terulang kembali. Alena terbangun dari tidurnya dengan keadaan keringat yang sudah mengucur banyak dan perasaan jijik dan takut menjadi satu. Gadis itu depresi! Jangan biarkan depresi menguasai tubuh!
"Kejadian itu lagi! Aku seharusnya bersyukur itu hanya mimpi dan tidak terulang kembali. Mimpi itu sangat buruk!"
Nafas Alena terputus putus dan tak beraturan. Rambutnya yang acak acakan membuat dirinya seperti orang gila.
"Aku depresi! Sebenarnya aku depresi! Dari dulu aku memang sudah depresi dengan hal itu. Kenapa tuhan selalu memberikan mimpi gila itu!?"
Ucapnya Alena seraya menangis memeluk lututnya. Gadis itu mengalami depresi saat kejadian tak terduga itu terjadi. Hanya saja, dia menutupi depresi nya itu dari dunia. Pikirannya hampir di kuasai oleh rasa takut itu.
Beberapa saat gadis itu menangis, kini dia pergi untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk menghadiri pesta itu. Tentunya undangan dan hadiah sudah di siap siap kan sedari tadi saat Alena berada di mall.
Sesudah membersihkan diri, Alena mengikat lalu membungkus bagian di p*y*d*r* nya dengan menggunakan perban. Seusai melakukan itu, dia beralih menggunakan pakaian pria dengan rapi.
"Pakai kemeja berwarna..."
Gumamnya Alena seraya memilih milih beberapa kemeja yang sudah di pilihnya. Tapi matanya tertuju pakaian hitam yang berada di lengan pojok lemari.
"Hitam saja. Hitam lebih baik dari warna yang lain."
Timbalnya Alena seraya mengambil kemeja hitam itu. Tubunya sangat ideal. Tinggi tidak dan pendek pun tidak. Alena lebih memilih memakai bawahan berwarna hitam alias celana berwarna hitam. Sementara jas yang di pakai Alena adalah jas putih. Tak lupa, Alena juga mengikat rambutnya lalu memakai wig rambut pendek laki laki.
Alena mengambil undangan emas. Tentunya seluruh orang kelas atas mendapatkan itu, tapi karena ayah dan ibu tirinya sedang di penjara, maka dia lah yang memegang undangan VVIP terbuat dari emas murni itu.
"Undangan ini adalah satu satunya cara untuk masuk ke dalam pesta. Aku akan menggunakannya."
Alena langsung bergegas pergi ke luar kamar dan hendak menuju lobby hotel. Dia berhenti di sana.
"Ini bayaran nya."
Alena menyodorkan ATM. Sontak saja membuat bagian administrasi kaget. Bagaimana tidak? Yang masuk ke dalam tadi adalah wanita dan yang keluar adalah seorang pria!?
"Hah!? Ah! Iya ya iya."
Jawabnya canggung si pelayan seraya menerima sodoran ATM itu.
Tak selang beberapa saat, Alena melanjutkan perjalanan ke ruangan parkir bawah tanah hotel. Alena melihat setiap mobil yang terparkir di sana dengan teliti. Akhirnya dia menemukan mobil yang berwarna hitam itu. Alena memasuki mobilnya lalu tancap gas menuju acara pesta itu.
Perjalanan itu memakan waktu yang cukup lama. Alena sampai di tempat itu pada pukul 17.00. Jadi Alena masih mempunyai waktu 1 jam untuk menyusun rencana jika ada kesalahan.
__ADS_1
...----------------...
"Tamu VVIP."
Ucapnya Alena seraya menyodorkan kartu undangan itu. Lalu, 4 bodyguard yang menjaga pintu masuk mempersilahkan Alena masuk ke dalam kapal pesiar itu.
Saat sudah di dalam, mata Alena berkeliling menyapu habis seluruh ruangan itu. Sangat megah dan mewah. Dia berjalan menuju lantai dua. Siapa tahu Arga berada di sana.
Tapi di sisi lain...
"Bukannya itu adikmu?"
Tanya Loise seraya melirik Marquez yang duduk di sebelahnya.
"Oh, ayolah. Anak itu mau berbuat apa lagi!? Aku pusing mengurusi dia. Lalu, untuk apa dia datang ke pesta pernikahan ini?"
Balasnya Marquez seraya memijat keningnya sendiri. Pusing? Tentu iya! Selama ini dia mengawasi gerak gerik Alena dengan sangat mudah.
"Jadi, dia itu adik mu!?"
Sahutnya Zhuge Liang dengan suara datarnya. Sontak saja, Marquez menoleh dan mengangguk.
"Menikahlah! Jikapun kau memberontak, tak ada yang akan menyelamatkan mu! Si Dita adik Kesayangan mu itu sudah pergi ke China!"
Ucapnya Ara yang sudah geram. Tapi tiba tiba saja Ny. Wilson keluar ruangan entah apa penyebabnya.
Sekarang, tinggal Jenny dan Ara yang berada di ruangan itu.
Swossshhh!!
Gerakan tiba tiba yang di luncurkan oleh Jenny mengagetkan kedua orang yang bersaudara itu.
"Apa apaan kau!?"
Ucapnya Ara hendak memberontak, tapi sayangnya, Jenny malah menjambak rambut Ara semakin kencang.
"Sakit! Lepaskan aku! Pengkhianat kau!"
Teriaknya Ara dengan marah. Jenny hanya tersenyum sinis dan mengambil barang dari belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Cih! Pengkhianat atau apa terserah kau! Aku hanya memanfaatkan mu saja bodoh!"
Balasnya Jenny dengan suara yang sangat menghina. Dia lalu menodongkan pistol kekepala Ara untuk mengancam Arga.
"Menikah denganku atau adikmu yang akan mati!?"
Ancamnya Jenny, Ara sangat berharap Arga akan menyelamatkan dia. Bagaimana pun, dia tetap adik kandung dari Arga.
"Aku tak akan menikah dengan mu!"
Tolaknya Arga dengan keras. Seketika, air mata Ara menetes, dia tak percaya jika kakaknya akan mengorbankan dirinya.
"Sejak dulu sampai sekarang, kakak tak pernah menyayangi aku, bahkan di saat saat terakhir ku... Aku sangat bodoh berharap jika kakak akan memilihku."
Umpat Ara dalam pikirannya. Hatinya yang sudah terasa sangat sakit itu terasa hampir meledak. Sesak dan sakit menjadi satu. Sebenarnya, batin Ara sangatlah tersiksa.
"Jangan salahkan aku menembak kepala adikmu ini."
Jenny langsung menarik pelatuk pistol itu, dan peluru hendak menembus kepala seorang gadis.
Brakkkk!!
Seseorang mendobrak pintu. Orang itu melihat jika seorang gadis dalam bahaya, Pria itu langsung berlari dan menendang pistol yang berada di tangan Jenny hingga terlempar keluar jendela kamar.
Dorrrr!!!
Suara tembakan terdengar di luar. Tentu terdengar karena pelatuk pistol sudah di tarik hanya tinggal melesatkan peluru saja, untungnya, Alena datang tepat waktu jadi dia berhasil menyelamatkan Ara.
Semua orang yang mendengar suara itu langsung kaget termasuk juga para pangeran yang sedang terduduk santai.
Brakkkk!! Krakkk!! Duarrrr!!!
Ledakan besar terjadi, sepertinya, peluru yang barusan meledak mengenai tabung minyak bumi yang di gunakan untuk bahan bakar kapal. Perlahan-lahan kapal besar itu terlahap air laut.
...----------------...
Hai, ini author. Saya boleh minta vote dan like kalian nggak!? Mohon dukung saya karena novel ini menjadi salah satu novel yang terdaftar dalam The Writer 4 yang di adakan Noveltoon dan Mangatoon.
Tolong bantu share ya... Saya mohon😭. Oh iya, maaf saya baru bisa update karena kesibukan saya sehari hari. Sekarang saya sedang ujian bahkan sekarang pun saya harusnya belajar, tapi saya tidak enak dengan kalian yang sudah menunggu, jadi tidak apa apalah jika saya bolos satu hari.
__ADS_1