
Chapter 25. -Rencana si Licik-
#Assalamualaikum semua. Saya author dari cerita Aku Pelakor Suamiku, mohon di mengerti jika saya tidak update setiap hari karena saya juga sibuk dengan tugas sekolah. Saya hanya berharap dukungan kalian terhadap karya saya. Mohon maaf jika banyak typo atau kurang jelas alurnya, saya masih pemula. Dan satu hal lagi, saya mau merevisi ulang chapter chapter sebelumnya, mohon maaf jika ada yang berubah dari alunya. Selamat menikmati karya recehan dari Author yang masih amatir๐.#
Siangnya, Alena sudah bersiap untuk menunjukkan dirinya ke depan publik dan bersandiwara tentang semua yang telah di susun oleh ayahnya itu.
"Alena, biarkan aku menjadi asisten mu. Aku bisa melindungi mu jika terjadi sesuatu."
Ucapnya X yang tiba tiba menyahut dari arah pintu kamar Alena.
"Oh, X kamu boleh ikut, asalkan jangan menunjukkan identitas yang sebenarnya. Bagaimana?"
Sarannya Alena yang masih terpokus pada cermin di depannya.
"Tak masalah. Aku pasti akan melindungi mu, asalkan aku tak berpakaian seperti ala CEO. Aku tak mau memakai ja ataupun kemeja."
Ucapnya X seraya melipat tangannya.
"Ya udah nggak usah ikut."
Balasnya Alena tak peduli. X terdiam dan memikirkan apa yang di ucapkan oleh Alena.
X mendengus sebal.
"Baiklah, baiklah..., Aku akan berpakaian formal. Senang?"
Ketus nya X berlalu pergi, Alena terkekeh melihat kelakuan X yang sehari harinya dingin kenapa malah jadi cerewet!?
"Em... Kayaknya udah pas deh. Tapi apa aku benar benar yakin bahwa akan menang jika aku tiba tiba muncul di depan publik?"
Gumamnya Alena dengan wajah agak cemas.
"Kau pasti bisa."
Sahut seseorang, sontak Alena menoleh.
"Arnon, kamu, sedang apa di sini?"
Tanyanya Alena yang mengalihkan pandangannya lagi. Dia melihat dirinya dari pantulan cermin dan masih merapikan semua yang kurang bagus menurutnya.
"Kakak sudah cantik. Jangan terlalu di sempurnakan, bisa bisa semua dunia melirikmu kak."
Ucapnya Arnon setengah bercanda, Alena terkekeh.
"Bisa aja..., Arnon, kakak mau tahu kapan kamu menikah?"
Guraunya Alena, seketika wajah Arnon menjadi muram dan pergi meninggalkan Alena begitu saja.
Arnon tak memiliki pacar ataupun gebetan. Setiap ada wanita yang mendekatinya wajahnya yang tadinya cute menjadi cool dan galak. Dia meninggalkan Alena dengan begitu saja karena Arnon tahu jika dia meladeni pertanyaan Alena soal pernikahan, maka tak akan selesai dalam satu abad, Alena akan merembet kemana-mana padahal hanya sedang membicarakan soal pernikahan Arnon.
"Pffttt!! Masih seperti dulu. Tak ada yang berubah. Aku menunggu kau dewasa baru aku bisa tenang."
__ADS_1
Gumamnya Alena tertawa pelan.
"Menertawakan apa?"
Sahut seseorang yang tak asing di telinga Alena.
"Tak apa apa. Mari kita berangkat, mungkin semua sudah menunggu kehadiran kita. Dunia bisnis akan di gemparkan oleh kabar ini."
Seringai Alena licik, dia berlalu pergi dan X hanya mengikuti dari belakang.
Saat di dalam mobil, Alena tak henti henti berbicara dengan X soal mempermasalahkan bisnis yang sedang di urusnya. Alena merogoh kantong sakunya dan mengambil ponselnya.
Dia menelepon seseorang.
"Ya hallo?"
Jawab pria itu membuka pembicaraan.
"Sean, bisa kau urus bisnis di kota C? Aku ada urusan di kota A. Mungkin 1 atau 2 hari lagi aku akan pulang."
Jelasnya Alena pada pria yang ada di telepon itu. Sean sudah mengerti.
"Baik nona,,,"
Jawab Sean sopan, Alena langsung mematikan teleponnya dan beralih lagi menatap X.
Tak lama dari itu, X mengambil ponselnya dan membuka WeChat untuk memberitahu seseorang. Alena tak hanya kepo namun dia juga berusaha untuk mengetahui pesan apa yang di kirim oleh X, sayangnya usahanya gagal karena X tegas dan dingin.
X langsung menekan tombol kirim lalu pesan terkirim ke Sean, secepat kilat Sean langsung membaca pesan itu dan membalasnya.
"Baik tuan, percayakan pada saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan bisnis putri."
Jawabnya Sean tapi X me-read pesan Sean dan mematikan ponselnya itu.
Alena yang kepo sedari tadi hanya bisa duduk diam setelah X mempelototi dirinya dengan tatapan tajam sebelum X mengirim pesan kepada Sean tadi.
"Siapa itu?"
Tanya Alena masih penasaran. X menghela nafas panjang.
"Bawahanku, kau bisa diam sekarang, jika tidak mulutmu akan ku sumpal dengan kaos kaki."
Balasnya X ketus, Alena tertegun dan kembali lagi ke posisi diamnya itu.
"Galak banget jadi orang. Ntar nggak laku ****** Luh!"
Umpatnya Alena dalam hati dengan kesal. X terkekeh kecil melihat tingkah gemas adiknya.
Akhirnya mereka sampai di depan lobby perusahaan itu, banyak wartawan yang meliputi langsung tentang keberadaan keluarga Sanjaya. Mereka semua membicarakan keburukan keluarga itu. Tapi jika di perhatikan lebih teliti lagi, tak ada tanda tanda dari keluarga itu sedikit pun. Mata Alena teralihkan ke tiga orang yang berada di pojok ruangan dengan memakai masker, topi, dan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.
Mulutnya tersenyum Smirk.
__ADS_1
"X, aku punya rencana. Kau___ (membisikan) bagaimana?"
Tanyanya Alena setelah menjelaskan secara detail rencana yang ada di pikirannya.
"Itu tak masalah, hanya hal kecil. Aku akan mengurusnya dengan cepat, kau tenang saja."
Jawabnya X dan berlalu pergi, Alena melangkahkan kakinya mendekati ketiga orang yang mencurigakan itu. Ketiga orang itu terlihat sangat ketakutan.
"Ah..., Hay, apa kalian adalah Paparazi yang sedang menyamar untuk masuk ke dalam? Ahaha, mereka sangat bodoh! Bahkan hanya menyingkirkan masalah ini pun mereka tak bisa! Hahahaha! Sangat menyenangkan mengetahui itu!"
Ucapnya Alena memanas manasi keadaan. Ketiga orang itu mengepalkan tangannya erat erat. Senyum smirk Alena terlihat saat melihat kepalan tangan itu. Sangat bagus! Umpat Alena dalam hati.
"Mereka sangat bodoh! Sangat amat bodoh! Apalagi wanita yang bernama Rika itu, dia sangat pintar, sangat amat pintar."
Tambah Alena membuat salah satu dari tiga orang itu mengepalkan tangannya lebih erat lagi.
Phakk!!
Bahu Alena di pukul seseorang, Alena menoleh dan ternyata itu adalah X yang memang sudah menyelesaikan tugasnya.
"Woah, kau cepat juga datangnya asisten ku. Apa kau sudah menyelesaikan semuanya?"
Tanya Alena dengan wajah santai, ketiga orang itu mengerutkan keningnya.
"Siap."
Jawab X dingin.
"Baiklah..., Aku ak___"
Ucapnya Alena terpotong.
"Nyonya Riani sangat pandai apa? Aku bisa menambahkan ini ke dalam berita yang akan ku serahkan pada atasanku."
Ucapnya Rara menahan amarahnya, Ny. Rika terlihat berkeringat dingin.
"Oh..., Apa nona ini tak tahu. Rika sangat pandai dalam membohongi putrinya. Rara, ya dia, dia selalu di manfaat olehnya. Tap___"
Penjelasan Alena terpotong oleh satu wanita yang sedang menyamar itu, dia adalah ny.rika.
"Apa yang kau bicarakan!?"
Sentaknya Ny.Rika dengan mata mempelototi Alena, jika dilihat lihat, mata itu hampir keluar :v.
"Oh? Berpura pura tak tahu? Adu dombaku akan di mulai, bersiaplah..."
Batin Alena tersenyum Smirk. Mereka bertiga tak tahu jika sudah masuk ke dalam perangkap yang Alena siapkan.
Tangan Alena merogoh kantong sakunya dan mengambil sesuatu benda, dan benda itu adalah...
Penasaran? Kalian bisa baca di eps berikutnya ๐ Jangan lupa like vote komen and rate nya ya. Biar rank karya author bisa naik๐ kalian mau kan membantu author?๐
__ADS_1
...----------------...