Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 7. -Kembali- [Sudah Di-revisi]


__ADS_3

Chapter 7. -Kembali Ke Tahan Air Setelah 6 Tahun-


...----------------...


Sementara Teo mengantarkan Helena, Alena sedang khawatir karena setidaknya acara perkumpulan antar dokter itu sudah berakhir 4 atau 5 jam lalu. Dia mondar-mandir tidak jelas menunggu kedatangan Helena.


Terdengar jika sebuah mobil parkir di depan apartemen. Alena langsung pergi membuka rumah dan berharap orang itu adalah Helena.


Saat Alena membuka pintu, terlihat jika Helena sedang melambaikan tangan ke seorang pria yang asing baginya. Dia menepuk pundak Helena dan itu membuatnya kaget.


"Heyyoo... Siapa itu? Pacar? Atau gebetan!?" Tanyanya Alena, ngawur. Wajah Helena memerah.


"Ih, apaan sih? Cuma teman waktu kuliah aja kok!" Balasnya Helena dan, dengan ia buru-buru masuk ke dalam apartemen. Alena terkekeh kecil dan menyusul Helena ke dalam.


Alena menghampiri Helena yang sedang duduk sembari senyum senyum sendiri. Dia duduk di sebelah Helena.


"Hey, kau seperti orang gila saja tertawa sendiri. Ajak-ajak atau gimana gitu kalau mau ketawa." Ketus Alena membuat Helena berhenti tersenyum.


"Al, kamu tahu nggak? Apa sih cinta!? Kok orang-orang ngomongnya cinta-cintaan?" Tanyanya Helena, Alena menepuk jidat nya sendiri.


"Astaga... Anak baru jadi saja tahu cinta masa kamu yang udah tua bangka enggak tahu sih?" Ejeknya Alena menyindir Helena.


"Ish... Tua bangka pala mu! Aku seumuran sama kamu tahu! Jangan basa-basi deh. Cepet kasih tahu aja..!!" Kesalnya Helena.


"Sebenarnya sih... Aku juga nggak tahu apa itu cinta," Jawabnya Alena yang semakin membuat kesal Helena. Dia mengepalkan tangannya.


"Kamu itu... Kalo nggak tahu nggak usah nyindir orang ya..!! Untung kalo bukan karena calon keponakan, mungkin aku sudah tendang kamu ke planet mars."


Ucapnya Helena dengan kesal. "Hey, jangan tiru bahasa ku!" Marah nya Alena.


"Ah, udahlah. Besok aku mau pulang. Jadi sekarang mau tidur. Bye-bye ya... Jangan tidur terlalu malam, dan jangan terlalu banyak nonton Drakor loh!"


Ucapnya Helena lalu pergi meninggalkan Alena. Helena membaringkan tubuhnya di kasur sementara Alena berada di ruangan tengah. Alena duduk di sofa.


"Cinta? Heh! Tak ada cinta di dunia ini. Mereka semua bukan saling mencintai, tapi mereka bersatu hanya karena harta, bukan cinta. Memangnya hidup itu cukup pakai cinta? Tentu tidak, hidup itu pake uang, bukan pake cinta!!"

__ADS_1


Gumamnya Alena menyunggingkan senyuman. Alena memang tak percaya akan adanya cinta karena buktinya, Ny. Rika menikah dengan Tn. Bram hanya karena kekayaan yang seharusnya berada di tangan Alena. Tn. Bram dan Ny. Rika bekerjasama untuk memindah namakan data-data kekayaan Ny. Natalia Grazia.


...----------------...


Besoknya, Alena bangun pagi sekali dan tentunya Helena juga tak kalah pagi dengan Alena.


Helena sudah bersiap untuk keberangkatannya pulang ke tanah air. Alena mengantarkan Helena sampai ke Bandara Inggris.


"Nanti berkunjung lagi ke sini ya..." Ucapnya Alena sembari melambaikan tangan, sementara Helena sudah hendak naik pesawat.


"Iya... Jaga baik-baik calon keponakanku ya! Jangan sampai kelelahan!" Balasnya Helena melambaikan tangan.


Helena masuk ke dalam pesawat dan Alena masih di tempat yang sama. Pesawat pun lepas landas.


"Aku juga ingin kembali ke tanah air dan merebut kembali semua kekayaan milik Ibuku."


Gumamnya Alena murung dan berlalu pergi untuk kembali ke apartemen nya.


Nah guys, karena Alena ingin cepat cepat pulang, kita percepatan saja ya :v


6 tahun kemudian, di bandara Internasional Indonesia. Alena turun dari pesawat bersama dua orang anak kecil. Satu orang laki dan satu orang perempuan.


"Mama, apa kita akan bertemu dengan Tante Helena!?" Tanya gadis kecil yang bernama Aluna itu.


"Iya sayang. Alvin dan Aluna senangkan?" Balasnya Alena bertanya balik.


"Seneng banget. Mama, di sini ada es krim nggak!?"


"Alena... Here... I'm here...!!! Yuhuuuu!!!" Teriak Helena, yang menghebohkan seisi bandara. Dia melambaikan tangannya agar Alena melihat ke arahnya.


"Mam, itu kan Tante Helen?" Ucapnya si pria kecil yang bernama Alvin itu.


"Eh iya, Alvin pinter banget sih. Yuk ke sana." Ajaknya Alena sembari berjalan mendekat ke arah Helena dengan di ikuti oleh Alvin dan Aluna.


Saat sudah sampai di dekat Helena, Aluna langsung melompat dan memeluk Helena begitupun dengan Alvin.

__ADS_1


"Hah, sudah lama nggak ketemu Tante, kangen ya!?" Tanyanya Helena sembari mencium kening Alvin dan Aluna bergantian.


"Aluna kangen Tante." Balasnya Aluna dengan gembira. Sementara Alvin hanya diam.


"Kalo Alvin, kangen nggak sama Tante?" Tanyanya Helena lagi.


"Nggak ya sayang!" Balasnya Alena sembari mengais Alvin ke dalam pelukannya. Aluna yang melihat kakaknya di gendong oleh Mama kesayangannya itu langsung melepaskan pelukannya.


"Lho, kenepa di lepas pelukannya sayang?" Tanya Helena heran, tapi Aluna tak menghiraukan Helena dia berjalan mendekat ke Alena.


"Mama... Masa Kakak doang yang di gendong? Aluna juga mau..." Rengek Aluna sembari menarik-narik celana Alena. Helena terkekeh kecil begitupun juga Alena.


"Tante aja yang gendong ya..." Ucapnya Helena membujuk Aluna, tapi Aluna tak menghiraukan Helena.


"Nggak mau! Aluna maunya Mama yang gendong!" Rengeknya Aluna lagi. Alena berjongkok dan mengais Aluna.


"Yey... Hore..!!! Aluna di gendong Mama." Teriaknya Aluna penuh kegembiraan, sementara Alvin hanya diam melihat kelakuan adiknya yang satu itu.


"Aluna, bisa nggak sehari aja nggak teriak?" Tanya Alvin datar. Alena melirik Alvin.


"Daripada kakak, yang seharian cuma pasang wajah datar dan dingin. Ntar cepet tua lho, kalo tua, Aluna nggak mau punya Kakak yang tua, jadi Aluna mau punya kakak baru lagi.."


Balasnya Aluna yang membuat Alvin amat sangat kesal. Dia mengerutkan keningnya dan menatap adiknya, tajam-tajam. Aluna bersembunyi dipundak Alena.


"Mama, Hu... Kakak galak banget..!! Liat tuh, matanya aja kayak yang mau keluar!" Ejek Aluna sembari menyembunyikan mukanya.


Kini Alvin sangat amat kesal terhadap tingkah adiknya itu. "Diam ih...!!! Punya adik gitu amat! Menjengkelkan banget sih! Hmphhh!!" Ucap Alvin memalingkan wajahnya kesal.


"Alvin sayang, mending kamu sama Tante aja yuk. Kita beli es krim di sana.." Ajaknya Helena merayu Alvin.


Saat Alvin turun dan hendak di gendong oleh Helena, ternyata Aluna lebih cepat ke Helena. "Yuk Tante, kita beli es krim!" Ajaknya Aluna menagih Perkataan Helena.


Alvin membatu di tempat, "Alvin sama mama aja yuk. Kita beli mobil-mobilan." Ucapnya Alena mengais Alvin yang sedari tadi terdiam di tempat.


Akhirnya Alena dan Alvin pergi ke toko main untuk membeli mobil-mobilan, sementara itu, Helena dan Aluna membeli es krim di luar bandara.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja dan jajan. Mereka pulang naik mobil Helena ke rumahnya yang tak jauh dari bandara itu.


__ADS_2