
Chapter 23. -Bar-
Arga pergi menuju bar. Sebelum dia pergi, Arga sempat menelpon salah satu sahabat nya itu.
Dia melihat sekeliling dan duduk di salah satu kursi kosong bagian VIP. Sahabatnya belum juga muncul. Arga memesan Coktail, Wine, dan bir dengan kadar alkohol tinggi.
Terlihat jika dia sedang cemas. Tiba tiba saja, pundaknya di tepuk oleh seseorang, sontak Arga menoleh.
"Bro, kenapa lu tiba tiba ngajak ke sini? Ada masalah?"
Tanya Angga seraya duduk di kursi kosong sebelah Arga.
"Diem lu, kalo ada lu pasti ngoceh, jadi tolong..., Gua lagi pusing, lu diem aja."
Ucapnya Arga, seraya meneguk anggur.
"Oh, tenang aja bro. Gue ada teman satu lagi, jangan khawatir, lu nggak akan ke ganggu."
Jawabnya Angga sambil menepuk nepuk pundak Arga.
"Hey bro!!! Gue Dateng!"
Teriak seseorang yang tak asing di telinga kedua pria itu.
"Nga, lu Napa malah bawa si Vero?"
Ucapnya Arga sebal.
"Ya kan Vero juga sahabat kita Ga. Setidaknya meski dia berisik, tapi bisa buat teman curhat."
Jelasnya Angga mengangkat bahu.
"Kalian napa malah ngomongin gue!?"
Tanya pria yang tak lain adalah Alvero William. Pria yang berumur lebih muda dari pada Arga dan Angga itu bekerja sebagai aktor papan atas yang sudah mendunia. Vero sudah mempunya tunangan bernama Zevana.
"Ah.., Udahlah. Kita udah terlanjur kumpul."
Arga menghela nafas panjang dan meminum Wine yang ada di pesan.
"Bro..., Gue tahu nih, kalian kalian pada pasti lagi ngejar cewek idaman kalian kan?"
Tanya Vero seraya duduk di sebelah Angga.
"Lah, kok lu bisa tahu bahwa gue sedang ngejar cewek yang bernama Helena?"
Sahutnya Angga ternganga kaget.
"Ya jelas, kan gue udah lebih berpengalaman. Pepet terus bro, hati hati ntar di keroyok semua pacar lu."
Balasnya Vero setengah bergurau.
"Arrgghhh!!"
Teriak Arga seraya memukul meja dengan keras.
Brakkk!!!
Semua yang ada di sana kaget dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Arga termasuk Angga dan Alvero.
"Apa kalian liat liat gue!?"
Marahnya Arga yang di lampiaskan pada orang orang yang tak bersalah.
Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke lain arah, terkecuali kedua insan yang masih melongo karena kaget.
__ADS_1
"Ahem, tenang bro. Lu ada masalah apa? Coba ceritakan..."
Ucap Alvero yang membuyarkan lamunan Angga.
Arga mendengus dan melirik Alvero.
"Gue di jodohkan sama ibu gue padahal dia tahu bahwa gue udah punya istri. Kalian tahukan gue udah punya istri!?"
Jawabnya Arga seraya mengacak acak rambutnya dengan kasar. Dia berkali kali menggedor kan kepalanya ke meja.
"Hey, denger dong. Lu frustasi amat, seenggaknya lu tahu wajah istri lu kan!? Pepet aja terus, jangan sampai kalah dong."
Sahutnya Angga yang mencoba menenangkan Arga.
"Kalah sama siapa!?"
Tanyanya Arga mengangkat kelapanya tegak.
"Sama gua dong."
Jawabnya Angga, Arga menatap sahabatnya dengan tatapan super duper sebal.
"Kenapa gue harus kalah sama lu!?"
Sahutnya Arga seraya mengangkat sebelah alisnya.
"Bisa aja kali bro,"
Sahut balik Angga.
"Oh? Oke, kita taruhan, siapa yang mendapatkan hati kekasih kita masing masing, dan yang kalah harus memberikan satu mobil keluaran terbaru limited edition. Setuju gk?"
Tanyanya Arga menantang Angga.
"Oke, deal!"
"Udahlah bro. kalian mabuk."
Ucapnya Alvero mencoba melerai.
"Mabuk dari mana? gue belum minum satu tetes alkohol."
Bantahnya Angga yang membuat Alvero membatu di tempat.
"Whatever!!!"
Balasnya Alvero bodo amat.
"Siapa juga yang nyuruh lu ikut ikutan?"
Sahut Arga.
Alvero mengepalkan tangannya menahan amarah, dia mengambil satu gelas bir dan meminumnya dengan cepat.
"Huh, kok gue jadi kangen sama Zee ya!?"
Keluhnya Alvero setengah mabuk dia meletakkan gelas bir itu dengan kasar.
"Lah, mana saya tahu sayakan Manusia...,"
Balasnya Angga lalu mengambil gelas wine.
"Duh, gue kebelet nih. Gue kebelakang dulu, kalian jangan pergi secara tiba tiba loh!"
Ucapnya Arga dan berlalu pergi, sekarang tinggal Angga dan Alvero yang berada di sana.
__ADS_1
Angga mengangkat tangannya dan salah setu Bertender langsung datang mendekat ke arah Angga.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"
Tanya Bertender itu.
"4 wanita penghibur."
Jawabnya Angga dengan keadaan mabuk.
Bertender itu langsung pergi dan menyuruh bawahannya untuk mengabulkan permintaan dari Angga. Tak lama dari itu, 4 wanita penghibur datang dengan pakaian yang terbuka.
Dua orang menggoda Angga dan sisanya menggoda Alvero.
"Hey gadis cantik, jadi pacarku yuk!"
Ucapnya Angga, salah satu dari wanita penghibur itu duduk di paha Angga.
"Ahh-- Jangan di gesek gesekan dong, ntar tanggung akibatnya ya..."
Angga mendesah pendek.
"Tuan, makan anggurnya ya. Masih segar loh."
Ucapnya salah satu wanita penghibur itu, Angga membuka mulutnya dan wanita itu memasukkan anggurnya ke dalam mulut Angga.
Sementara itu, Alvero masih mabuk.
"Uhkkk..., Kalian para gadis sangat nakal ya."
Godanya Alvero yang memaksakan diri.
"Tuan, mau makan anggur!?"
Tanya salah satu wanita itu.
"Ya, suapi aku."
Titahnya Alvero membuka mulut, lalu wanita itu memasukkan anggur ke dalam mulut Alvero.
"Bagaimana rasanya tuan?"
Tanya wanita yang sedang membawa anggur. Alvero mengiyakan pertanyaan dari si wanita.
Sementara itu, salah satu wanita melingkarkan tangannya di leher Alvero dan duduk di paha Alvero dengan manja.
Mereka bermain dengan wanita penghibur, tak lama dari itu, Arga datang dan terkaget-kaget melihat wanita wanita yang sedang menggoda ke dua sahabatnya itu.
Arga mendengus kencang, dia duduk di kursi di mana dia duduk tadi. Arga sibuk memperhatikan kedua temannya yang sedang bermain dengan wanita-wanita penghibur.
"Tiga wanita penghibur!!"
Teriak Arga seraya meneguk bir.
Tak lama dari itu, 3 wanita yang lebih cantik dan lebih sexy dari wanita Angga dan Alvero datang menghampiri Arga.
Wanita satu duduk di pangkuan Arga dan menggoda Arga, sementara wanita yang satunya lagi melingkarkan tangannya di leher Arga dan mencium setiap inci wajah Arga terkecuali mulut, dan sisanya melayani Arga seperti memberi anggur dan minuman.
"Wow bro, gue nggak tahu lo suka wanita melebihi gue."
Sindir Angga seraya melirik Arga.
"Gue jarang melakukan ini bukan berarti gue nggak suka ataupun nggak bisa ya, tapi karena kesibukan gue sehari hari."
Jawabnya Arga dengan ketus.
__ADS_1
Dan mereka akhirnya bermain dengan wanita wanita penghibur itu sampai pagi.