Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 80. -Sahabat-


__ADS_3

Tok! Tok! Tok! Suara pintu diketuk itu berkali-kali namun tidak ada jawaban dari dalam. Sudah lelah ia mengetuk pintu dengan lembut, kini Alena berteriak. "Helena Shen, apa kau ingin membiarkan sahabatmu ini tidak diluar!?" teriak Alena, geram.


Brak! Brak! Brak!


Akhirnya, Helena membuka pintu itu. Tentu saja Helena lama untuk membuka pintu, karena sekarang sudah pukul 01.34.


"Alena, kenapa kau baru pulang sekarang? Dan lagi... Berita tentang Nona Ara Wilson, apa itu benar?" tanya Helena.


Tanpa menjawab terlebih dahulu, Alena masuk kedalam rumah. Ia duduk di sofa ruang tamu lalu menghela nafas berat. "Kasus ini berat karena Keluarga Frank juga tidak melepaskan Ara dengan mudah." Hela Alena, cepek.

__ADS_1


Helena pergi meninggalkan sahabatnya sebentar. Ia membuatkan teh hangat untuk diminum Alena. "Tega sekali keluarga Frank itu!" geram Helena seusai kembali dengan membawa secangkir teh ditangannya lalu meletakkannya didepan Alena.


"Yah... Tapi mereka juga tidak akan bisa lepas. Mereka mempersulit kasus ini, artinya mereka mencari masalah dengan Pangeran China," Alena menyunggingkan senyumnya. Helena duduk disampingnya. "Semoga kasus ini cepat selesai."


Alena ikut mengangguk. "Helena, satu hal lagi terbongkar." ucap Alena. Ia melamun. Helena bingung sebenarnya apa hal yang terungkap itu. "Ternyata... Arga Wilson itu pria yang menjalani hubungan satu malam denganku. Dia suamiku!" jelas Alena membuat Helena ternganga.


"Jadi bener dong, yang dikatakan Arga itu tidak bohong!" seru Helena menanggapi. Alena mengangguk. "Yaha... Akhirnya sahabat gue nggak jadi janda dua anak dong. Ternyata ada suaminya!" girang Helena.


.

__ADS_1


"Jadi, jadi... Papa kami adalah tuan Arga itu!?" tanya Alvin yang kepo dengan Aluna. Mereka tidak ada duanya. "Mama, sekarang kita mempunyai Papa ya!?" kali ini Aluna yang bertanya.


Alena tidak dapat menjawab. "Sudah-sudah. Ayo cepat kalian berangkat sekolah." kata Helena pada kedua anak kembar itu. Mereka yang tadinya enggan berangkat sekolah sebelum mendapatkan jawaban dari sang mama pun pada akhirnya berangkat karena galaknya Helena.


Kedua anak itu berangkat dengan bus sekolah. "Helena, ada sesuatu yang ingin gue bicarakan." tukas Alena. Helena kemudian duduk dan mengernyitkan keningnya. "Helena, selama ini aku dan anak-anakku tinggal disini selama berada di Indonesia."


Alena menjeda perkataannya. "Aku merasa kurang enak denganmu. Hari ini, aku akan pindah kerumah ibuku." jelasnya kemudian. Ia melanjutkannya, "Terimakasih sudah bersedia menampung kami. Maaf merepotkan mu, Helena."


Helena terdiam. "Untuk apa kau berterimakasih!? Aku juga senang tidak hidup sendirian dan kesepian dirumah ini jika ada kalian." balas Helena, tulus.

__ADS_1


"Oh iya, kudengar keluarga Brayen mempunyai 2 pengacara terbaik di negara ini. Bisakah kau meminta Angga untuk membantu Ara!?" tanya Alena. "Ya! Tentu bisa. Dan lagi, aku yakin kasus ini akan cepat selesai, karena bagaimanapun, Keluarga yang menguasai dunia kini sudah serius." balas Helena, antusias.


"Kau benar. Keluarga Frank sendirian tidak akan bisa melawan dua keluarga besar dan satu negara. Kecuali ada orang yang membantunya di belakang" Alena membenarkan apa kata Helena. kemudian mereka pergi mengurus urusan masing-masing.


__ADS_2