Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 66. -Test dna-


__ADS_3

Paginya, semua sudah berada di rumah sakit Garuda Indonesia. "Tuan, siapakah yang akan di test dna?" Tanya seorang dokter. Angga maju untuk berbicara karena dia dan Helena adalah salah satu anggota rumah sakit yang sangat di takuti, "Anak anak kecil yang ada di sana. Namanya Alvin dan Aluna," Datar Angga. Helena tergelak tak percaya melihat keseriusan Angga yang selama ini tak pernah di lihat olehnya.


Kemudian mereka melakukan test dna tersebut. Di ruangan lain, Jenny diam diam melihat dari kejauhan, "Aku harus melakukan sesuatu," Pikir Jenny. Dia menggigit jarinya sendiri. Kemudian Jenny berfikir keras agar mendapatkan ide.


"Ah... Aku akan menukar test dna itu," Jenny mendapatkan itu. Tapi dia juga sedang di awasi.


Haha!


Batin Ara dari belakang. "Lihat saja, aku akan membalaskan dendamku padamu," Pikir Ara. Dia menyeringai licik dan mengikuti setiap gerak gerik Jenny.


Seusai test dna itu, Arga dan yang lainnya pulang ke rumah. Jenny terus menunggu diluar. Dia menunggu seseorang untuk keluar. "Nona?" Panggilnya seseorang yang membuat jenny sempat terkejut.


"Apa tugasku, nona?" Tanya pria yang berbaju putih itu lagi. Ara dari belakang diam diam merekam aksi Jenny. "Tukar hasil test dna nya. Aku tidak mau tahu, dan tentunya itu harus berhasil," Jelas Jenny.

__ADS_1


Pria tadi sempat tertegun, "Ini sebagai uang muka. Jika berhasil, maka aku akan menambah jumlahnya. Apa kau mengerti?" Jenny mengeluarkan segepok uang. Dan pria itu mengambil uang itu. "Baik nona," Tukas Pria tadi.


Ara menghentikan rekaman nya. Dia tersenyum smirk. Bodohnya Jenny, Kau kira aku sudah kalah? Tidak! Ara Wilson tidak semudah itu kau singkirkan. Bodoh! Pikir Ara berlalu pergi.


...----------------...


Kini malam telah menjelang. Semua telah berkumpul di meja makan. Arga, Alena, Alvin, dan Aluna juga termasuk Ny. Wilson, Jenny, Dita, dan Ara. Angga dan Helena sudah pulang ke rumah masing-masing karena ada urusan tertentu.


"Gadis sialan, besok kau sudah harus angkat kaki dari rumahku, dan juga bawa pergi anak haram yang kau bawa! Apa kau meng__"


Arga memukul meja karena geram. "Ibu, mereka bukan anak haram, mereka anak anakku!!" Teriak Arga sembari berdiri. Ny. Wilson membatu seketika. Nyonya keluarga itu berdiri tidak mau kalah, "Apa!? Aku tidak mau memiliki cucu yang dilahirkan oleh anak tidak berstatus!" Marahnya.


"Kebenaran akan segera terungkap. Untuk apa kalian bertengkar?" Datar Ara. Jenny melirik Ara sekilas, "Apa yang di maksud oleh gadis tidak berguna itu!? Kenapa aku merasa terancam?" Pikir Jenny.

__ADS_1


Kemudian, Ara berdiri. Dia berlalu pergi ke kamarnya sementara, pertengkaran di meja makan terus berlanjut. "Berhenti! Aku akan segera pergi! Aku tidak perlu di usir hingga aku tak memiliki harga diri di depan kalian," Teriak Alena berlalu pergi dan di ikuti oleh Alvin dan Aluna.


"Alena!!" Panggil Arga mencoba menghentikan, tapi Ny. Wilson membentaknya kembali, "Cukup Arga! Dimana harga dirimu!? Banyak wanita yang ingin menjadi istrimu, untuk apa kau peduli pada gadis seperti dia??"


"Kau tahu apa!? Jika tidak mengerti apa apa jangan ganggu kehidupan ku!" Teriak Arga berlalu pergi mengejar Alena. Ternyata, Alena sudah bersiap-siap untuk pergi dari hari Alvin dan Aluna pulang ke Indonesia. Saat Alena hendak melangkahkan kakinya keluar, tangannya di tarik Arga. "Berhenti, tolong jangan dengarkan perkataan ibuku. Jangan pergi dari sini," Mohon Arga.


Alena menepis tangan Arga dengan kasar. Alvin dan Aluna hanya menonton dari belakang. Tapi hati mereka berdua terasa sakit saat melihat Alena dan Arga bertengkar. "Kumohon Alena, jangan pergi. Kau Istriku, bagaimanapun kau tetap istriku!" Jelas Arga.


Phakk!!


Alena menepis lagi tangan Arga, "Sudahlah Arga Wilson, kau Presdir terhormat sementara aku hanya wanita yang tidak tahu malu, jangan memohon di depanku, aku bukan istrimu," Tukas Alena menjelaskan. Mereka pergi dari rumah itu. Tapi Alvin dan Aluna terus melihat kebelakang seakan-akan tidak tega untuk meninggalkan Arga.


"Alena, Alena tunggu!" Arga beranjak bangun dan hendak mengejar. Tapi Jenny tiba tiba datang dan memeluk nya dari belakang, "Biarkan mereka pergi, aku bisa memberikan keturunan untukmu," Manja Jenny. Hal itu membuat Arga jijik dengan kelakuan gadis yang satu ini.

__ADS_1


"Pergi!! Aku tidak membutuhkan mu! Pergi dari sini!" Amarah Arga kini hendak di lampiaskan kepada Jenny. "Dasar gadis sialan! Pergi dari sini, aku tidak mengusir mu dari sini karena aku masih menghormati keluarga mu, tapi sekarang aku tidak akan lagi memikirkan keluargamu! Cepat pergi!!" Teriak Arga semakin keras.


__ADS_2