Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 81. -Hukuman-


__ADS_3

Siang hari ini, Alena sudah pindah kerumah ibunya. "Banyak yang berubah ternyata," gumam Alena melihat semuanya. Sepanjang Alena melihat benda-benda dirumah itu, tidak ada satupun benda milik ibunya. "Kak, aku tahu kau mencari barang-barang milik ibumu. Aku ingin ibuku menyimpannya di gudang" ucap Arnon.


Alena sesegera mungkin je gudang untuk mencari barang-barang ibunya. Entah itu foto atau yang lainnya. Setibanya di gudang, ia melihat kesana-kemari, benar saja, ternyata banyak barang-barang nyonya Natalia disana. Mulai dari fotonya dan barang-barang lainnya.


Melihat Alena yang begitu kaget dengan semua ini, Arnon memilih untuk memberinya waktu. "Eum... Kak, aku akan keluar sebentar," izin Arnon yang kemudian pergi setelah Alena mengangguk pelan.


Digudang itu tinggallah Alena sendiri. Ia mulai mengambil dan memungut foto-foto ibunya. Mulai dari foto pernikahan ibunya, tapi tunggu... Pria yang disamping ibu, bukanlah ayah, lalu siapa!? pikir Alena.


Ia menyimpan foto itu. Kemudian, Alena mengambil satu foto lagi. Dimana, foto itu berisikan ibunya yang memakai pakaian santai, seorang anak lelaki dengan pakaian formal, dan seorang bayi yang tengah digendong ibunya. Alena kenal bahwa bayi itu adalah dia, saat masih kecil. Tapi pertanyaannya, siapa anak lelaki itu!?

__ADS_1


"Siapa pria lelaki ini dan anak lelaki ini!?" tanya Alena sembari menyimpan foto-foto itu. Alena berjalan dan mulai mencari barang-barang milik ibunya lagi. "Buku apa ini!?" tanya Alena heran saat menemukan sebuah buku harian, namun buku itu terkunci.


"My Diary, Natalia Luise~" Itulah judul buku yang tidak sengaja Alena baca. Natalia itu nama ibunya, tapi marga Luise itu marga siapa!? Bukannya marga ibunya adalah Grazia!?


Saat hendak mencari barang-barang yang lain lagi, notice handphonenya berdering. Itu artinya, ada berita yang sangat besar. Alena membuka notice itu. Topik berita itu adalah, Ara Wilson si kejam akhirnya mendapatkan hukuman yang setimpal dan Nona Frank mendapatkan keadilan! Saat ini, Ara tengah berada dipersidangan!!


Sial! Berani kalian kalian berbuat sekejam ini!?


Alena menerobos masuk kedalam. Ia mencari dimana Ara berada. Keadaan didalam pun tidak berbeda jauh kacaunya. Alena tahu bahwa Ara pasti berada diruangan sidang VIP agar para wartawan tidak bisa masuk.

__ADS_1


Saat sudah di ruangan sidang VIP, keadaan disana sangat memprihatinkan. Hakim kepala tengah berbicara, "... Karena nona Ara Wilson melakukan kekerasan fisik kepada Nona Jenny Frank, maka hukumannya adalah 5 tahun penjara dan hukuman cambuk 10 kali setiap hari!" ucap si hakim.


Ara hanya bisa tertunduk. "Apa anda merasa keberatan Ara Wilson!?" tanya si Hakim. Ara hanya terdiam namun tidak dengan Arga dan Zhuge Liang yang berdiri menentang keputusan itu.


"Tidak! Ara tidak bersalah! Aku tidak setuju. Dan lagi, aku menuntut Jenny Frank atas semua kejahatan yang dilakukannya!" teriak Zhuge Liang sembari melempar flashdisk yang berisikan video-video kejahatan Jenny.


"Tunggu dulu, aku bertanya kepada Ara Wilson bukan kepada anda," ucap si hakim. Brak! Arga menggebrak meja. "Kau!! Berapa uang yang sudah kau terima!?" teriak Arga, geram.


Hakim itu kemudian mengabaikan Arga dan Zhuge Liang. "Bagaimana Ara Wilson!? Apa anda keberatan!?" tanya ulang hakim itu pada Ara. Memang ia bisa apa!? Ara hanya bisa terdiam dan tertunduk bisu. "Hukuman apapun, akan ku tanggung!"

__ADS_1


Tok! Tok! Saat palu akan diketuk untuk ketiga kalinya. Sebuah ledakan besar terjadi. Apakah itu!?


__ADS_2