Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 64. -Pesta yang gagal-


__ADS_3

Sesampainya di rumah Arga. Mata Helena terbelalak, tentu tidak dengan Angga yang sudah sering main ke rumah sahabatnya itu. "Mama, ini rumah siapa? kenapa begitu besar?" tanya Aluna. saat aku hendak menjawab pertanyaannya dari putriku itu, Arga berjongkok di depan Aluna, "Ini rumahku, Aluna bisa main di sini sepuasnya di sini bersama Alvin," jelas Arga.


Kemudian, mereka melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam. Di dalam sudah banyak balon yang menggantung dan hiasan lainnya yang di tempel di dinding. "Ini sungguh kau yang membuatnya?" Kagum Helena.


"Bukan, ini aku dan Arga yang membuatnya," Balas Alena.


Mendengar perkataan itu, Aluna menarik tangan Arga, "Apa yang di katakan Mama itu benar? Apa om ikut menjaga Mama dan mempersiapkan pesta ini?" Tukas Aluna berbisik. Arga yang sudah terbiasa dengan bisikan pelan di telinganya itu mengangguk.


"Kalau begitu, mari kita makan malam. Pasti kalian lelah bukan setelah perjalanan seharian?" Ajak Alena. Kemudian mereka menuju ruang makan dan duduk di sana. Banyak makanan yang tersaji dengan mewah. Seperti perjamuan kelas atas.


"Aluna, duduk lah di pangkuan ku," Pria itu menepuk nepuk pahanya. Aluna tanpa basa basi langsung duduk di sana. Alvin terlihat tidak rela jika hanya Aluna yang duduk di sana. Entah mengapa hatinya terasa begitu sakit.


"Alvin, kemarilah. Duduk di sini bersama adikmu," Godanya Arga sembari menepuk nepuk paha yang lainnya. Bocah lelaki itu nampak ragu ragu untuk mendekat. Tapi Arga mengais Alvin dan mendudukkan di paha yang lainnya.


Senyuman terulas jelas di wajah Arga. Pria itu sudah lama tidak tersenyum semanis itu di depan orang banyak, pikir Angga. "Alvin, Aluna,, Kalian mau makan apa? Coba sebutkan, nanti akan ku ambilkan," Ucap Arga ramah.

__ADS_1


Aluna menujuk ini dan itu. Arga dengan senang hati mengambilkan apa yang diinginkan oleh Aluna. "Alvin sayang, kau menginginkan apa?" Seru Arga. Bocah lelaki itu terdiam, "Ayolah kak, katakan apa yang kau mau. Lihatlah, aku memakan makanan ini pun tidak mati. Jadi paman ini baik," Jelas Aluna. Gadis itu tengah memakan makanannya dengan sangat lahap.


"Aku menginginkan daging ayam kecap," Satu permintaan lolos dari mulut Alvin. Arga terdiam. Daging ayam kecap adalah makanan favorit ku dulu. Dia memang anakku, pikir Arga sembari mengambilkan apa yang di inginkan oleh Alvin.


Dan mereka makan bersama dengan lahap. Saat selesai makan, baru saja hendak bersiap tidur, Jenny dan Ny. Wilson datang kesana. "Woah, lihatlah Tante, Arga membawa banyak gelandangan kedalam rumah," Hina Jenny. Sontak, Ny. Wilson mengerutkan keningnya.


"Arga, apa yang kau lakukan dengan membawa begitu banyak orang asing ke rumah ini?" Bentak Ny. Wilson. Alvin dan Aluna nampak ketakutan, dan bersembunyi di belakang tubuh Alena. "Mama, siapa wanita gila yang bersama nenek itu?" Bisik Aluna bertanya.


"Psttt,,, Diamlah. Dia adalah nona Jenny," Balas Alena. Tapi Arga mendengar percakapan antara anak dan ibu itu. Arga berjalan ke arah bocah-bocah yang tengah bersembunyi di belakang Alena. Pria itu berjongkok.


"Alvin dan Aluna,, Ayo, aku akan menggendong kalian," Goda Arga. Aluna yang sudah bisa di bilang cukup dekat dengan Arga langsung naik.


Aluna tertawa saat Arga membawanya kesana kemari sambil berlari. "Apa yang kau lakukan Arga!" Bentaknya lagi ny. Wilson dengan keras. Alvin mengerutkan keningnya, entah mengapa bocah itu tidak suka saat Arga di bentak. Alvin maju ke depan seperti dia tak berfikir terlebih dahulu.


"Jangan marahi papa," kata kata itu begitu saja lolos dari bibir Alvin. Ny. Wilson dan Jenny nampak terkejut. Apalagi Jenny dengan ekspresi tak percayanya itu. "Tidak,,,, Tidak mungkin! Jika kedua bocah ini adalah anak Arga, maka aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi," batin Jenny yang merasa terpojokkan.

__ADS_1


Ny. Wilson nampak tertegun. Dia mengamati Alvin dan Aluna dengan lebih dekat. Kemudian, wanita itu mengangkat tangannya tinggi tinggi. Alvin menutup matanya menggunakan tangan,


Phak!


Satu tamparan mendarat di pipi Alena. Astaga, apa apaan ini? Pikir Alena. "Dengarkan aku! Meskipun kau melahirkan anak dari anakku, tapi tetap saja, aku tidak akan menerima mu," Wanita tua itu menjeda perkataannya. Kemudian, dia menatap Arga, dan anak-anak, "Dan juga, aku tidak akan menerima kedua bocah sialan ini!" Sambung Ny. Wilson.


"Mama! Jaga bicaramu, aku masih menahan diri agar tidak menyakiti mu," Geram Arga.


Heh!


Gelak Ny. Wilson menyeringai. "Kau menahan apa? menahan agar tidak menyakiti ku? Cuih! Kau sudah menyakiti ku berkali kali secara tidak langsung. Dan salah satunya adalah kejadian ini!" Amarah Ny. Wilson semakin tidak terkendali.


"Tunggu dulu! mengapa Mama tidak menerima Alena dan anak-anak?" Seru Arga. Ny. Wilson membalikkan badannya menghadap Alena. Dia menatap Alena dari bawah hingga atas. "Dia tak sebanding dengan keluarga kita! Jenny jauh lebih baik daripada dia!" Bentak Ny. Wilson. Suara wanita yang sudah tua itu naik satu oktaf di atas Arga.


"Tapi aku mencintai Alena, dan bukan mencintai Jenny. Juga, dia telah melahirkan anak anakku," Tolak Arga. Ny. Wilson mengalihkan pandangannya ke Arga dan menyeringai licik, "Apa ada bukti jika mereka anak anakmu? Bukankah wanita yang bernama Alena Grazia adalah istri dari___" Ucapan Ny. Wilson terhenti.

__ADS_1


___


Kenapa ucapan Ny. Wilson tiba tiba berhenti? Apa yang sebenarnya terjadi? Tunggu jawabannya di eps selanjutnya ❤️.


__ADS_2