
Helena melihat Alvin dan Aluna tengah bermain dengan bocah lainnya, "Apa kalian menyukai liburan ini?" Serunya Helena berjongkok. Alvin hanya mengangguk sementara Aluna terlihat hendak mengajukan sebuah pertanyaan, "Tante, sebenarnya ini bukan liburan kan? Ini tugas dari atasan Tante kan?" Tanya Aluna.
Helena tak dapat mengelak, ia mengangguk. Kemudian Helena membawa Alvin dan Aluna pergi. Saat hendak makan, panggilan datang dari atasan, "Percobaan bedah pada gadis muda yang memiliki kelainan syaraf mata akan segera di lakukan. Tim yang terpilih adalah; Angga dan Helena dari Indonesia, Teo dan Fely dari Prancis, Mizuki dan Yuki dari Jepang."
Huh!
Helena menghela nafasnya kesal, "Percobaan akan di mulai setelah makan siang," Timbalnya lagi. Helena memutar bola matanya malas. Sungguh acara macam apa ini? Astaga!
"Ck, kenapa acaranya seperti ini?" Gumamnya Helena kesal. Aluna menarik narik tangan Helena, "Tante, Aku boleh ikut ya??" Rengek Aluna. Bocah perempuan itu nampak penasaran.
Helena membungkukkan badannya, "Tapi banyak darah di sana, apa Aluna tidak takut?" Bocah perempuan itu menggeleng dengan lantang. Astaga, yang benar saja, anak anak se-usiamu sangat takut dengan darah! Itu yang ada di pikiran Helena.
"Aku juga ikut Tante," Alvin ikut merengek. Dia menarik narik lengan Helena yang satunya lagi. Oh sungguh ini membuatku pusing! Helena mengangguk mengiyakan permintaan kedua bocah lucu itu. Dia tak mau membuat hati kedua bocah itu tersakiti.
"Baiklah, kalau begitu kalian makan siang dulu, baru setelah itu kalian boleh ikut," Star dari mulut Helena lolos keluar. Alvin dan Aluna mengangguk patuh dan makan siang bersama.
Seusai makan siang, mereka mengantri untuk mengambil giliran. Ternyata bagian Angga dan Helena di kelompok dua. Jadi mereka harus menunggu kelompok pertama selesai dulu.
"Siapa kelompok pertama itu? Kenapa lama sekali?" Cibirnya Helena merasa kesal. Alvin dan Aluna terlihat sangat bersemangat. Astaga, mereka seperti robot yang baru saja di ganti dengan baterai baru! Pikir Helena.
"Hai Helena, kami terlebih dulu ya..." Sapanya Teo hendak masuk ke dalam. Seorang wanita tengah berjalan di sampingnya. Ternyata yang menjadi kelompok pertama adalah Teo dan Fely.
"Oh, ya. Semoga berhasil!" Balasnya Helena.
Bruk!
Seseorang duduk seenaknya di sebelah Helena. Ternyata itu Angga! Mata Helena terbelalak, "Kau sudah datang?" Tanya Helena membuka pembicaraan. "Tentu saja, apa kau tahu kenapa ketua menjadikan kita pasangan?" Tanya Angga menggoda.
"Itu karena aku yang meminta," Angga menjawab pertanyaannya sendiri. Helena mengernyitkan keningnya, "Untuk apa? Apa kau gila? Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Helena.
__ADS_1
Hehe..
Angga terkekeh kecil, "Ini semua aku lakukan untuk mu," Balas Angga. Dia menghindari perdebatan dengan mengalihkan pandangannya pada Alvin dan Aluna. Dia mulai bermain dengan kedua bocah itu. Mereka memang seperti Ayah dan Anak.
2 jam sudah berlalu, Teo dan Fely keluar dari ruangan itu. Baju mereka di penuhi darah. Helena sesegera mungkin menutup mata Aluna sementara Angga menutup mata Alvin. Tapi kedua bocah itu menyingkirkan tangan yang menutupi mata mereka masing masing.
"Ayolah, Aku ingin melihatnya," Rengek Alvin dan Aluna bersamaan. Kenapa mereka seperti ini? Astaga! Helena dan Angga terpaksa membiarkan kedua bocah itu melihat bercak darah di pakaian Teo dan Fely.
Sekarang giliran Angga dan Helena untuk membedah. Kedua orang itu pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaian bedah. Dengan langkah tegas, Angga dan Helena masuk ke dalam sementara Alvin dan Aluna hanya mengikuti dari belakang.
"Mana percobaannya?" Tanya Helena sembari melihat kesana kemari, Angga menunjuk ke arah 3 tirai yang . Kemudian Helena dengan sigap membuka salah satu tirai yang tertutup.
"Kerbau? Bukankah tadi dia mengumumkan bahwa gadis buta yang akan menjadi percobaan?" Mata Angga membesar melihat kerbau yang terbaring lemah tak sadarkan diri di atas ranjang bangsal. Ayolah, ini pasien hewan? Tapi aku bukan dokter hewan! Kesalnya Angga dalam hati.
"Kelompok dua, Angga dan Helena. Korban percobaan Kerbau dengan keluhan dengan kelainan syaraf pada mata dan mengakibatkan tidak bisa melihat!"
Ketua itu kembali mengumumkan lewat pengeras suara. Yang benar saja, kerbau?
"Woah, itu sangat menarik," Alvin terlihat sangat senang ketika darah mulai keluar. Aluna juga ikut senang ketika melihat kerbau itu nampak kesakitan.
____
"Eh tunggu, tunggu!" Alena menghentikan ocehan Helena di sebrang sana. "Ada apa?" Tanya Helena. Ceritanya terhenti di tengah jalan karena sahabatnya.
"Apa Alvin dan Aluna melihat darah?" Suara Alena terdengar khawatir. "Mereka bukan saja melihat darah, tapi juga mereka melakukan pembedahan itu dengan bimbingan dari kami." Balasnya Helena santai.
Mata Alena terbelalak tak percaya, "Apa kau gila, hah? Kau membiarkan anak sekecil itu membedah hewan dan bermain dengan darah?" Teriak Alena marah. Seketika Helena menjauhkan ponselnya dari telinganya. Astaga, gadis ini terlalu berlebihan! Pikir Helena.
"Ah, sudah dulu ya, waktu sudah tak terasa berjalan begitu cepat. Aku masih ada urusan," Helena mematikan teleponnya. Alena hanya menatap layar ponselnya itu.
__ADS_1
Tring!
Pesan dari seseorang masuk. Alena langsung membuka pesan itu. Ternyata itu dari ~Si Cabul Sialan~
"Arga? Pria ini memang ada apa?" Gumam Alena. Gadis itu langsung membuka pesan dari Arga.
"Jangan Lupa sore ini, ~Si Cabul Sialan~" Itu pesan dari Arga. Alena tak membalas pesan itu dan langsung mematikan teleponnya. Dia melihat ke arah jam dinding besar yang menempel di tembok.
Ternyata jam itu sudah menunjukkan pukul 15.24. Dia harus bersiap siap untuk pergi ke perusahaan Arga. Gadis itu bergegas bersiap dengan tergesa-gesa.
...----------------...
Hi, ini author yang berbicara. Mari mampir kekarya baruku. Tinggal tap Profil. Dan di sana ada cerita baru "Eternal Love Of Dream"
Sinopsis :
Penulis : Miss Black Lotus Ice.
Platform : Mangatoon atau Noveltoon.
Judul Karya : Eternal Love of Dream.
Keterangan :-
Sinopsis :
Kecelakaan itu membuat takdir hidupku berubah. Namaku Freya Richard, aku tumbuh di keluarga kaya raya. Orang tua ku sangat menyayangiku. Aku sangat bahagia mempunyai kedua orang tua yang sangat pengertian. Aku juga mempunya seorang suami yang sangat sayang kepadaku. Aku dan dia baru saja menikah. Dia orang terkaya se-Eropa. Bisnis keluarga ku dan keluarga nya sudah bekerja sama dari dulu hingga sekarang dan berjalan di bidang apa saja. Keluarga kami sudah terkenal kaya raya dari dulu. Sehingga kecelakaan tak terduga terjadi dan membuat hidupku berubah drastis.
Kecelakaan itu membuat takdirku berubah. Namaku Layla Alington, aku tumbuh di keluarga yang serba kekurangan. Hidupku tersiksa. Tapi untungnya kecelakaan itu terjadi dan membuatku bertukar takdir.
__ADS_1
--------------