Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 27. -Terbongkar!-


__ADS_3


# Komentar yang sangat mengesankan. Mata anda sangat jeli, Biar saya jelaskan. Ini adalah jawaban dari chapter 17. -Rencana-


Alena tidak bisa memasak di rumah barunya karena peralatan dapur di sana tidak lengkap, jadi dia kesusahan untuk memasak. Kalian tahu kan tentunya rumah seperti apartemen perusahaan itu sering di kosong, jadi mubasir kalau peralatannya lengkap tapi jarang di pakai. Harap maklumi ya... Mari masuk ke dalam cerita...😘#


...----------------...


Pria yang menjadi ketua geng motor pada saat itupun akhirnya menyerahkan dirinya dan mengikuti semua perintah Sean. Dia berjalan mendekat ke arah kerumunan orang itu dan menerobos.


"Semuanya!! Saya adalah saksi yang mengetahui bahwa kecelakaan yang menimpa nona pertama Keluarga Grazia adalah sebuah kecelakaan yang di rencanakan!"


Teriak pria itu dengan lantang. Sontak membuat semua orang yang berada di sana menoleh ke arahnya.


Pria itu terpaksa membongkar semua kejahatannya, terutama kejahatan Keluarga biadab itu. Tn. Bram dan Istri seketika membatu melihat orang yang berteriak-teriak tadi itu adalah orang suruhannya sendiri.


Semua wartawan bertanya tentang hal itu dan Pria itu hanya terdiam mengambil nafas panjang lalu membuangnya. Dia berusaha untuk membuka mulutnya tapi sangat sulit, matanya teralihkan pada post security yang berada di gerbang lobby.


Terlihat jika Sean sedang memegang senjata api yang di todong kan ke kepala seorang gadis kecil yang sedang menangis keras tapi sayangnya mulut gadis itu di bekap, wanita yang sedang di sampingnya itu menangis histeris tanpa suara. Bayangkanlah betapa sakit dan sesaknya nafas yang ada di dada mu.


Ketika harus menangis dalam diam dan melihat kedua orang yang kita sayangi sedang dalam ambang maut, bayangkanlah. Itu yang sedang di rasakan ibu satu anak itu. Dia tak tega melihat suaminya dan anaknya yang sedang di ancam itu.


Pria yang sedang di kerumuni wartawan dan reporter itu menelan Saliva nya bulat bulat. Dia mengepalkan tangannya kuat kuat, wajahnya memerah menahan amarah.


"Iya...! Memang benar, aku adalah orang yang di perintahkan oleh Keluarga Sanjaya untuk mengawasi nona pertama. Aku juga yang menyaksikan kecelakaan itu, jika aku melihat bahwa nona Grazia masih hidup, aku yang di tugaskan untuk membunuhnya secara sadis...!!!!"


Jelas pria itu seraya berteriak. Mata kedua pasangan yang masih membatu itu terbelalak lebar. Sungguh, apa yang sebenarnya terjadi? Mimpi? Tentu bukan! Lalu apa? Entahlah, mungkin ini karma untuk mereka.


Semua wartawan dan reporter yang sedari tadi sudah merekam akhirnya mempunyai kabar besar tentang dunia bisnis. Mereka tak percaya dengan apa yang telah di lakukan ayah kepada anak hanya untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan!!! Sungguh kejam sekali!


"Apa anda yang melakukan nya? Apa yang anda lakukan untuk menyabotase nona Pertama?"


Tanya salah satu wartawan yang sedang berada di sana. Pria itu menelan silva nya bulat bulat, dia melirik Tn. Bram yang sedang marah dan beralih melihat anak yang sedang di ambang maut jika dia berbohong.


"... A-Aku__ Yang aku lakukan adalah menggunting selang rem pada mobil yang di kendarai oleh nona pertama."


Jelasnya Pria itu dengan menundukkan wajah. Tentunya dia malu untuk mengakui kejahatannya sendiri, bagaimana tidak? Karena dia mengungkapkan nya di depan banyak mata orang, seluruh negara ini akan mengetahui hal itu.


"Kau!! Dasar pengkhianat! Kau beraninya membongkar tentang hal itu!"


Teriaknya Tn. Bram marah marah, tapi tiba tiba saja dadanya sesak dan penglihatannya kabur, dia mencengkram kuat dadanya. Dan se-per sekian detik, dia jatuh tak sadarkan diri.


"Cih, dasar tua bangka yang sudah bau tanah. Merepotkan aku saja!"

__ADS_1


Pekiknya Ny. Rika sambil bergumam dia menopang tubuh Tn. Bram dan meminta pertolongan.


* Alena pov.


"Serangan jantung mendadak ya?"


Gumam Alena seraya tersenyum Smirk. X ikut tersenyum penuh kemenangan atas jatuh sakitnya Tn. Bram.


"Huh! Akhirnya kau tumbang, ini saat yang ku tunggu tunggu. Siapa suruh kau menyiksa adikku dan membunuh ibuku? Semua ini salahmu!"


Batinnya X puas. Dia tak merasa ingin menolong kedua pasangan itu yang sedang meminta pertolongan.


Alena melihat X tersenyum pun akhirnya merasa heran.


"X, kenapa kau tersenyum?"


Tanya Alena membuyarkan lamunan X. Dia nampak gugup saat hendak menjawab pertanyaan Alena.


"Hah!? Aku? Aku hanya tersenyum karena melihat senyuman mu."


Dalihnya X penuh kebohongan. Alena mengercitkan dahi dan menatap X tajam tajam.


"Ha.., Haha... Apa kau tak mau menolong ayahmu?"


"Aku? Menolongnya? Cih..!! Itu sangat tak mungkin, biarkan dia merasakan sesak dan sakit yang telah di rasakan oleh ibuku!"


Jawabnya Alena kejam. Sangat bagus, adikku memang cerdas. Umpat X dalam hatinya seraya tersenyum kecil.


"Lalu apa yang akan kau lakukan?"


Tanya X seraya menatap Alena.


"Lihatlah, apa yang akan di lakukan olehku."


Jawabnya Alena seraya tersenyum licik, dia berlalu pergi dan menerobos kerumunan orang.


Saat sudah berada di dekat dengan kedua pasangan itu, dia berdiri seakan akan membatu dan membuat semua orang percaya dengan aktingnya.


"Nona pertama masih hidup?"


"Lihat, luka di lengan kanannya sangat parah."


"Kasihan sekali, sudah di celakai oleh ayahnya, tapi masih ingin membantunya? sungguh luar biasa!"

__ADS_1


"Ya, seharusnya tuan Sanjaya malu dengan dirinya sendiri."


Semua itu adalah hal yang di katakan oleh orang orang. Alena mengumpat senyumannya dan mengeluarkan air mata buayanya.


"Hiks..., Ayah. Ayah, kau kenapa? Ayo kita pergi ke rumah sakit."


Ucapnya Alena seraya menangis. Ny. Rika terus mempelototi Alena dengan tatapan sinis.


Alena melihat itu dan tersenyum.


"Hiks, ibu. Aku sangat rindu pada mu."


Alena terus menangis seraya terisak. Dia mendekat ke arah Ny. Rika dan langsung memeluknya dengan erat.


"Apa yang di lakukan jal*ng sialan ini? Cih!!! hina sekali."


Batin Ny. Rika yang masih tertegun di dalam pelukan Alena.


"Dengar, lihatlah permainan yang akan ku mainkan nanti. Kejutan yang besar sedang menantikan dirimu."


Bisik Alena di dekat telinga Ny. Rika, seketika mata wanita separuh baya itu terbelalak lebar.


"Apa yang kau rencanakan?"


Tanyanya Ny. Rika seraya berbisik balik.


"(smirk) Jika ku beri tahu sekarang, itu mungkin namanya bukan suprise yang tak akan kau lupakan! seumur hidup mu, kau tak akan melupakan ini."


Bisik Alena balik. Dia masih memeluk tubuh Ny. Rika seraya berpura pura menangis.


Tangan alena menyusup ke dalam baju Ny. Rika, dan mengambil pisau yang sehari hari di bawanya untuk menyiksa Alena.


Tiba tiba saja....


Jlebbb!!


"Ahhkkkk!!! Ibu, apa yang kau lakukan?"


Tanya Alena seraya memegangi perutnya yang tertusuk oleh pisau. Ny. Rika sangat tak tahu apa yang sedang di rencanakan Alena.


Semua wartawan yang berada di sana panik. Mereka berlarian kesana kemari untuk mencari pertolongan. Ada juga yang memaki maki Ny. Rika.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2