Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 37. -Penculikan Arga-


__ADS_3

Chapter 37. -Penculikan Arga-


...----------------...


Akhirnya Arga berhasil kekamar nya meskipun dia berjalan dengan terhuyung huyung. Lagi lagi pria itu meringis kesakitan. Apakah sungguh sesakit itu!?


Pria itu mencari obatnya di setiap sudut kamarnya, dan akhirnya dia menemukan obat itu laci meja. Saat hendak meminum obatnya, sayang sekali, obat maag itu sudah habis.


Dengan terpaksa dia membaringkan tubuhnya di kasur. Menahan sakit yang sudah tak tertahan. Wajahnya sudah pucat pasi dan bibirnya juga sudah berwarna putih. Badannya ikut bergetar menahan sakit.


"Akh...."


Ringis pria itu menahan sakit.


Tiba tiba...


Drth!!! drth!! Dtrh!!! Burung utara terbang mencari kekasihnya~~~


Dering ponselnya, dia langsung meraih ponsel itu dan melihat siapa orang yang menelponnya.


"Le-leo!?"


Gumamnya Arga seraya menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


"Hallo bos, perusahaan kita mengalami kerugian. Saham perusahaan tiba tiba menurun, sepertinya ada yang sengaja menyabotase perusahaan kita."


Lapor Leo sang asisten pribadi kepercayaan Arga.


"Apa kau bilang!? Saham perusahaan menurun!?"


Reaksi Arga kaget saat mendengar laporan dari sang asisten. Dia berusaha menahan sakit sekuat mungkin.


"Iya tuan, saya harap anda dapat hadir."


Ucapnya Leo dengan suara yang kedengaran khawatir.


"Ba-baiklah. Aku akan kesana sesegera mungkin."


Balasnya Arga lalu mematikan sambungan telepon. Dia berdiri meskipun perutnya terasa sangat tak enak.


Berjalan dengan terhuyung huyung melewati anak tangga satu persatu dengan tangan yang tak lepas terus memegangi perutnya. Dan tangan yang satunya lagi terus memegangi sisi sisi tangga mungkin untuk menjaganya agar tidak terjatuh.


Setelah berada di bawah, Arga langsung mengambil salah satu kunci mobil dan berjalan menuju garasi mobilnya. Dia mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, hal apapun bisa terjadi. Mungkin saja dia bisa pingsan karena tak mampu menahan rasa sakit karena penyakit maag-nya itu.


Arga hanya bisa menggigit bibirnya untuk tetap tersadar saat berkendara. Di sepanjang jalan dia meringis kesakitan menahan penyakitnya itu.


Beberapa saat telah berlalu, akhirnya dia sampai di lobby gedung yang menjulang tinggi dengan nama WILSON AGENCY GROUP.


Saat Arga keluar dari mobilnya, banyak orang yang berdatangan untuk memberikan penghormatan ataupun menyambut kedatangan nya. Tapi semua itu tak di hiraukan olehnya.

__ADS_1


Arga menerobos masuk melewati kerumunan orang orang itu dan berjalan menuju ruangan utama -> Ruangan Direktur.


Melewati lorong lorong gedung itu yang sangat panjang dan berliku-liku. Menaiki lift sampai akhirnya Arga berada di lantai paling atas. Lantai ke-637. Ruangan nya berada di sana. Dia membuka pintu itu perlahan lahan dan terlihat seseorang duduk dengan keadaan mulut terbekap.


Seketika Arga kaget melihat keadaan sang asisten kepercayaannya dalam keadaan seperti itu. Tapi saat Arga hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu, Leo seketika memberontak seolah-olah ingin memperingati sesuatu hal yang besar.


"Mmm...!!! Mphhh!!!"


Leo terus memberontak dengan menggelengkan kepalanya berkali kali dengan cepat. Arga sebenarnya sudah tak tahan dengan rasa sakit yang di rasakan olehnya, namun dia harus memaksakan diri.


Arga masuk ke dalam dengan tujuan membantu Leo. Tapi tiba tiba saja air mata Leo mengalir deras saat Arga memasuki ruangan itu.


Duaakkkk!!?


Suara pukulan yang begitu deras bergema di ruangan itu.


Brukkk!!


Seseorang terjatuh dengan keadaan mulut dan hidung berdarah tapi belum kehilangan kesadaran.


"Mmm!!! Mmmm!! Akkkhhh!!!"


Leo terus meronta-ronta melihat seseorang yang sedang terkapar tak berdaya di depan matanya itu.


"Akhhh!!!"


"Ringkus dia. Bawa kemobil."


Suruh seseorang yang tak asing di telinga pria itu.


Dengan kesadaran yang mulai menghilang, pria itu mendongakkan kepalanya mencoba melihat siapa orang yang telah berbicara itu. Saat sudah berhasil melihat orang yang menginjak tubuhnya, Matanya terbelalak kaget melihat identitas dari gadis itu.


"A-ara..., Aku tak percaya kau..., Uhuk! Melakukan, I-Ini..."


Seusai mengatakan itu, Arga langsung kehilangan kesadaran. Gadis yang menginjak tubuhnya tersenyum sinis dengan penuh kemenangan.


"Kakak, sayang sekali.., Jika seandainya kau tidak pilih kasih, aku tak mungkin berbuat jahat."


Ara berjalan keluar dengan langkah kecilnya dan pasukan suruhannya itu langsung meringkus Arga.


*2 jam kemudian. Di kamar yang gelap dan sunyi, hanya ada 2 orang wanita dan 1 orang pria yang terikat di ranjang itu.


"Ibu, aku sudah menyelesaikan tugasku. Giliran mu mengatur semua pernikahan antara Kakak dan Jenny."


Ucapnya Ara yang duduk di sofa ruangan itu.


"Bagus anakku sayang. Aku akan mengurus pernikahan itu. Sesegera mungkin pernikahan itu akan di laksanakan."


Balasnya Ny. Wilson dengan seringai liciknya.

__ADS_1


Di keadaan lain, Arga mulai tersadar dan melihat dua orang wanita yang tak asing di lihatnya sedang berbincang-bincang dengan suara kecil di sofa kamar itu.


Saat hendak bangun, sayangnya, kaki dan tangan sudah di ikat oleh rantai. Dia tak bisa berbuat apa apa selain diam dan menahan sakit maag dan bekas pukulan tadi.


"Akhhh!! Ibu, Ara..., kenapa kalian begitu tega!?"


Arga mulai berbicara dengan suara lemahnya itu. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur itu dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


"Karena kau tak memberikan ibu pilihan, Anakku."


Ucapnya Ny. Wilson yang menjawab ucapan sang putra. Arga hanya bisa tersenyum kecil mendengar ucapan Ibunya.


"Begitu inginkah ibu menikahkan aku dengan putri keluarga Frank itu!?"


Tanya Arga dengan suara yang sama.


"Sangat! Aku sangat menginginkan itu. Keluarga kita keluarga terpandang, bukan keluarga sembarangan."


Jawabnya Ny. Wilson dengan lantang, lalu Ara berdiri.


"Ibu, pergilah. Aku akan mengurus kakak, ibu uruslah pernikahan kakak dengan Jenny."


Sarannya Ara, Ny. Wilson terdiam sejenak. Dia langsung berdiri dan mencium kening putrinya itu.


"Anak baik..., Jaga kakakmu ya~~ Jangan sampai kabur, oke?"


Ucapnya Ny. Wilson berlalu keluar, Ara hanya mengiyakan Ucapan sang Ibu.


Saat Ny. Wilson keluar ruangan itu, Ara berjalan mendekati Arga yang sedang terbaring tak berdaya di ranjangnya.


"Hai kakak..., Apa aku bekerja dengan baik?"


Ara tersenyum licik di depan sang kakak.


"Kenapa kau berbuat seperti itu padaku?"


Tanya Arga dengan suara yang lemah dan lirih, seketika tawa Ara memenuhi ruangan itu.


"Hahah...!! Apa kau belum mengerti juga? Seperti yang sudah aku katakan di bar Lotus Ice, aku menghancurkan hidupmu, karena kau juga menghancurkan hidupku..."


Jawabnya Ara menjelaskan pajang lebar pada sang kakak.


"Apa mak__"


Perkataan Arga terpotong.


"Sttthhh!!! bukan hanya itu saja, kau juga membandingkan aku dengan Dita. Aku harus banyak belajar darinya? Belajar untuk berbuat baik, karena aku gadis yang buruk. Aku tak ingin melakukan itu dan sangat sangat tak sudi belajar dari orang bermuka dua seperti adik sepupu yang selalu kau bangga banggakan itu. Aku akan menjadi diriku sendiri, aku adalah gadis buruk yang akan menghancurkan hidupmu!"


Tambah Ara yang membuat Arga tercengang.

__ADS_1


__ADS_2