Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 43. -Penyelamatan pt. II-


__ADS_3

Keadaan saat itu semakin memburuk, Arga sedang menggendong Alena itu hampir terbawa arus ombak karena saking kencangnya.


Arga sudah berteriak berkali kali tapi tak ada yang mendengar, jikapun mendengar, mereka tak bisa berbuat apapun.


"Tolong....!!!!"


Teriaknya Arga meminta pertolongan, tapi seperti hasil sebelumnya, tak ada yang datang untuk membantu.


Alena yang perlahan lahan tersadar karena cipratan air hujan dan ombak yang mengenai wajahnya itu membuka matanya perlahan lahan.


"Emhhh..."


Erangnya Alena seraya menegang kepalanya yang pusing itu.


"Kau sudah sadar!?"


Tanya Arga seraya melirik Alena yang masih berada di pelukannya. Gadis setengah berdaya itu hendak bangun tapi tetap saja tidak bisa.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Sahutnya Alena dengan suara kecil. Arga terkekeh kecil.


"Jangan bicara gadis bodoh. Jika bukan karena dirimu yang nekad ini, aku tak mungkin ada di sini."


Balasnya Arga memiringkan senyumannya menyeringai.


"Eughh... Aku bukan gadis, aku lelaki. Lepaskan aku!"


Ucapnya Alena yang memberontak, tapi Arga tak bereaksi karena Alena memberontak pun tak ada tenaganya.


"Oh? Kau lelaki hm!? Oke, jadi percuma dong aku menyelamatkan dirimu ini. Ku kira kau gadis cantik."


Goda Arga yang berlagak sok sok an bisa berakting itu memasang wajah sedihnya.


"Lepaskan aku!"


Tegasnya Alena.

__ADS_1


"Ku lepaskan, tapi kalau mati karena tenggelam seperti orang bodoh jangan salahkan diriku, hm. Ini keinginan mu, oke?"


Balasnya Arga yang melepaskan tangannya dari tubuh Alena. Mungkin karena kaki Alena masih keram jadi dia tak bisa berenang, akhirnya Alena langsung memegangi tangan Arga supaya tidak tenggelam.


Sementara itu... Di helikopter ada keributan besar. Tentunya ada, Marquez yang masih panik dengan keadaan Alena. Nampak wajah nya sudah terlihat pucat karena terlalu cemas.


Lantas, Marquez mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


"Kirim 10 helikopter ke tempat pesta keluarga Wilson! Cari Alena dan pewaris keluarga itu! Cepat!!!"


Teriak Marquez dalam telepon, sontak hal itu membuat Sean kaget.


"Hah!? Ada apa bos?"


Tanyanya Sean yang membuat Marquez semakin marah.


"Kerahkan semua pasukan! Cari Alena dan tuan muda Arga menggunakan helikopter dan pesawat amfibi! Ku beri waktu kau 10 detik!!!"


Kini Marquez berteriak semakin keras. Tanpa basa basi Marquez langsung mematikan teleponnya dan melempar ponselnya ke dinding helikopter.


Perasaan Marquez semakin tak tenang, Loise berdiri dan mencoba menenangkan Marquez.


"Kita tunggu di sini, pasukan mu akan segera datang."


Ucap Loise mencoba menenangkan Marquez. Tapi Marquez tak tenang begitu saja setelah mendengar perkataan temannya itu.


Tapi terdengar samar samar suara gemuruh besar. Terdengar seperti... Suara helikopter. Benar saja, pasukan Marquez datang menggunakan beberapa belas helikopter yang di gunakan dicampur dengan pesawat amfibi.


Pasukan Helikopter dan pesawat amfibi itu bertuliskan dengan Cap 'DEVIL LUSCENTAI' menerjang hujan deras dan ombak ombak besar di bawah.


Lalu, ada satu helikopter yang mendekati helikopter yang sedang di naiki oleh Marquez dan yang lainnya.


"Apa anda tidak apa apa tuan?"


Tanya Sean yang panik itu. Mata Marquez menatap tajam bawahannya itu.


"Ku perintahkan kau untuk mencari Alena dan tuan muda Wilson tapi kenapa kau malah menanyakan aku baik atau tidak!? Cepat cari!!"

__ADS_1


Marahnya Marquez dengan suara tinggi. Tanpa aba aba Sean langsung pergi mencari Alena dan Arga.


Marquez mondar mandir tidak jelas. Loise yang sedari tadi sudah berusaha menenangkan Marquez gagal. Sesekali Marquez berteriak mengingat banyaknya musuh yang sedang mengintai.


Zhuge Liang kini berdiri lalu menepuk pundak Marquez. Sontak Marquez menolehkan kepalanya.


"Duduklah, pasukan mu akan segera menemukan mereka."


Datarnya Zhuge Liang, tapi Marquez menepis tangan sahabatnya itu.


"Aku tak bisa tenang sebelum Alena kembali!"


Tolaknya Marquez dengan suara tinggi, lalu tiba tiba Ara berdiri.


"Memang dia siapanya dirimu sehingga begitu penting!?"


Sahut Ara bertanya. Marquez menolehkan kepalanya ke arah gadis itu.


"Bukan urusanmu."


Bentaknya Marquez dengan perasaan khawatir. Zhuge Liang tak senang dengan hal itu.


"Pengecut!"


Ucapnya Zhuge Liang setengah merendahkan. Tentu Marquez tak terima dengan apa yang di ucapkan pria itu.


"Aku bukan pengecut!"


Balik Marquez. Loise yang harus terpojok untuk menenangkan Marquez dan mencoba meredakan emosi pria itu.


"Zhuge Liang diamlah!"


Bisiknya Loise dengan nada kesalnya itu. Muka acuh tak acuh yang dimiliki Zhuge Liang kini di pasangnya, hal itu membuat Loise agak geram.


"Sabar Loise, dia memang anak menyebalkan..."


Batinnya Loise seraya mengusap usap dadanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2