
Okay guys, jadi ayo kita lanjutkan lagi. Setelah menonton drama di YouTube akhirnya saya menemukan ide lagi. Oke, lanjut yuk!
.
.
.
Hasil test dna keluar. Semuanya telah berkumpul di rumah sakit untuk mengetahui hasil yang diharapkan oleh Arga. "Jadi, hasilnya adalah," dokter itu menjeda perkataannya yang membuat Arga geram. "Jangan basa-basi!" Ucap Arga tidak sabaran.
"Hasilnya, 99% darah tuan muda Arga Wilson berbeda dengan darah Alvin dan Aluna," sambung dokter itu lagi. Mata Arga terbelalak. Mereka pulang ke rumah tanpa berkata apa-apa lagi. Keheningan disepanjang perjalanan membuat keadaan mencekam.
Saat sempai di rumah, mereka berkumpul kembali diruangan keluarga. "Lihat! Apa kau buta Arga!? Mereka bukan darah dagingmu! Mereka tidak pantas berada disini!" teriak Ny. Wilson marah-marah. Arga terdiam. Dia masih tidak percaya dengan hasil laboratorium itu. "Aku tidak percaya dengan hasil laboratorium itu! Aku ingin melakukan test dna ulang!" Arga ngotot ingin melakukan test dna ulang.
Plak!
__ADS_1
Tiba-tiba saja satu tamparan mendarat diwajah Arga. "Cukup! Hasilnya sudah berbeda. Aku tidak perlu lagi tinggal disini. Anak-anakku juga sudah rindu pada Adikku. Aku akan pergi!" Tukas Alena setelah menampar Arga.
"Ayo Alvin, Aluna!" Ajak Alena pada anak-anaknya. Jenny menyunggingkan senyuman licik. Tapi senyuman Ara jauh lebih licik.
Flashback...
Satu hari sebelum hasil diumumkan, Jenny datang kerumah sakit untuk menukar hasilnya. Tapi Ara tetap mengawasi Jenny. Dia mengikuti jenny dari belakang. "Ini uangnya, terimakasih atas kerjasamanya!" Jenny berlalu pergi setelah memberikan segepok uang yang ia janjikan pada petugas surusannya waktu itu.
Jenny pulang dengan kecepatan tinggi, dia menaruh hasil itu didalam lemarinya. Ara diam-diam melihat itu dan setelah Jenny pergi, Ara masuk menyelinap kedalam. Dia mengambil hasil laboratorium itu dan menukarnya dengan yang palsu. "Hasil ada di tanganku. Jangan pernah berharap kau akan menikah dengan kakakku!" Ara berlalu pergi setelah mendapatkan hasil itu.
Flashback end...
Malam harinya di rumah Helena, mereka tengah berkumpul dimeja makan. "Alena, apa hasilnya berbeda?" tanya Helena penasaran. Alena mengangguk. Memang apa yang sedang aku harapkan? Pikir Alena frustasi. "Sudahlah. Jangan dipikirkan lagi. Itu membuatku pening," tukas Alena.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
Pintu rumah Helena diketuk seseorang. Alena bangkit untuk membuka pintu. "Siap__" ucapan Alena terpotong saat melihat Arga didepannya. "Untuk apa kau kemari?" tanya Alena tidak mau menatap Arga. Gadis itu bertanya tanpa mendongakkan kepalanya sedikitpun.
"Aku kesini untuk..." Arga tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat Alena berteriak stop!. "Silahkan pergi," usir Alena.
"Alena, tamunya siapa sih!? Lama sekali," gerutu Helena dari dalam rumah. Kemudian, Helena menyusul ke depan. "Hi Helena," ternyata ada Angga dibalik dada bidang Arga. Pria itu melambai-lambai dari belakang.
Brak!
Tanpa basa-basi Helena menutup pintu rumahnya. "Hey, apa kau memperlakukan tamu-mu seperti ini?" teriak Angga dari luar. "Buka lah pintunya. Tega sekali kau!" Omel Angga seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.
"Pulanglah! Kenapa kau berkunjung kerumahku!?" teriak Helena. Wajahnya nampak memerah. "Aku ingin membicarakan pasien rumah sakit!" teriak Angga dari dalam.
__ADS_1
"bohong! cepat pergi dari sini! pasien mana yang ingin kau bicarakan? besok saja di tempat kerja!" jawab Helena yang memaksa Alena pergi dari tempat itu. dia memaksa Alena untuk pergi tidur tanpa menghiraukan dua orang pria yang berada di luar sana.