
Chapter 26. -Rencana si Licik pt. II-
...----------------...
Ternyata benda yang di ambil oleh Alena adalah alat perekam. Semua orang kaget kecuali Alena dan X yang sudah tak asing dengan alat itu.
"A-Apa apaan itu? Berikan alat itu padaku!!"
Ny. Rika mencoba merebut perekam itu dari tangan Alena. Tentu Alena tak akan menyerahkan alat perekam itu, dia langsung memutar rekaman itu dan tersenyum licik.
"Oh? Tentu saja tidak. Anak tak berguna itu hanya ku manfaatkan, dan hasilnya hanya anakku yang akan mendapatkannya. Setelah aku menguasai harta keluarga Grazia, anak pungut itu akan ku tendang ke tengah jalan sama seperti bocah sialan itu!"
Ucapnya Ny. Rika dalam perekam,
"Istriku memang pintar, aku juga sudah tak tahan dengan sifat manjanya dan suka menghabiskan uang!"
Tutur Tn. Bram.
Dan..., Rekaman pun selesai. Mereka masih di tempat yang sama hanya saja Rara sudah mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah menahan amarahnya. Rahang dan tangannya sudah benar benar mengeras, bibirnya bergetar saking marahnya dia.
"Aku tak percaya jika kalian mengkhianati aku! Aku sudah bersusah payah menyingkirkan semua penghalang kalian. Aku tak percaya jika aku sudah masuk ke dalam jebakan!"
Teriak Rara yang membuat semua mata tertuju pada mereka.
"Kalian mengkhianati aku? Aku juga bisa mengkhianati kalian! Kalian memang bajing*n yang tak berguna sama sekali!"
Sambung Rara seraya berteriak.
"Apa yang akan kau lakukan? Kau seharusnya tahu malu, kau sudah kami besarkan!"
Sentak Tn. Bram mulai terpancing.
"Oh? Membesarkan aku? Kalian seharusnya tahu, Keluarga Grazia lah yang membesarkan aku! Aku hidup dari kekayaan keluarga Grazia, kalian hanya mengambil nya dengan picik dan memperlakukan aku dan Alena seperti binatang!"
Marah Rara, sekarang nafasnya sudah tak beraturan.
Semua orang sudah berkumpul di sana untuk meliput pertengkaran tiga orang misterius itu, dan langsung saja...
Swosshh___!!
Tangan Rara langsung membuka masker kedua orang itu, dan sekarang voila!! Semua sudah terbongkar, hanya saja kematian ibu Alena belum terbongkar.
"Ck ck ck! Ternyata ini orangnya!"
Teriak salah satu wartawan yang membuat wartawan lain berdatangan ke sana.
__ADS_1
"Rara, apa yang kau lakukan? Kau akan tak tahu malu!"
Teriaknya Ny. Rika dengan nada meninggi.
"Tak tahu malu? Oh? Siapa yang mengajarkan aku tentang ini? Tentu kalian!"
Jawab Rara yang membuat Ny. Rika merasa terpojok.
"Semuanya, dengar! Kedua orang ini lah dalang di balik kecelakaan Nona pertama keluarga Grazia. Mereka tak mencari nona Grazia Seperti yang di katakan saat konferensi pers tadi pagi. Mereka sama sekali tak terpukul dengan kematian nona Grazia, mereka menari di atas kesengsaraan orang lain!"
Jelasnya Rara seraya menunjuk kedua pasangan binatang itu. Kemana Alena? Alena sudah bersembunyi sedari tadi saat Rara mulai marah marah.
"Mereka memalsukan berita itu. Mereka mengirim pasukan bermotor untuk memastikan bahwa Alena meninggal, dan bila Alena masih hidup, mereka di tugaskan untuk membunuh Alena dengan sadis!"
Sambungnya lagi Rara dengan nada tinggi, kedua orang yang sedang berdiri di belakangnya sangat tak senang dengan apa yang di katakan oleh Rara.
Plakkk!!
Satu tamparan yang membuatnya tersungkur di dapatkan oleh Rara, dia tak menyerah begitu saja, Rara bangkit dan tersenyum.
Baghh! Bughhh!!! Phakkk!! Krakkk!!
Rara menghajar balik Tn. Bram habis habisan dengan ilmu karate yang di pelajari olehnya. Sungguh naas, senjata makan tuan!.
"Apa kau lupa jika aku mempelajari ilmu Karate untuk menjebak Alena? Sekarang kau yang mendapatkannya."
Tangannya patah, kakinya cedera berat karena mendapatkan smackdown keras dari Rara. Hidung dan ujung bibirnya berdarah. Alena yang melihat dari kejauhan tersenyum licik.
*Di sisi lain dengan waktu yang bersamaan.
"Sangat bagus, X giliran mu membawa ketua geng yang saat itu tertawa di jembatan. Bawa dia kehadapan banyak orang. Kehadiran ku harus menjadi rahasia untuk sementara, di depan publik."
Ucapnya Alena, X berlalu pergi untuk mengabari Sean yang sudah bersiap di sebelah gedung.
*Sean Pov___.
Sean sedang di samping gedung perusahaan dengan geng motor yang paling di takuti. Dia membawa seseorang dengan sangat sadis, ya dia adalah ketua geng motor yang mengawasi Alena saat kecelakaan itu.
"Kau akan mengikuti perintah ku atau keluarga mu ku bunuh?"
Tanya Sean mengancam, orang itu terlihat gemetar ketakutan.
"Ja-jangan, jangan sakiti anak dan istri saya. Saya mohon jangan, saya akan melakukan apa yang anda inginkan."
Tangis si pria memohon, jelas Sean tak peduli karena dia wakil geng motor, hatinya jelas sudah membatu.
__ADS_1
30 menit sebelum kejadian.
Di sebuah gedung tua markas geng motor yang di sewa oleh Tn. Bram.
"Kepung area ini."
Titahnya Sean pada bawahannya. Semua langsung bergerak, lengkap dengan senjata api di tangan mereka.
Sean dan beberapa orang masuk ke dalam gedung itu, terlihat jika seseorang sedang duduk membelakangi Sean dengan memegang rokok di tangannya.
"Jangan bergerak!"
Teriak Sean menodongkan senjata. Orang itu berbalik.
"Huh, apa kalian ke sini hanya untuk menyuruhku membongkar semua kejahatan keluarga Sanjaya dan kejahatan ku?"
Tanya pria itu asal menebak.
"Oh? Anda sangat pintar. Apa yang akan anda lakukan dengan ini___"
Sean merogoh kantong nya dan mengambil hp, dia memutar sebuah video.
*Di dalam video.
Ada seorang anak kecil dan wanita muda sedang di ikat, Yap!! Mereka adalah anak dan istri si pria tadi. Mata pria itu terbelalak lebar melihat kedua orang yang dicintai nya di siksa.
Lalu Sean langsung menghentikan rekaman itu dan berjalan mendekati Pria tak di kenal itu.
"Ikut dengan ku? Atau kedua orang ini mati di tanganku?"
Ancam Sean untuk yang kedua kalinya. Pria itu menelan ludah nya dan langsung mengeluarkan senjata api miliknya.
"Ho-ho-ho___ Mau bermain senjata api? Silahkan, silahkan tembak aku, tapi ku pastikan kedua orang itu akan mati bersama ku."
Ucapnya Sean santai, pria itu langsung menghempaskan pistolnya dan mengangkat tangan.
"Aku menyerah, aku akan menuruti keinginan mu, tapi lepaskan mereka, mereka tak bersalah."
Si Pria tertunduk pasrah, Sean menyuruh bawahannya untuk membawa pria itu. Mereka meninggalkan tempat itu dan menuju gedung.
Para pasukan LUSCENTAI mengebut mengikuti Sean yang memimpin di depan, dengan menggunakan motor sport nya yang berwarna hitam, Sean melesat cepat.
Akhirnya mereka sampai di gedung itu hanya dengan memerlukan waktu 10 menit kurang. Mereka menunggu aba aba yang di berikan oleh X kepada dirinya.
...-Bersambung-...
__ADS_1
Gaes, kalian mau tahu kelanjutannya? Tunggu Eps berikutnya ya. Author minta like kalian lagi, Komen juga ya. Jangan lupa vote nya, biar author makin semangat. Di usahakan untuk up sesegera mungkin.