Pernikahan Terhangat

Pernikahan Terhangat
Chapter 46. -Kuali-


__ADS_3

Seusai mendengar cerita, Alena memperhatikan wajah X dengan seksama. Dia melihat jika X memakai kalung dengan liontin singa yang sama dengan gelang milik Alena.


Saat Alena hendak mengambil kalung itu, tiba tiba sebuah tangan bergerak cepat menahan tangan Alena. Sontak hal itu membuat si gadis kaget bukan main.


"Ah...!! Ada apa?" Ucapnya Alena dengan terkejut seraya menarik kembali tangannya itu.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Arga dengan wajah datar. Alena mengernyitkan dahi. Apa hubungannya dengan mu?


Umpat Alena dalam hatinya kecilnya yang menggerutu.


"Ingin meraba dadanya." Balas Alena ketus. Mata Arga kini mempelototi gadis yang ada di depannya itu.


"Jangan raba dadanya, raba saja dadaku." Geramnya Arga langsung meraih tangan Alena dan menempelkan nya di dada bidang milik pria itu.


Wajah Alena seketika berubah menjadi merah merona. Dia langsung menarik kembali tangannya dan membalikkan badannya untuk menutupi ekspresi memalukan yang di alami olehnya.


"Pria kurang ajar. Sudah punya istri masih juga mau nikah lagi, dan ini, kali ini dia ingin menggoda ku? Tidak!"


Pikirnya Alena seraya mengernyitkan dahi. Dia membalikkan badannya dan..


"Eughh..."


Erangnya seseorang yang tak asing di telinga Alena. Ternyata orang itu adalah Marquez. Dia sudah sadarkan diri.


"Ini... Aku kenapa?"


Sahutnya Marquez dengan suara lemah nya. Lalu dia menengok ke bawah. Ternyata, dia sedang berada di atas kuali besar.


"Kau menghirup racun dari bunga berbahaya, jadi kami sedang menyembuhkan anda."


Sahutnya seseorang menjelaskan dengan detail. Lalu Marquez hanya mengangguk.


"X, untuk apa kau kemari?"


Tanyanya Alena dengan wajah yang penasaran akan jawaban yang di lontarkan oleh Marquez.

__ADS_1


"Aku? Ke sini? Mana mungkin aku datang ke sini hanya untuk menantang maut. Jika bukan karena dirimu, aku tak akan datang ke sini."


Balasnya X dengan wajah datar, gadis yang berada di depannya itu terkekeh kecil.


"Jadi kau datang untuk menyelamatkan diriku?"


Gadis itu masih terkekeh saat dia bertanya pada Marquez, lalu lelaki itu hanya berdehem kecil.


"Arghh!!"


Erangnya pria yang di sebelah Marquez, ternyata pria itu adalah Zhuge Liang. Dia membuka matanya perlahan lahan dan melihat sekeliling.


"Marqu__"


Perkataan Zhuge Liang terpotong karena Marquez sesegera mungkin mencubit kecil lengan pria itu untuk mengingatnya.


"Ha... X, apa yang terjadi dengan kita?"


Tanyanya Zhuge Liang dengan wajah datar namun perasaannya canggung karena Marquez belum melepaskan cubitannya itu.


Bisiknya Zhuge Liang dengan suara beratnya. Saat mendengar hal itu, Marquez langsung melepaskan tangannya.


"Ha... haha... Kata orang orang yang menyelamatkan kita, sepertinya kita menghirup racun dari bunya berbahaya."


Jelasnya Marquez dengan Canggung karena ancaman dari Zhuge Liang terus terngiang-ngiang di kepalanya.


"Oh?"


Jawabnya singkat Zhuge Liang. Lalu Alena meninggal tempat itu yang di ikuti oleh Arga. Alena pergi bertujuan untuk mencari makanan karena dia sudah merasa lapar.


...----------------...


Seusai makan, Alena hendak kembali ke tempat di mana Marquez dan yang lainnya di obati. Tapi tiba tiba...


"Arghhh...!!! WTF, gue udah mati ya!? Oh no!!!"

__ADS_1


Teriaknya Louise yang sangat kencang karena saking kagetnya. Bagaimana Louise tidak kaget? Pas membuka matanya, dia menyadari bahwa sedang berada di atas kuali besar.


"Tidakk...!!!"


Timbalnya lagi pria itu yang semakin kencang.


Setelah mendengar itu, Alena mempercepat langkahnya menuju suara itu. Ternyata Louise sedang syok dengan keadaan yang di alaminya sekarang.


"Ada apa ini?"


Tanyanya Alena yang baru saja sampai.


"Dia gila."


Jawabnya Marquez sembari memberikan tatapan sinis pada Louise.


"Aku tidak gila, aku hanya kaget!! Arghh!!!"


Bantahnya Louise yang tak terima akan jawaban dari Marquez yang mengatakan bahwa dirinya adalah orang gila.


Plakk!!


Tiba tiba saja sebuah tangan menutup mulut Louise, sontak, hal itu membuat Louise menolehkan kepalanya.


"Diam!"


Singkatnya Zhuge Liang sembari menarik kembali tangannya itu. Seketika setelah Zhuge Liang mengatakan 'diam' suasana menjadi hening.


"Kapan kalian bisa keluar dari kuali itu?"


Ucapnya Arga membuka suara. Marquez menolehkan kepalanya dan mengalihkan pandangan pada pria yang berdiri di belakang Alena.


"Siapa juga yang mau di sini lama lama. Aku juga mau keluar tapi ntah sampai kapan kami terus berada di kuali ini."


Jelasnya Marquez dengan nada merendahkan.

__ADS_1


__ADS_2