
Reanty mencubiti kuku jari tangannya yang ia letakkan dipangkuannya dengan cemas. Ia terus menatap kearah gelas jus yang masih penuh isinya. Ia belum meminum jus itu.
dipungkiri kalau Mama juga salah dalam hal ini. Kalau aja Mama gak teralu menuntut kamu ini dan itu, mungkin kamu juga gak akan ngelakuin hal itu. Mama minta maaf karna sudah ikut camur
syuting.
Saat di lampu merah, mobil berhenti lumayan lama. Karna bosan, Reanty mengedarkan pandangannya untuk mengusir jenuh.
Tapi pandangannya terhenti pada sosok gadis berhijab yang sedang duduk di sepeda motor maticnya, berhenti tepat disamping mobil Reanty.
Gadis tu mengenakan helm biru bergambar doraemon. Memakai cardigan berwarna biru dongker.
Reanty mendekatkan wajahnya ke kaca mobilnya yang tertutup. Tapi ia bisa melihat dengan jelas kalau gadis itu adalah gadis yang tempo hari sedang tertawa bersama dengan Pamugkas di kantin rumah sakit MMC.
Dalam hati terbersit rasa ingin tahu tentang gadis itu. Tentang bagaimana gadis itu mampu membuat Pamungkas tertawa dengan ekspresi yang lepas dan nampak bahagia.
Sedangkan Binar sama sekali tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dengan cermat. Ia asyik menatap seorang anak remaja yang sedang memainkan ukulele tepat di tempat zebra cross berada. Sedangkan anak remaja lain sedang berkeliling sambil menyodorkan bungkusan makanan ringan yang digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan uang dari pengguna jalan.
Saat anak itu sampai didekatnya, ia segera memasukkan selembar uang lima ribuan kedalamnya. Yang langsung disambut sumringah oleh anak itu sambil berterimakasih dan menganggukkan kepala.
Tidak lama kemudain lampu APILL berubah warna menjadi hijau. Dengan sabar Binar menunggu kendaraan yang ada didepanya bergerak lebih dulu. Dua anak laki-laki remaja tadi sudah menepi di bawah pohon yang ada di dekat lampu APILL.
Dari dalam mobil, Reanty masih mengikuti Binar dengan pandangannya.
__ADS_1
“Fi, ikutin orang itu.” Pinta Reanty kepada Lutfi sambil menunjuk kepada Binar yang sudah ada didepan mobil mereka.
“Cewek itu, Mbak?” Tanya Lutfi memastikan.
“He em.” Jawab Reanty menegaskan.
Walaupun didalam hatinya ia bertanya-tanya kenapa harus mengikuti wanita itu, tapi Lutfi hanya diam dan mengikuti perintah Reanty.
Dengan gesit Lutfi melajukan mobil agar mereka tidak kehilangan Binar.
Dan pada akhirnya Lutfi berhasil mengikuti Binar samai didepan ruah sakit MMC. Ia sempat mengernyitkan keningnya saat melihat kemana Binar berhenti.
“Udah, berhenti didepan sini aja.” Pinta Reanty kembali.
Dengan cermat Reanty memperhatikan Binar. Ia bahkan hampir tidak berkedip.
“Siapa sih dia, Mbak?” Pada akhirnya Lutfi tidak bisa menahan rasa penasarannya.
“Entah.” Jawab Reanty santai.
“Lah kok entah sih, Mbak?”
“Ya aku juga gak tau.”
__ADS_1
Jawaban itu semakin menambah kerutan didahi Lutfi. “Terus kita ngapain ngikutin dia?”
“Cuman pengen mastiin aja.” Jawab Reanty. “Rupanya dia kerja disini.” Gumamya pada dirinya sendiri.
Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut Reanty semakin menimbulkan banyak tanda tanya dibenak Lutfi. Entah apa yang dimaksud oleh Reanty, sama sekali tidak jelas baginya. Dia hanya mengikuti Reanty dengan memperhatikan Binar dengan seksama pula.
“Udah, yuk. Kita ke lokasi sekarang. Nanti telat.” Pinta Reanty apda akhirnya.
Mengakhiri pengamatan mereka kepada Binar yang sudah masuk kedalam gedung rumah sakit MMC.
*
*
*
*
*
Bersambung...
jangan lupa like sama komentarnya ya kakak-kakak...
__ADS_1
terimakasih...