
Esok harinya, Paman Kang menyuruh salah satu orang kepercayaan di perusahaannya untuk datang ke rumahnya, sebab orang itu akan di perkenalkan kepada Puryani dan nantinya akan membawa Puryani ke gedung kantor perusahaannya untuk di pekerjakan sementara di perusahaannya Paman Kang, sesuai dengan permintaannya Pak Wijaya yang kemarin-kemarin meminta bantuannya untuk mendidik Puryani dalam mengelola sebuah perusahaan besar yang di mulai dari tingkat paling dasar.
Karena dulu Puryani pernah bekerja di tingkat yang paling dasar, maka saat ini Puryani akan langsung di tempatkan di bagian akuntansi untuk mulai belajar bagaimana caranya menyusun laporan keuangan.
Kini Puryani sudah di bawa oleh orang kepercayaannya Paman Kang untuk mulai bekerja, Puryani yang tidak terlalu mengerti dengan tugas-tugas yang sedang di kerjakannya membuat dia sering bolak-balik bertanya kepada orang kepercayaan Paman Kang.
Akhirnya jam istirahat-pun tiba, semua pegawai menuju kantin di perusahaan itu sebab mereka tidak di perbolehkan untuk makan di dalam ruangan kantor. Ha Neul sang CEO di perusahaan itu juga ikut makan di kantin ini.
Saat ini Puryani kebingungan karena semua meja sudah di duduki oleh orang-orang dan kini hanya ada dua meja yang kursinya belum terisi penuh karena meja-meja itu hanya berisi satu orang saja dan masih menyisakan 4 kursi lainnya.
Sebelum waktu istirahat tiba, Puryani telah di ingatkan oleh orang kepercayaan Paman Kang bahwa Puryani tidak boleh duduk satu meja dengan Ha Neul karena Ha Neul tidak suka jika berbagi meja dengan orang lain.
"heuh dasar orang ganteng, sombong amat, kagak mau berbagi meja sama orang lain" ucap Puryani di dalam hatinya
Akhirnya Puryani mulai berjalan mendekati meja yang satunya lagi
"Assalamu'alaikum, maaf Mas, saya boleh kan ikut duduk di meja ini" ucap Puryani
"Wa'alaikumsalam, oh iya silahkan" jawab laki-laki itu
__ADS_1
Puryani pun langsung mendudukan dirinya di salah satu kursi meja itu, tidak berselang lama kemudian datanglah seorang lelaki yang ikut duduk di kursi ini.
"tumben telat Kun?" tanya laki-laki yang pertama kali duduk di meja ini
"gue abis dari toilet dulu Ga" jawab laki-laki yang kedua
"loh, bukannya kamu ini adalah pegawai baru di bagian akuntansi ya" ucap laki-laki kedua
"iya benar Mas" jawab Puryani
"jangan panggil Mas, manggilnya Abang aja" ucap laki-laki itu
"Kun, itu nama saya, kalo kamu namanya siapa?" tanya Kun
"nama saya Puryani Bang" ucap Puryani
Laki-laki yang berada di sebelah Kun langsung menahan tawanya
"hust, gak boleh kaya gitu ga" ucap Kun pada temannya itu
__ADS_1
"maaf abis namanya lucu" ucap laki-laki itu
"maaf ya" ucap laki-laki itu lagi
"iya tidak apa-apa, udah biasa kok" ucap Puryani
"oh iya lupa, kenalin nama aku Arga sekretarisnya Pak Ha Neul" ucap laki-laki pertama yang ternyata bernama Arga
"sekretarisnya Pak Ha Neul" ucap Puryani mengulang
"iya, aku sekretarisnya dia" ucap Arga
"kok duduknya misah ( sama Ha Neul )?" tanya Puryani
"iya, soalnya bos gue rada-rada aneh" ucap Arga
"gue setuju banget" ucap Puryani dengan nada bersemangat
"hah" respon Kun dan Arga
__ADS_1
"mampus gue ( ucap Puryani dalam hatinya sambil menepuk jidatnya pelan ), bisa-bisa kebongkar identitas gue yang sebenarnya" ucap Puryani di dalam hatinya.