Pindah

Pindah
Alaaaay


__ADS_3

Puryani dan kedua orangtua angkatnya kini telah masuk ke dalam rumah keluarga Kang


"Assalamu'alaikum" ucap Pak Wijaya dengan suara yang nyaring


"Wa'alaikumsalam" jawab Pak Kang sambil berjalan ke arah Pak Wijaya dan bersalaman


"Ayo kita duduk dulu" ajak Pak Kang


Setelah semua orang duduk, Pak Wijaya membuka percakapan "Kang-a gue titip si adek di rumah lu dulu ya!"


"oke siap, eh ngomong-ngomong emang lu mau pada kemana?" tanya Pak Kang


"gue mau nyari anak-anak gue dulu yang lagi pada klayaban, biar mereka bisa ngehadirin acara pernikahan si adek"


"oh gitu ya, kalo gitu sekalian cariin anak gue juga ya!"


"Reyhan maksud lo?"


"ya iya lah, emang siapa lagi"


"loh, apa reyhan lagi gak ada di rumah?"


"kagak ada, udah bertahun-tahun di minggat dari rumah dan sampai saat ini kagak ada kabar dari dia"


"beruntung banget ya lu bro" ucap Pak Wijaya


"beruntung apaan?, maksud lo hah"ucap Pak Kang sambil ngegas


"ya beruntung lah, yang kabur cuma satu doang, lah gue? (sambil nunjuk diri sendiri), tiga-tiganya kabur semua" ucap Pak Wijaya


"burung kali ah pah, pake acara kabur-kaburan segala" ucap Bu Rima yang mengundang tawa dari kedua pria paruhbaya di depannya.


"hahahaha"


"hahahaha"

__ADS_1


"oh iya pah, kuy kita pamitan sekarang, kita kan belum beres-beres keperluan yang akan di bawa" ucap Bu Rima


"oh iya papa lupa (sambil nepuk jidatnya yang udah plontos mengkilap), kita kan harus ketemu agent rahasia kita dulu ya" ucap Pak Wijaya


"thats right baby" ucap Bu Rima


"alah, udah tua pake baby-baby segala, lebaaaaay" ucap Pak Kang mengomentari.


"sirik tanda tak mampu Kang-a" ucap Pak Wijaya


"kalo sirik, bilang aja Kang-a" ucap Bu Rima


"cieeeeeee Kang-a, gak pernah di panggil baby ya sama Kim-a" ucap Pak Wijaya menggoda


"diem lu" ucap Pak Kang


"ulu-ulu kacian" ucap Bu Rima


" iya, ulu-ulu kacian" ucap Pak Wijaya


"uri Kangie kacian bener sih,cup cup cup jangan nangis ya" ucap Pak Wijaya


Puryani yang sedang duduk bersama dengan mereka mengerutkan kedua alisnya


"sebenernya, mereka ini orang-orang yang udah paruhbaya atau anak-anak ABG?" tanyanya dalam hati


Karena suara mereka begitu nyaring terdengar kemana-mana, membuat Bu Kim yang tangannya masih mengenakan sarung tangan datang keruangan ini.


"ini lagi ngeributin apaan sih?" tanya Bu Kim


"ini loh, suami kamu katanya pingin di panggil baby sama kamu kim-a" ucap Bu Rima


"kita ini udah tua pah, gak usah banyak tingkah deh, lebay tau" omel Bu Kim kepada suaminya


"nggak kok ma, papa gak kaya gitu, tuh mereka aja yang suka ngarang-ngarang cerita" ucap Pak Kang.

__ADS_1


"ah udahlah, terserahlah, aku gak peduli" ucap Bu Kim


"oh iya, Rim lo jadikan nitipin si adek di rumah kami?" tanya Bu Kim kepada Bu Rima.


"ya jadilah, ini anak saya udah disini, tuh kopernya juga sudah di bawa ke rumah ini" ucap Bu Rima


"oh iya, anak tante udah datang ternyata" ucap Bu Kim setelah melihat Puryani dan Puryani hanya mengangguk tersenyum ke arah Bu Kim


"jangan ngaku-ngaku Kim, si adek ini anak kita" ucap Bu Rima


"lah, kan kita bentar lagi besanan dan anak kamu bakal nikah sama anak saya, otomatis si adek jadi anak saya juga lah" ucap Bu Kim


"oh iya ya" ucap Bu Rima.


"eh udah waktunya kita pulang nih pah" ucap Bu Rima kepada suaminya


"ya udah, mumpung kalian lagi pada ada disini, gue pamit pulang dulu ya, gue titip si adek, jaga dia baik-baik" ucap Pak Wijaya


"iya, kita pasti bakal jagain dia dengan baik kok" ucap Bu Kim.


Setelah itu Bu Rima dan Pak Wijaya meninggalkan rumah keluarga Kang dan kini Puryani di antarkan ke kamarnya oleh pegawainya keluarga Kang sebab Bu Kim sedang membuat kue di dapur jadi tidak bisa mengantarkan Puryani ke kamarnya, sedangkan Pak Kang di suruh pergi belanja terigu ke warung di deket pintu masuk komplek ini.


Kini Puryani menaiki anak tangga di rumah itu dan saat di pertengahan jalan, dia bertemu dengan Ha Neul.


"eh, lo lagi ngapain di rumah ini?" tanya Ha Neul


"kamu apa gak liat?, aku lagi ngapain saat ini hah" ucap Puryani.


"oh, lo mau nginep di rumah gue ya" ucap Ha Neul setelah ia melihat di belakang Puryani ada salah satu pegawainya yang sedang bertugas membawa koper bajunya Puryani.


"itu kamu tau"


"mending lo pulang aja sana!, di rumah ini kagak ada unggas yang perlu di kasih makan"


"apa hubungannya sama aku?"

__ADS_1


"ya ada lah, lo kan pakan burung" ucap Ha Neul


"diem lu orang ganteng, kagak usah usil jadi orang, minggir heuh" ucap Puryani sinis sambil menyingkirkan tubuh Ha Neul yang sedang menghalangi jalannya.


__ADS_2