Pindah

Pindah
Langsung Tunangan


__ADS_3

Singkat cerita, Bu kim mulai mengeluarkan kotak yang berisi sepasang cincin dan meletakannya di atas meja.


"Sebelum acara makan malam ini di mulai, kami semua ( Pak Wijaya + Bu Rima & Pak Kang + Bu Kim) sudah sepakat bahwa kalian berdua (Ha Neul & Puryani) akan di tunangkan hari ini juga, jam ini juga, menit ini juga dan detik ini juga gak pake pesta-pestaan soalnya ribet, dan untuk pestanya akan di rayakan saat pernikahan kalian saja ya" ucap Bu Kim


"Hah?"


ucap Puryani dan Ha Neul berbarengan setelah mendengar pernyataannya Bu Kim


 


"ih kompak bener sih jawabnya... cieeeeee"


 


Ucap Pak Kang menggoda mereka berdua.


"kompak apaan dah, idiiiih sorry ya" ucap Ha Neul


"eh emangnya aku sudi apa? kompakan sama makhluk ganteng kaya kamu huh" ucap Puryani tak mau kalah dari Ha Neul


Puryani dan Ha Neul saling bertatapan sengit.


"udah-udah gak usah pada liat-liat gitu, kita semua sudah tahu kok kalau perasaan cinta kalian sedang meluap-luap " ucap Bu Rima.


"Maaaaa" ucap Puryani yang sedang protes atas ucapan Mamanya itu.


"iya, iya, Mama cuma becanda kok heeee"

__ADS_1


"udah-udah, lebih baik kalian ( Ha Neul & Puryani ) tukeran cincin ini sekarang" ucap Bu Kim


"Ha Neul cepat pasangkan cincinnya ke jarinya si adek" perintah Bu Kim


"adek?, emang disini ada ya yang namanya si adek?" tanya Ha Neul


"ya ada lah, ini dia orangnya... hm hm hm" ucap Puryani sambil menunjuk dirinya sendiri


"iiiih.... kamu itu gak pantes di panggil sebutan adek" ucap Ha Neul


"terus pantesnya... di panggil apah huh?" tanya Puryani


" pantesnya di panggil sayangku ya Neul-a" ucap Pak Kang dan Pak Wijaya yang di akhir kalimatnya bertos ria karena berpikiran hal yang sama.


Ha Neul dan Puryani langsung memasang wajah malas mereka setelah mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Pak Wijaya dan Pak Kang.


"iya bener banget, udah sekarang cepet kamu pasang cincin ini ke jarinya si adek" ucap Bu Kim sambil mengulurkan cincin kepada Ha Neul


"iya, iya" ucap Ha Neul dan mengambil cincin itu dari tangan Ibunya.


"sini cepet, ulurin tangannya!" perintah Ha Neul kepada Puryani


"ogah" ucap Puryani sambil memeletkan lidahnya mengejek Ha Neul


"heuuuuuuh" geram Ha Neul sambil mengepalkan telapak tangannya yang merasa gemas saat mendengar ucapan Puryani.


"Adeeek, jangan kaya gitu, ayo cepet ulurin tangan" ucap Bu Rima menegur sikap Puryani.

__ADS_1


"tante Kim, aku maunya di pakein cincin sama tante aja" ucap Puryani sambil mengulurkan tangannya kepada Bu Kim.


"ya udah kalo gitu" ucap Bu Kim memilih mengalah dan menuruti kemauannya Puryani, toh meskipun yang memakaikan cincin itu adalah dirinya tapi pertunangan Ha Neul dan Puryani masih sah sebab ia mewakili Ha Neul dalam pertukaran cincin.


Puryani kini sudah menggunakan cincin pertunangan itu, dan kini giliran Puryani yang memakaikan cincin ke jarinya Ha Neul.


"Nah, sekarang giliran Ha Neul yang di pakein cincin, ayo sayang cepet pakein cincin ini ke jarinya Kak Ha Neul" ucap Bu Kim sambil menyodorkan kotak berisi cincin itu ke arahnya Puryani.


"nak Ha Neul sekarang giliran kamu yang ulurin tangan kamu ke hadapannya si adek" ucap Bu Rima


Tanpa menunggu lama, Ha Neul langsung mengulurkan tangannya dengan malas ke hadapannya Puryani.


"Paaaaah tolong pasangin cincin ini ke jarinya Ha Neul pah" pinta Puryani kepada Pak Wijaya


"Husst... nggak sopan dek, manggilnya harus pake sebutan kakak ya dek" tegur Bu Rima


"iya ma, maaf"


"adek ulangi lagi ya" ucap Puryani


"Paaaah, tolong pakein cincin ini ke Kak Ha Neul dong Paaaah" pinta Puryani lagi


"kenapa harus papah yang masangin, adek kan bisa sendiri"


" kan bukan makhramnya Paaah, nanti dosa lagi, papa mau... nanggung dosanya?"


"nggak-nggak, udah biar papa aja yang makein" ucap Pak Wijaya dan dengan segera memakaikan cincin itu ke jarinya Ha Neul.

__ADS_1


Kini Ha Neul dan Puryani sudah resmi bertunangan.


__ADS_2