Pindah

Pindah
Mau di Titipin di Rumahnya Ha Neul


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Puryani akan di titipkan di rumahnya Ha Neul sebab kedua orang tua angkatnya ingin mencari para anak-anaknya supaya bisa hadir di acara pernikahannya Puryani dan Ha Neul yang di jadwalkan akan di gelar beberapa bulan lagi.


"dek, untuk 3 bulan ke depan kamu tinggal di rumah Ha Neul dulu ya, soalnya mama ama papah mau cari kakak-kakak kamu yang lagi pada mengembara, supaya mereka bisa hadir di acara pernikahannya kamu" ucap Bu Rima


"Ma, boleh nggak kalau aku tinggal sendirian aja di rumah ini!" pinta Puryani


"terlalu berbahaya sayang"


"bahaya gimana?, kan di rumah ini banyak asisten rumah tangganya" tanya Puryani


"iya memang banyak, tapi kan kalau udah malem mereka tinggalnya di rumah seberang jalan (rumah khusus yang di sediakan untuk tempat tinggal asisten rumah tangga)" ucap Bu Rima menjelaskan


"yaaah" ucap Puryani yang masih merasa keberatan dengan rencana kedua orang tua angkatnya yang akan menitipkannya di rumah Ha Neul


"sayang nurut ya sama perintah mama soalnya ini demi kebaikan kamu juga, mama khawatir jika kamu tinggal sendirian di rumah ini jika terjadi sesuatu sama kamu nanti nggak ada yang nolongin meski pada akhirnya pagi-pagi bakalan ada yang nolongin tapi itu pasti udah terlambat banget sayang, kamu mau ya di titipin sementara di rumahnya Ha Neul" ucap Bu Rima


"iya deh iya aku mau" jawab Puryani

__ADS_1


"gitu dong, ayo cepet sekarang beresin baju-baju dan semua keperluan kamu" ucap Bu Rima.


"okeh mamaku sayang" jawab Puryani dengan nada yang riang


"ini baru anak mama, kalo gitu mama cium dulu dong" ucap Bu Rima sambil menyodorkan sebelah pipinya kehadapannya Puryani dan Puryani langsung mengecupnya pelan.


Setelah selesai berkemas Puryani di antar oleh kedua orang tuanya ke rumahnya Ha Neul atau lebih tepatnya rumah keluarga Kang.


"ayo sayang, kita masuk ke dalam mobil dulu, kopernya biar di tangani sama Pak Cipto supir kita" ucap Bu Rima


"Paaaah" ucap Puryani membuka percakapan dengan ayah angkatnya yang kini sedang duduk di kursi penumpang sebelah kursi supir


"iya sayang, ada apa?" tanya Pak Wijaya


"kok papa sama mama gak ikutan bawa koper juga sih, bukankah papa sama mama mau langsung berangkat ke Bandara ya?" tanya Puryani.


"oh itu, papa sama mama belum beres-beres dek, lagi pula jadwal keberangkatan kami masih 3 jam-an lagi" jawab Pak Wijaya

__ADS_1


"oh gitu ya, berarti perjalanan ini di khususkan untuk nganterin aku doang ya pah" ucap Puryani


"iya sayang"


Obrolan kami terhenti saat Pak Cipto masuk kedalam mobil dan dengan segera ia menyalakan mesin mobil itu lalu mulai melajukan mobilnya untuk keluar dari dalam area pintu gerbang, Puryani mulai memposisikan tubuhnya senyaman mungkin dalam perjalanannya kali ini yang jarak tempuhnya di perkirakan oleh Puryani lumayan jauh.


Saat mobil sudah keluar dari dalam pintu gerbang dan baru berjalan belum satu menit acan sudah berbelok masuk ke dalam pintu gerbang rumah yang berada tepat di sebelah rumah keluarga Wijaya, Puryani merasa heran.


" pah, ma, kita mau ngapain mampir ke rumah ini? mama sama papa lagi ada urusan ya sama pemilik rumah ini" tanya puryani


Bu Rima dan Pak Wijaya tersenyum saat mendengar pertanyaan putri angkatnya "sayang ini itu rumahnya Paman Kang" jawab Bu Rima


"hah....apaaaaah, jadi ini adalah rumahnya Paman Kang" ucap Puryani dengan nada lebaynya karena kaget saat mengetahui hal ini.


"iya sayang" ucap Bu Rima sambil tersenyum


"hadeh.... orang tua angkat gue mah bener-bener dah, wong pindahnya cuma ke rumah sebelah ngapain juga pake naek mobil segala, haduh ampun dah" ucap Puryani di dalam hatinya sambil menepok jidatnya pelan

__ADS_1


__ADS_2