
"mampus gue ( ucap Puryani dalam hatinya sambil menepuk jidatnya pelan ), bisa-bisa kebongkar identitas gue yang sebenarnya" ucap Puryani di dalam hatinya.
"mm maksud aku itu, mm aku.. aku" ucap Puryani gugup
"Iya kami ngerti kok maksud kamu" ucap Arga menenangkan
Puryani hanya bisa mengernyit tidak mengerti setelah mendengar ucapannya Arga
"Kamu pasti keceplosan kan" ucap Arga lagi-lagi
Jantungnya Puryani semakin berdebar dengan kencang mendengar ucapan Arga
"Ini mah fix, gue udah ketahuan" ucap Puryani di dalam hatinya dan wajahnya Puryani sudah mulai pucat
"Hahahaha" Kun tiba-tiba tertawa
"Jangan ketakutan kaya gitu Mba" ucap Kun kepada Puryani
"Kita gak bakalan ngaduin kamu ke Pak Ha Neul kok, tenang aja" ucap Kun lagi
"Hah" ucap Puryani yang mulai merasa heran dengan arah pembicaraannya Kun
__ADS_1
"Iya, kamu tenang aja, kita gak bakalan aduin kamu ke Pak Ha Neul karena barusan kamu secara tidak langsung mengejek/ngatain Pak Ha Neul dengan sebutan aneh" ucap Arga kepada Puryani
"Oh, syukurlah" ucap Puryani lega, karena ternyata ketakutannya atau kekhawatirannya tidak terjadi (tidak ketahuan oleh Arga dan Kun kalau Puryani mengenal Ha Neul)
Sementara dari pihak Arga dan Kun, mereka berdua menganggap bahwa ucapan syukurnya Puryani itu karena dia sedang bersyukur karena tidak di adukan kepada atasannya (Ha Neul)
"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati ya" ucap Kun menasehati Puryani
"Iya Bang" jawab Puryani patuh
"Untung aja, kita berdua yang denger ucapannya kamu tadi, kalau itu orang lain, mungkin sebentar lagi kamu langsung end" ucap Arga
"Hehe" Puryani tersenyum canggung
"Maaf Bang, aku mau tanya, mushola di gedung ini kira-kira ada di lantai mana ya, dan di sebelah mana?" tanya Puryani
"Di dalam gedung ini tidak ada mushola" jawab Kun
"Loh kok bisa kaya gitu?" tanya Puryani kaget
"Ya bisa lah, kan sudah khusus di bangunkan Masjid di sebelahnya gedung ini" ucap Kun
__ADS_1
"Kok tadi pagi aku tidak lihat ya (ada Masjid)" ucap Puryani
"Mungkin kamu tidak memperhatikan dengan baik lingkungan di sekitar gedung ini" ucap Kun
"Iya juga sih, tadi pagi aku tidak terlalu memperhatikan" ucap Puryani
"Ya udah, mending kita segera berangkat ke Masjid sama-sama aja yuk" ucap Arga mengajak Puryani
"Iya Mas" jawab Puryani setuju
Kini Arga, Kun, dan Puryani mulai bangkit dari tempat duduknya, lalu mereka semua mulai berjalan meninggalkan area kantin, dari jauh Ha Neul memperhatikan Puryani yang berjalan mengikuti langkah Arga dan Kun dari belakang.
"Ternyata pakan burung itu (Puryani) bisa cepat bersosialisasi juga dengan orang lain" ucap Ha Neul dalam hatinya dan ekspresi wajahnya Ha Neul terlihat biasa saja.
Kini Puryani berjalan di belakangnya Arga dan Kun, dari belakang Puryani mulai berekspresi aneh, karena saat ini dia sedang tersenyum-senyum tidak jelas.
"Aduh kok mereka berdua shalih banget ya, gak kaya cowok ganteng itu (Ha Neul) yang gak inget sama Tuhannya ketika ada suara Adzan memanggil-manggil dia" ucap Puryani dalam hati
"Aduh Mas Arga, eh nggak, nggak, Mas Arga itu ganteng, aku gak boleh suka sama dia" ucap Puryani sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Mending sukanya sama Bang Kun aja, udah wajahnya biasa aja, shalih lagi, udah gitu ramah banget, selain itu wajahnya Bang Kun kaya ada manis-manis gitu kaya air mineral di iklan-iklan gitu" ucap Puryani dalam hati sambil tersenyum gaje
__ADS_1
Puryani ini adalah jenis perempuan yang spesiesnya sangat mainstream (banyak) di kalangan masyarakat, yang akan langsung jatuh cinta sama pemuda atau laki-laki yang sering sholat di masjid.