
Satu minggu setelah kejadian Cafe Dahlia berlalu.
Amira menceritakan semua pada teman-temannya.
Tentang ia yang tetap di sisi Riko bukan malah meninggalkannya.
Tasya, Ajeng dan Lena sebenarnya tak setuju dengan keputusan Amira, tetapi akhirnya mereka hanya bisa mendukung sahabatnya itu.
Amira tidak menjalin hubungan dengan Riko, namun ia membiarkan semua mengalir apa adanya.
Jika ingin bertemu, maka mereka akan bertemu dan mengobrol seperti tidak terjadi apa-apa.
Terkadang jika Amira pulang terlalu sore, Riko mengantar Amira pulang ke rumah.
Hubungan seperti itu mereka jalani tanpa ada yang tahu, kecuali teman-teman Amira dan sahabat Riko saja.
Tetapi, ada yang mengetahui itu selain mereka, yaitu Digo.
Digo yang mengetahui itu bukannya berhenti mengejar Amira, tetapi malah semakin menunjukan perasaannya.
Hari ini di kampus sedang ada acara temu sambut jurusan Kimia Dasar Fakultas FMIPA pada Universitasnya.
Acara ini memang biasa dilakukan setelah mahasiswa baru sudah bergabung dengan jurusan beberapa bulan, biasanya menjelang UAS.
Acaranya terdiri dari permainan antar mahasiswa baru dan ditutup dengan bernyanyi bersama.
Hampir semua kakak tingkat datang pada acara itu, termasuk Riko dan Digo bersama teman-temannya masing-masing.
Amira dan teman-temannya sedang menyelesaikan permainan, yaitu dengan mencari bendera di dalam sungai.
Digo dan Riko yang datang hanya karena ingin melindungi Amira, memperhatikan Amira dari jauh dengan tempat yang berbeda.
“Go, lo ga turun tangan aja tuh biar amira ga ikut-ikutan nyari bendera?"tanya Riski.
“Ga usahlah, nanti Amira malah marah sama gue, dia pasti ga enak sama yang lain kalo gue begitu,” jawab Digo.
“Mendingan gini aja, gue melindungi dia dari jauh,” tambahnya.
“BTW lo ga apa-apa Riko akhirnya nyatain perasaan cintanya ke Amira?” tanya Riski lagi.
“Ya kenapa kenapa lah.. tapi mau gimana lagi, udah terlanjur terjadi, tapi gue tetep akan rebut dia dari Riko,”jawab Digo santai.
“Biarin aja kalo sekarang Riko menang, itung-itung ngebantu gue buat jagain Amira,” ucap Digo lagi.
“Oh oke, lagian Amira juga kan ga pacaran sama Riko kok,” jawab Riski.
Tiba-tiba Erwin menepuk pundak Digo.
“Go, Go, Go, itu temen Amira yang ada lesung pipitnya siapa ya namanya? Cantik ya,” ucap Erwin tanpa berdosa.
Digo melihat sosok yang dimaksud Erwin.
“Itu Lena Namanya,” jawab Digo.
“Kenapa? Lo naksir sama dia?” tanya Digo.
“Hehehe gue pengen kenal Go, ya kalo bisa jadi pacar nantinya hehehe,”jawab Erwin sambil tersenyum sumringah.
__ADS_1
“Oh gampang, ntar gue kenalin,” jawab Digo.
“Beneran Go? Ah makasih ya Go,” ucap Erwin senang.
“Ahh lo Win orang lagi fokus ama masalah Amira malah ngerepotin,” sindir Riski.
“Ya namanya juga orang suka Ki,” jawab Erwin.
“hahaha udah gapapa, lagian yang Erwin taksir kan temen Amira juga, kalo sampe mereka jadian kan malah lebih bagus untuk gue sama Amira,” Ucap Digo.
“Oh iya bener juga ya Go,”tambah Riski.
Setelah selesai mencari bendera dan menemukan semuanya, acara dilanjutkan dengan makan siang dan ngobrol bersama, acara bebas.
Riko ingin sekali menghampiri Amira, namun ia tak bisa melakukannya karena hubungan mereka memang tersembunyi.
Erwin yang tak sabaran ingin berkenalan dengan Lena, akhirnya menghampiri geng TALA bersama Digo dan Riski.
“Hai adek-adek,”sapa Erwin genit.
Tasya, Lena, Amira dan Ajeng melihat ke arah asal suara itu.
“Eh iya kak, makan kak,” jawab Lena sambil tersenyum membuat Erwin semakin jatuh cinta.
“Iya lanjutin aja makannya, kita numpang duduk di sini bentar gapapa ya?” jawab Erwin senang.
“Silahkan kak,” jawab Lena sambil mengunyah nasinya.
Digo melihat ke arah Amira yang sedang mengunyah makanannya. Lalu berjalan mendekati Amira dan duduk di sebelahnya.
“Ini kak,” jawab Amira sambil menunjukkan makanannya.
“Kakak ga makan?” tanya Amira balik.
“Tadi kakak udah makan di sana bareng yang lain Mi,” jawab Digo.
Riko yang sedang duduk bersama teman-teman seangkatannya melihat Digo dan Amira dengan cemburu.
Tapi kemudian dia berfikir lagi, dia pun Bersama Desi sekarang Amira bisa mengendalikan perasaannya.
Lagipula Amira sampai saat ini terus berada di sisinya dan tidak meninggalkannya. Jadi Riko juga tak mau mempermasalahkan nya. Yang penting dia tahu, bahwa dalam hati Amira ada dirinya, bukan Digo.
Erwin yang sudah memposisikan dirinya duduk di samping Lena, dengan leluasa mengajak Lena berkenalan.
“Kenalan dulu dong kita dek, masa kakak ga kenal sama adek-adek cantik ini sih,” ucap Erwin sambal senyum sumringahnya.
“Oh hiya kak, aku Lena, ini Tasya, Ajeng dan itu Amira,” ucap Lena memperkenalkan.
“Kalo Amira mah kakak udah tau, kan dia ceweknya Digo,” ucap Erwin Asal.
Ucapan Erwin membuat Amira tersedak makanan.
“uhuuk…uhuuukk”
Amira dengan cepat mengambil air mineral dan meminumnya.
Digo dengan lembut mengusap-usap punggungnya Amira.
__ADS_1
“Pelan-pelan kalo makan Mi, sampe keselek gini sih,” ucap Digo perhatian.
Amira hanya diam saja lalu memberi senyum singkat kepada para kakak tingkatnya itu dan memutuskan kembali makan.
“Eh iya selesai ini nanti kita bertiga mau manggung loh,” ucap Riski memecah keheningan.
“Oh iya tah kak? Seru dong,” jawab Tasya senang.
“Jam berapa kak?" tanya Lena semangat.
“Nanti sekitar jam 2, sebelum pulang, kan penutupan tuh nah kita nanti nyanyi,” jelas Erwin tersenyum.
“Lena nonton paling depan dong,” goda Erwin sambil tertawa.
“Iya kak nanti kita nonton paling depan, sama Amira juga,” jawab Lena cepat.
Amira Cuma melotot pasrah pada Lena, tidak menolaknya.
“Oh ya iyalah jelas Amira harus paling depan soalnya yang nyanyi Digo, buat Amira,” jawab Erwin.
Amira tersentak dan langsung melihat ke arah Erwin.
“gue lagi sih yang kena,” batin Amira.
“ya udah kita mau siap-siap dulu deh ya,” ucap Riski mengajak kedua temannya.
“Sampe nanti ya Lena,” Erwin pamit pada Lena.
“Kakak kesana dulu ya Mi,” pamit Digo pada Amira.
Amira dan Lena menjawab serempak.
“Iya kak,” dengan raut wajah yang berbeda.
Wajah Lena yang berseri dan wajah Amira yang datar.
“ciye Lena yang punya cem cem an kakak tingkat juga,” goda Ajeng.
“Iya nih Lena, ga salah-salah loh kakak tingkatnya langsung Kak Erwin,” goda Tasya juga.
“Ihh apaan sih kalian ini baru juga begitu, noh yang udah jelas tuh Amira bukan gue,” jawab Lena sebal.
“Ya tapi kan Kak Erwin udah nunjukin dia tertarik sama lo Len,” ucap Tasya.
“Iya Len, kita liat aja nanti pergerakannya kak Erwin gimana, dia kan temen kak Digo, kira-kira sama ga dengan Kak Digo ke Amira,” ucap Ajeng.
“alApaan sih dari tadi gue dibawa-bawa melulu, padahal udah diem gue nii,” ucap Amira kesal.
“Hahahah lo ini sensi banget sih mi hahahaha,” goda Tasya.
“Ya abisnyaa,” jawab Amira.
“Paling juga nanti malem dia nelpon atau wa elo Len kalo dia bener suka sama lo,” ucap Amira menebak.
“Ya gue mah seneng aja Mi ga nolak, kak Erwin juga keren kok, ga dapet Kak Digo dapet kak Erwin juga lumayan gue hahaha,” jawab Lena ganjen.
“Dasar lo ya genit,” ucap Tasya dan Ajeng bersamaan sambil menepuk pelan lengan Lena.
__ADS_1